spot_img

1551 Rumah Warga Sarolangun Terendam Banjir Di Lima Kecamatan, Sembilan Rumah Alami Kerusakan dan Sejumlah Fasilitas umum

Banjir dari luapan air sungai yang menggenangi pemukiman rumah warga di Desa Baru, Kecamatan Sarolangun

KABAR SAROLANGUN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarolangun mencatat ribuan rumah warga di Kabupaten Sarolangun terendam akibat banjir yang terjadi pada hari Minggu, 26 April 2026 lalu.

Kalaksa BPBD Sarolangun Solahuddin Nopri, SH mengatakan ada sebanyak 1551 rumah warga terdata yang terendam dan 1.693 KK dan 1.983 Jiwa yang terdampak banjir, sembilan rumah warga yang mengalami kerusakan yakni 4 rumah kerusakan ringan, 3 rumah mengalami kerusakan berat dan 2 mengalami kerusakan total.

” Banjir yang terjadi di lima kecamatan yakni 7 Desa di Kecamatan Batang Asai, 8 Desa di kecamatan Bathin VIII, 2 Desa di Kecamatan Limun, 6 Desa di Kecamatan CNG dan 5 Desa di Kecamatan Sarolangun, totalnya 28 desa,” katanya, Senin (27/04/2026) saat di konfirmasi media kabarsarolangun.com.

Ia juga menjelaskan selain rumah-rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga terdampak banjir, diantaranya 9 unit sekolah yakni 1 di Desa Teluk Rendah, 4 di desa Lubuk Resam Ilir, 1 di Desa Pemuncak, 3 di Desa Tendah.

Kemudian juga ada 1 Kantor, 7 Tempat ibadah yakni 2 Desa Teluk Rendah, 2 Di desa Lubuk Resam Ilir, 1 Di Desa Pemuncak dan 2 di Desa Tendah serta ada 1 Sarana Kesehatan di Desa Tendah, dan 7 jembatan gantung.

Ketujuh jembatan gantung tersebut, tiga diantaranya putus, tiga jembatan gantung rusak berat dan 1 jembatan gantung rusak ringan.

Kalaksa BPBD Sarolangun Solahuddin Nopri

Tiga jembatan gantung putus yakni di Desa Bukit Berantai Kecamatan Batang Asai, Desa Tanjung Gagak dan Desa Muaro Lati Kecamatan Bathin VIII.

Sementara untuk kondisi jembatan yang rusak berat terjadi di Desa Simpang Narso, Kecamatan Batang Asai, Desa Teluk Kecimbung dan Desa Pulau Melako Kecamatan Bathin VIII dan 1 jembatan gantung rusak ringan di Desa Sungai Abang, Kecamatan Sarolangun.

” Untuk kolam, kebun, sawah maupun jalan, tidak ada kerusakan atau yang terdampak akibat banjir ini. Dan begitu juga korban jiwa tidak ada yang luka-luka ataupun meninggal dunia,” katanya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat Sarolangun khususnya yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana banjir.

” Masyarakat kita himbau untuk tetap waspada terhadap bencana banjir, dan kita akan berkoordinasi dengan dinas terkait dalam penanganan banjir,” katanya.

Penulis : A.R Wahid Harahap

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU