Sabtu, Juni 15, 2024
BerandaDAERAHAnanda Rahmatullah, Pemuda Sarolangun Nantikan Politik Gagasan di Pilkada Sarolangun 2024

Ananda Rahmatullah, Pemuda Sarolangun Nantikan Politik Gagasan di Pilkada Sarolangun 2024

Ananda Rahmatullah, Founder Wadah Serumpun Pemuda Sarolangun

KABAR SAROLANGUN – Setelah melewati segala dinamika pemilihan legislatif (PILEG) pada 14 Februari 2024 lalu, hiruk pikuk jelang Pemilihan Kepala Daerah (PILKADA) kian senter menggema di Bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko.

Semua itu di tandai dengan intensnya pergerakan dari para calon yang sedang berlomba-lomba menarik simpati masyarakat Kabupaten Sarolangun yang di tandai dengan pemasangan baliho serta pendaftaran ke masing-masing Partai Politik.

Hingga saat ini, beberapa nama-nama Politikus ulung dikabarkan siap mentas pada pesta demokrasi 5 tahunan itu, seperti, Tontawi Jauhari, Hillalatil Badri, Muhammad Fauzi, Muhammad Madel, Aang Purnama, H. Adnan, Erick Abdullah, Muhamamd Syaihu, serta M. Fadlan Arafiqi

Tak hanya itu, Putra mantan Bupati Sarolangun dua periode Cek Endra yakni Gery Trisatwika juga di kabarkan ikut andil menjadi kontestan.

Antusiasme dalam menyambut hal tersebut di ungkapkan oleh Ananda Rahmatullah, Founder wadah serumpun pemuda Sarolangun.

Ananda berharap Pilkada Sarolangun tahun 2024 ini bisa melahirkan pemimpin yang mempunyai gagasan tegak lurus pada kepentingan masyarakat.

” Yang punya ide dan gagasan besar untuk mengatasi berbagai kepentingan masyarakat, mulai dari kebijakan, kemiskinan, pengangguran, pemerataan infrastruktur, melambungnya berbagai kebutuhan pokok, akses pendidikan dan kesehatan,” katanya, melalui pesan singkat, Senin (20/05/2024).

Ananda Rahmatullah beserta para pemuda/i Sarolangun

Ananda juga menilai, pemimpin yang tegak lurus ke masyarakat bisa berdampak pada kualitas sumberdaya daya manusia di Kabupaten Sarolangun.

” Politik gagasan diperlukan untuk menjaga kewarasan untuk tidak mengabaikan kepentingan daerah yang lebih besar,” katanya.

Untuk itu dirinya meminta masyarakat harus cerdas mengunakan hak pilih, karena berdampak pada pemerataan pembangunan serta kehidupan sehari-hari.

” Kemudian mendengar solusi yang kongkrit dari si calon, Misalnya kegelisahan tentang ketimpangan pembangunan dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. ini dijawab dengan gagasan dan ditunjang dengan narasi yang mudah dicerna oleh masyarakat, sehingga melahirkan kesatuan visi-misinya ,” katanya.

Kendati demikian, dengan tingginya dominasi pemilih pemula gen Z yang di tafsir mencapai angka 56,45%. di harapan bisa berimbas pada kesadaran muda-mudi dalam meletakkan amanah sebagai wujud kecintaan terhadap Kabupaten yang berdiri sejak 1999.

” Dari berbagai lembaga survei, generasi milenial dan generasi Z mendominasi pemilih yakni sebanyak 56,45% dari total keseluruhan secara nasional, karena itu anak muda harus memiliki integritas, kritis, serta bijak dalam melihat dan memberi saran apa yang mesti di benahi,” katanya.

Penulis : M. Imanuddin

Editor : A.R Wahid Harahap

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU