Minggu, Agustus 31, 2025
spot_img
spot_img

Akibat Sungai Batang Tembesi Naik, Jembatan Gantung Penghubung Desa Penarun Menuju Lahan Pertanian dan Perkebunan Rusak Total

Kades Syahrial : Kita Minta Bangun Baru 

Kondisi Jembatang gantung penghubung antar desa ke lahan perkebunan dan pertanian masyarakat rusak total akibat diterjang sungai Batang Tembesi saat hujan deras belakangan ini

KABAR SAROLANGUN – Akibat musim penghujan belakang ini, mengakibatkan debit air sungai Batang Tembesi naik hingga merusak sejumlah fasilitas pelayanan publik.

Salah satunya Jembatan gantung penghubung Di Desa Penarun, Kecamatan Bathin VIII, mengalami kerusakan total akibat diterjang air sungai Batang Tembesi, Sabtu (13/01/2024).

Akibatnya akses jembatan satu-satunya tersebut untuk menghubungkan antar dusun menuju lahan perkebunan dan pertanian masyarakat jadi terputus.

Kepala Desa Penarun, Syahrial kepada media kabarsarolangun.com mengatakan kondisi rusaknya jembatan tersebut memang karena sudah termakan usia, selain kayu yang sudah mulai lapuk, besi-besi dan tali Sling juga sudah ada yang putus.

” Hari ini kita meninjau langsung kondisi jembatang gantung yang rusak total akibat diterjang hujan dan derasnya air sungai Batang Tembesi, ini kita lihat kerusakan parah,” katanya.

Syahrial juga menyebutkan akibat rusaknya jembatan gantung tersebut membuat akses transportasi hasil perkebunan dan pertanian masyarakat jadi terhenti, sehingga persoalan harus dapat disikapi dengan cepat, dengan membangun baru jembatang gantung yang lebih tinggi dan lebih lebar sehingga masyarakat mudah membawa hasil perkebunan ataupun pertanian.

” Kalau kita pemerintah desa tidak sanggup membangun jembatan gantung baru, karena ini membutuhkan dana yang besar. Maka kami harapkan bantuan pemerintah Kabupaten ataupun Provinsi untuk membangun baru jembatan yang lebih tinggi dan lebar, ini untuk kebutuhan masyarakat,” katanya.

Penulis : A.R Wahid Harahap

- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU