
KABAR SAROLANGUN – Dalam rangka menekan angka pengangguran terbuka menuju visi dan misi Bupati Sarolangun H Hurmin menuju Sarolangun Maju, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) sukses menggelar kegiatan Pelatihan Keterampilan Berbasis Kompetensi.
Alhasil sebanyak 32 orang peserta setelah ditempat lebih kurang 1 bulan dinyatakan lulus dengan memiliki skill terdiri dari 16 orang pekerja skill kejuruan Menjahit dan 16 orang pekerja skill Otomotif Sepeda Motor.
Pelatihan berbasis kompetensi tersebut resmi ditutup, Selasa (03/11/2026) oleh Bupati Sarolangun H Hurmin diwakili Staf Ahli Bupati Sarolangun Hendrik Andilala, S.STP, yang berjalan dengan lancar di ruang Aula Disnakertrans.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kadisnakertrans Sarolangun H Juddin, S.Ag, M.Pd.I, Sekretaris Disnakertrans Sarolangun Hanibar, SE, Sekretaris Dinas PMD Sarolangun, Para Narasumber dan Instruktur, Kepala UPTD BLK Sarolangun, Para Camat dan Lurah serta tamu undangan lainnya.
Penutupan pelatihan ini ditandai dengan pemberian sertifikat kepada para peserta serta bantuan peralatan berupa alat mesin jahit bagi peserta dengan kejuruan menjahit dan peralatan otomaotif bagi peserta kejuruan otomotif sepeda motor.
Kadisnakertrans Sarolangun Juddin mengatakan khusus untuk peserta pelatihan menjahit, para peserta yang telah memiliki skill menjahit dibuktikan dengan pakaian seragam peserta pada acara penutupan serta kain alas meja dan kursi.
” Kami berharap seluruh peserta dengan satu bulan melaksanakan pelatihan, hasil produk yang mereka jahit dengan membuat seragam sendiri. Dengan ketekunan dan keuletan juga termasuk alas meja dan alas kursi merupakan produk dari pelatihan menjahit para peserta,” katanya.


Juddin menjelaskan kegiatan pelatihan ini dibagi dua tempat, untuk pelatihan otomotif sepeda motor dengan 16 orang berlangsung di Kantor Camat Singkut, sedangkan pelatihan menjahit dilakukan di gedung BLK Sarolangun, Kecamatan Sarolangun.
” Tentunya pelatihan dalam rangka meningkatkan kualitas manusia yang kompeten, terampil dan siap bersaing dunia kerja dan masa depan nanti,” katanya.
Selain itu, kata Juddin dengan pelatihan ini peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara teknis tetapi juga memiliki sikap kerja yang baik, tanggung jawab dan semangat untuk terus berkembang.
Menurutnya, jegiatan pelatihan ini adalah upaya pemerintah yang merupakan program visi-misi Baoak Bupati Sarolangun bagaimana upaya untuk mengurangi pengangguran terbuka.
” Alhamdulillah kita sudah melatih dengan jumlah peserta yang sudah dilatih dari 5 Paket itu lebih kurang dari 81 orang artinya 81 orang itu sudah dilatih oleh Pemerintah Daerah kepada masyarakat kita, putra-putri ataupun Ibu dan Bapak sekalian,” katanya.
” Dengan skill itulah salah satu untuk meningkatkan pendapatan penghasilan Bapak Ibu yang ada di Kabupaten Sarolangun,” kata dia menambahkan.
Sementara itu, Staf Ahli Bupati Sarolangun Hendrik Andilala mengatakan bahwa masalah serius yang harus segera ditangani demi meningkatkan kualitas kehidupan di tengah masyarakat diantaranya adalah mengurangi tingkat pengangguran terbuka.
Berdasarkan data dari BPS tahun 2025 tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Sarolangun berjumlah 4,68% dari jumlah angka kerja sebesar 150.000 pekerja.
” Untuk itu saya berharap kepada para peserta pelatihan yang telah mengikuti pelatihan dan sekaligus mendapatkan bantuan alat untuk dapat menciptakan usaha baru atau dapat bekerja di perusahaan-perusahaan yang pada akhirnya akan dapat mengurangi pengangguran di kabupaten Sarolangun,” katanya.


Kata Hendrik, bahwa tujuan dilaksanakan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan produktivitas dan menekan angka pengangguran guna meningkatkan kesejahteraan pencari kerja kemudian memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada generasi muda khususnya di Kabupaten Sarolangun yang belum memiliki keterampilan sekaligus memiliki soft skill sehingga dapat bersaing di dunia kerja dan memperluas lapangan kerja.
” Setelah menempuh waktu selama kurang lebih 28 hari mengikuti pelatihan keterampilan, diharapkan kepada para peserta pelatihan mampu memenuhi kebutuhan tersebut meski secara kualitas dan kuantitas masih perlu pembinaan,” katanya.
Penulis : A.R Wahid Harahap


