
KABAR SAROLANGUN – Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, SE memimpin langsung kegiatan Rapat Evaluasi Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Sarolangun Tahun 2026 dalam rangka meningkatkan koordinasi dan sinergitas bersama seluruh stakeholder dan satgas Karhutla dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana karhutla, Selasa (27/10/2026) di ruang Pola Utama Kantor Bupati Sarolangun.
Rapat tersebut turut dihadiri Sekda Sarolangun Ir Muhammad Arief, RH, MUM, Mewakili Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.IK, MH, Mewakili Kodim 0420/Sarko Babinsa Koramil 420-04 Sarolangun Pelda Surani, Kalaksa BPBD Sarolangun Solahuddin Nopri, SH diwakili Kabid Kedaruratan Yen Iswadi, Kadis Damkar Sarolangun Trianto, S.IP, ME, Kadis Sosial Sarolangun Drs Muhammad Idrus, Para kepala OPD atau mewakili, Para Camat, Manggala Agni, KPHP Sarolangun dan jajaran tim Satgas Karhutla Kabupaten Sarolangun
Pada kesempatan itu, Sekda Sarolangun Muhammad Arief mengatakan Dampak Karhutla di Kabupaten Sarolangun mengakibatkan kabut asap yang membuat kualitas udara di wilayah Kabupaten Sarolangun tidak sehat. Maka perlu dilakukan rapat evaluasi penanggulangan bencana karhutla.
” Kita bersyukur bahwa Pemerintah Pusat melalui bantuan presiden telah menggulirkan dana untuk penanggulangan Karhutla, sebelumnya hanya ada 3 Kabupaten dan 1 Provinsi Jambi, dan saat ini sebanyak 9 Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi,” katanya.
Ia berharap memang dengan bantuan presiden, dapat digunakan dengan sebaik-baiknya untuk keperluan dalam penanggulangan bencana karhutla baik saat status siaga tanggal darurat maupun pasca tanggal darurat sesuai arahan dari Mendagri.
” Banpres Penanggulangan Karhutla sesuai arahan dirjen Mendagri untuk digunakan sesegera mungkin dalam melengkapi kebutuhan sarana dan prasarana, peralatan, dukungan operasional pencegahan, dan penanggulangan Karhutla,” katanya.
” Kelompok Masyarakat Peduli Api (KMPA) yang sudah terbentuk ini perlu juga perhatikan dalam sarana dan prasarana, perlengkapan untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan,” kata dia menambahkan.
Selain itu, Kabid Kedaruratan BPBD Sarolangun Yen Iswadi mengatakan bahwa dalam penanggulangan bencana karhutla dilakukan dengan sinergitas dan koordinasi bersama seluruh jajaran tim satgas Karhutla Kabupaten Sarolangun dan stakeholder terkait.
Di Kabupaten Sarolangun 1738 titik hotspot Priode 1 Januari 2026-25 Oktober 2026, dengan Luas daerah yang terbakar, terdiri dari Lahan gambut sebanyak 541,10 Hektar dan Lahan Mineral sebanyak 275,45 Hektar
” Kendala penganganan dilapangan, yakni sumber air, lokasi dan akses jalan, alat, personel, keterbatasan sistem komunikasi dan koordinasi,” katanya.
” Solusi penanganan Karhutla mengoptimalkan jalur alternatif menuju titik kebakaran, memperkuat dukungan sarana dan prasarana Melalui koordinasi lintas sektoral, memperkuat sinergitas antar Tim satgas dengan perangkat desa untuk mendukung penanganan karhutla,” kata dia menambahkan.

Sementara itu, Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika dalam arahannya mengatakan bahwa kondisi karhutla di wilayah Kabupaten Sarolangun saat ini masih menjadi perhatian serius oleh seluruh jajaran tim satgas karhutla.
Meski begitu, tentu hujan deras yang terjadi beberapa hari yang lalu sangat disyukuri karena bencana kabut asap akibat karhutla sudah berjuang dengan kualitas udara saat ini di Kabupaten Sarolangun berada di posisi aman atau normal.
” Memang saat ini karhutla ini masih jadi isu yang sangat penting dibahas dan juga perlu kita bahas bagaimana penanganannya ke depan, apalagi pemerintah dari pusat sudah cukup berupaya maksimal mungkin dengan memberikan dana bantuan dan juga termasuk kita dari Kabupaten Sarolangun itu sudah diberikan dana bantuan,” katanya.
” Jadi dari dana bantuan itu kita perlu untuk memberikan pertanggungjawaban bagaimana penanganan kita setelah mendapatkan bantuan ini. Dan juga tentu ini adalah yang hari ini kita mau tahu selain juga evaluasi penanganan karhutla beserta kendalanya dan juga sudah beberapa hal yang sudah disampaikan yang tentu yang kita harapkan juga solusi-solusi yang bisa kita lakukan ke depan,” kata dia menambahkan.
Selain itu, Gerry Trisatwika juga meminta kedepan agar juga difokuskan pada pencegahan Karhutla serta pemberian efek jera bagi para pelaku yang sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan supaya tidak terjadi lagi kedepannya.
” Kami juga apresiasi seluruh tim satgas karhutla baik TNI, Polri, Manggala Agni dan masyarakat dalam sinergitas bersama dalam penanganan karhutal di Kabupaten Sarolangun,” katanya.
Penulis : A.R Wahid Harahap


