
KABAR SAROLANGUN –Sekretaris Dinas PUPR Sarolangun Bahder Johan, ST turun langsung mendampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sarolangun Ir Muhammad Arief, RH, MUM memimpin langsung kegiatan Sweeping Penataan, Penertiban dan Pengawasan Aktivitas Perdagangan di Pasar Atas Kabupaten Sarolangun, Kamis (18/06/2026).
Hal itu dalam rangka menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di pinggir jalan, badan jalan, diatas drainase serta di lokasi yang tidak pada tempatnya.
Tim penertiban juga memberikan sosialisasi ke para pedagang serta pemilik kios dan toko yang menyalahi aturan untuk dilakukan pembongkaran.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Plt Kepala Diskopurindag Sarolangun Bustra Desman, SE, MM, Kasat Pol PP Sarolangun Helmi, SH, MH, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sarolangun Supriyanto, S.IP, Kepala BPPRD Sarolangun Emalia Sari, SE, ME, Kabid Aset BPKAD Sarolangun Muhammad Ihsan, SE, Kabid Perkim Bustari, Kabid Perdagangan Mahmubah, Kepala UPTD Pasar Sarolangun, Lurah Pasar Sarolangun Bustari, SE dan personil gabungan.
Kepada media ini, Sekretariat Dinas PUPR Sarolangun Bahder Johan mengatakan bahwa pihaknya tentu sangat mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Sarolangun dalam penataan kawasan pasar atas Sarolangun, salah satunya pembangunan infrastruktur pasar yang memadai.
” Hari ini, saya turun mendampingi bapak Sekda dalam penertiban PKL di pasar atas Sarolangun, tentu kita akan mengkaji bagaimana kawasan pasar ini bisa lebih baik kedepan, terutama pembangunan infrastruktur pasar yang memadai,” katanya.
Sementara itu, Sekda Sarolangun Muhammad Arief mengatakan ada sebanyak 206 pedagang kaki lima yang nantinya akan dilakukan pemindahan tempat untuk berjualan di lokasi yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Sarolangun.
Kata Sekda, pihaknya akan memastikan kedepan tidak ada lagi PKL yang berjualan di pinggir jalan, di badan jalan, di atas saluran dan nasi dan lain. Tidak ada, tidak ada yang berjualan di depan toko sehingga para penyewa toko ini juga mereka akan senang.
” Mudah-mudahan mulai hari ini, kita lihat, kita saksikan bersama tadi para pedagang PKL siap untuk mereka pindah ke tempat yang akan kami sediakan, seperti di sini salah satunya di Kios Anggrek dan Kamboja,” katanya.
” Kemudian para penyewa Kios, jadi kita ada beberapa Kios milik Pemda, juga milik dari Hotel Abadi, dan juga milik pribadi, itu kita sampaikan. Mereka untuk melakukan penertiban atau penataan bangunan yang berada di depan atau ada tambahan atau lapak di depan,” kata dia menambahkan.
Penulis : A.R Wahid Harahap





