
KABAR SAROLANGUN – Aktivitas angkutan truk tangki L-300 dan Grand Max Modifikasi yang diduga mengangkut minyak Illegal dari aktivitas Illegal drilling mendapatkan sorotan dari mahasiswa yang tergabung dari Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Sarolangun.
Ketua PC PMII Sarolangun M Subra kepada media ini meminta dengan tegas kepada Kapolres Sarolangun yang baru AKBP Wendy Oktariansyah, S.IK, MH, untuk melakukan penyetopan truk tangki tersebut serta menindak tegas praktik penambangan dan pengangkutan minyak ilegal yang marak terjadi di wilayah area 33 dan 51 dalam Kabupaten Sarolangun Seperti jalur Kecamatan Mandiangin Timur, Kecamatan Mandiangin, Kecamatan Pauh Kecamatan Sarolangun.
” Kami melihat masih banyak truk-truk tangki mobil Jenis L300, Grand Max yang di modifikasi pengangkut minyak ilegal beroperasi bebas di Sarolangun yang melintas di beberapa Kecamatan Mandiangin timur, Mandiangin, Kecamatan, Pauh, Kecamatan Sarolangun. Ini jelas melanggar hukum dan merusak Jalan kita,” kata Subra, Jumat (25/07/2025).
Aktivitas tambang minyak Illegal ini, kata Subra memberikan dampak negatif yang tidak hanya merugikan negara dari sektor pajak, tetapi juga menimbulkan kerusakan lingkungan yang parah serta potensi konflik sosial di masyarakat.
Maka dari itu, PMII Sarolangun mendesak pihak kepolisian polres sarolangun untuk tidak pandang bulu dalam penindakan, termasuk terhadap para cukong atau beking yang diduga memfasilitasi kegiatan ilegal ini.
” Kapolres harus berani menindak siapa pun yang terlibat, tanpa terkecuali. Jangan sampai ada kesan tebang pilih dalam penegakan hukum,” katanya.
Dalam Penyataan sikap, PMII Sarolangun juga siap menyerahkan data dan informasi terkait dugaan lokasi penambangan serta jalur-jalur pengangkutan minyak ilegal yang selama ini luput dari pantauan di karenakan lalu lintas mobil minyak di pada malam hari.
” Kami berharap informasi tersebut dapat menjadi dasar bagi kepolisian untuk melakukan operasi penertiban lalu lintas yang lebih efektif dan terarah,” katanya.


Tidak hanya itu, Ketua PC PMII Kabupaten Sarolangun ini juga menyampaikan perihal ini harus cepat di tindaklanjuti, sebab jangan sampai kejadian beberapa bulan terakhir kecelakaan mobil pengangkut minyak illegal yang menabrak Jembatan di Kecamatan Pauh tepat nya di Embung beluruh Pauh kembali terjadi sehingga menyebabkan kerusakan Jembatan dan belum di perbaiki sampai sekarang dan pelaku tidak diketahui informasinya sampai saat ini.
” Kami PC PMII Sarolangun akan menggelar aksi besar besaran PMII se-Kabupaten Sarolangun jika ini tidak di indahkan oleh Kapolres Sarolangun,” katanya.
****