Minggu, Agustus 31, 2025
spot_img
spot_img

Anggota DPRD Sarolangun Hj Fatimah Paparkan Materi Kesetaraan Gender

Anggota DPRD Sarolangun Hj Fatimah, Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenromora dan Kabid Kesetaraan Gender Arie Kusmarini

KABAR SAROLANGUN – Anggota DPRD Sarolangun Hj Fatimah, M.Pd, menjadi Nara sumber dalam kegiatan sosialisasi Partisipasi Perempuan Di Bidang Politik, Hukum, Sosial dan Ekonomi Kabupaten Sarolangun Tahun 2025, Selasa (29/07/2025) di ruang Aula Kantor Lurah Suka Sari.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenremora, S.STP, MH, yang dihadiri Kabid Kesetaraan Gender Arie Kusmarini, SE, Kabid Perlindungan Anak Rahmi, S.Psi, Lurah Suka Sari Findra Utama, S.IP, Peserta kegiatan dari ibu-ibu PKK, PKDRT dan PAAR serta jajaran DP3A Sarolangun.

Dalam kegiatan tersebut, Hj Fatimah memaparkan materi kesetaraan gender yang diikuti para peserta dengan antuasias.

Dalam paparannya, Hj Fatimah mengatakan bahwa sesuai Instruksi Presiden Nomor 09 Tahun 2009 tentang Pengarusutamaan Gender dalam pembanguan Nasional, dimana memasukan hak-hak Perempuan yang sama Dengan laki-laki seperti dalam hal keluarga, politik, Pendidikan Kesehatan dan ekonomi.

” Maka sebagai perempuan kita harus mendorong aktif terlibat dalam proses pengambilan Keputusan diberbagai tingkatan, baik politik, hukum, ekonomi maupun social serta agar memiliki keterampilan dan pengetahuan untuk berpartisipasi secara efektif,” kata politisi partai PPP ini.

Anggota DPRD Sarolangun Hj Fatimah saat berdialog dengan peserta

” Sudah berapa abad yang kita lahir di mana dan kapan kita ketemu itulah peran perempuan itu. Jadi seorang perempuan, majunya suatu rumah tangga, RT, bahkan negara itu ada peran perempuan,” kata dia menambahkan.

Ia juga menjelaskan bahwa sebagai perempuan ia sejak tahun 1996 telah menjadi ketua pengajian, tahun 2005 ketua pengajian di kelurahan. Jadi peran sebagai perempuan, bahwa perempuan wonder women, maka perempuan harus menjadi orang yang gigih.

” Dari zaman ke zaman, perubahan banyak terjadi, apalagi dengan kemajuan tekhnologi. Dulu sebelum ada kesetaraan gender ada emansipasi wanita tahun 1996. Kita tidak bisa asal-asalan, kita harus kuat, badan kita harus sehat, kalau tidak, kita tidak bisa bersaing,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Hj Fatimah juga tampak berdialog dan tanya jawab dengan seluruh peserta yang merupakan dari kalangan perempuan.

Penulis : A.R Wahid Harahap

- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU