Senin, Mei 20, 2024
BerandaDAERAH40 Anak Muda Sarolangun Ikuti PKW Kerajinan Tenun Kain Songket Khas Sarolangun

40 Anak Muda Sarolangun Ikuti PKW Kerajinan Tenun Kain Songket Khas Sarolangun

Trianto : Bangkitkan Kembali Kerajinan Tenun

Kadis Perindag, Koperasi dan UMKM Kab. Sarolangun Trianto, S.Ip, ME saat memotivasi anak-anak muda Sarolangun dalam pelatihan kerajinan tenun khas sarolangun

KABAR SAROLANGUN – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Sarolangun menyambut baik program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Tekun Tenun Indonesia tahun 2022, yang dibuka secara resmi oleh Ibu Negara Iriana Jokowi dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Ibu Wury Ma’ruf Amin, di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Kita Jambi, Kamis (20/10/2022).

Kabupaten Sarolangun menjadi salah daerah yang mengikuti program tersebut, dalam kegiatan pelatihan kerajinan tenun sesuai dengan potensi daerah dan ciri khas daerah yang ada di Kabupaten Sarolangun.

Kadis Industri, Perdagangan, Koperasi dan UMKM, Kabupaten Sarolangun Trianto, S.Ip, ME, mengatakan bahwa dalam kegiatan tersebut ada dua lokasi yang melaksanakan pelatihan PKW Kerajinan Tenun tersebut, yakni Di Kelurahan Dusun Sarolangun, Kecamatan Sarolangun dan Desa Dusun Dalam, Kecamatan Bathin VIII.

“Masing-masing ada 20 anak-anak muda kita ikuti pelatihan kerajinan tenun ini, dengan durasi waktu selama 200 jam atau lebih kurang 3 bulan,” katanya, saat meninjau langsung pelaksanaan pelatihan PKW Di Kelurahan Dusun Sarolangun.

Tenun merupakan teknik dalam pembuatan kain yang dibuat dengan prinsip yang sederhana, yaitu dengan menggabungkan benang secara memanjang dan melintang. Dengan kata lain bersilangnya antara benang lusi dan pakan secara bergantian. Kain tenun biasanya terbuat dari serat kayu, kapas, sutra, dan lainnya.

Menurut Trianto, Tenun Khas Sarolangun saat ini masih sangat berpotensi untuk dikembangkan dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), berupa tenun kain songket yang masih banyak peminatnya.

Namun sayang, seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, kerajinan tenun di Kabupaten Sarolangun mulai menurun bahkan setelah pendataan yang dilakukan oleh pihaknya, saat ini jumlah pengrajin tenun ataupun batik di Sarolangun hanya ada 1-2 pengrajin saja.

Poto bersama dalam kegiatan pelatihan Pendidikan Kecakapan Wirausaha Kerajinan Tenun khas Sarolangun

“Kita harapkan kedepan anak-anak muda kita ini dapat meneruskan potensi lokal yang selama ini sudah hampir punah karena tinggal 1-2 lagi pengrajin batik. Sehingga memang kita harapkan dapat memberdayakan kembali dan mengangkat kembali kerajinan tenun nenek moyang kita dan di Sarolangun bangkit kembali lagi dengan mengangkat potensi dan ciri khas Sarolangun,” katanya.

Untuk program tersebut, lanjutnya, pihaknya bekerja sama dengan tenaga fungsional yang memang mahir dan punya nilai bakat seni dalam melatih anak-anak muda Sarolangun.

Serta juga atas bantuan dari Direktorat Kursus dan Pelatihan-Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, serta Dekranas Pusat, Dekranasda Provinsi Jambi dan Dekranasda Kabupaten Sarolangun.

“Alhamdulillah ini sudah berjalan, dan kita bersyukur sudah mulai pelatihan. Kita bagian UMKM, kita membantu anak-anak muda kita yang berpotensi untuk mengembangkan kerajinan tenun, ini sudah berjalan melaksanakan pelatihan,” katanya.

“Dengan adanya kegiatan ini kita harapkan muncul kembali, gerakan ekonomi tumbuh, nilai budaya naik dan kesempatan tenaga kerja untuk membuka lapangan kerja juga terbuka dengan kemampuan merintis usaha, dan hari ini dimulai pelatihan tersebut yang rata-rata sudah tamah SMA sederajat dengan usia 15-25 tahun,” kata dia menambahkan.

Penulis : A.R Wahid Harahap

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU