Kamis, Juli 25, 2024
BerandaDAERAHBayangkan Kalau Hujan, Akses Jalan Menuju Desa Jernang Baru Sangat Menyedihkan

Bayangkan Kalau Hujan, Akses Jalan Menuju Desa Jernang Baru Sangat Menyedihkan

 

Penjabat Bupati Henrizal, bersama Camat Mandiangin Timur Jarir dan masyarakat setempat saat melihat jalan berlobang sedalam 1,5 Meter menuju desa Jernang baru

KABAR SAROLANGUN – Penjabat Bupati Sarolangun Henrizal, S.Pt, MM dalam kunjungan kerja ke Kecamatan Mandiangin Timur, langsung merespon keluhan masyarakat setempat khususnya Desa Jernang Baru, Senin (02/01/2023).

Mendapati laporan adanya akses jalan yang sangat memprihatinkan, Penjabat Bupati Henrizal beserta rombongan langsung memutar arah kendaraan dinas dari desa Meranti Baru menuju titik jalan yang rusak parah tersebut.

Setiba di titik lokasi tersebut, Penjabat Bupati Sarolangun Henrizal menghentikan kendaraan dinasnya untuk melihat langsung kondisi jalan yang berlobang hampir 1,5 Meter sehingga jikalau hujan dipastikan masyarakat tidak bisa melalui jalan tersebut.

Sebab, bayangkan saja bila saat hujan jalan akan tergenang dan berlumpur, sehingga masyarakat akan sangat kesulitan bila ingin bepergian ke desa tetangga ataupun dalam mengangkut hasil perkebunan dan pertanian dari Desa Jernang Baru.

Kades Meranti Baru Mukmin Bintang mengatakan kondisi jalan dari desa Meranti baru ke jernang baru ini memang sudah sangat rusak parah ini sekitar 8 kilo meter, yang ketika hujan masyarakat tidak bisa melewati jalan tersebut.

” Kalau hujan tidak bisa lewat, dan bahkan masyarakat di jernang baru pernah mengalami kerugian akibat buah sawit busuk, dan kerusakan ini karena tidak ada perawatan sehingga badan jalan ini rusak parah,” katanya.

Kondisi Jalan poros masyarakat di desa Jernang Baru yang merupakan akses jalan yang juga digunakan untuk menuju Kabupaten Batanghari

Sementara itu, Penjabat Bupati Sarolangun Henrizal, mengatakan bahwa dirinya baru hari ini mengetahui kondisi jalan menuju desa Jernang baru yang kondisinya sangat memprihatinkan. Setelah melihat kondisi di lapangan, bahwa kondisi jalan yang rusak parah bukan hanya satu titik saja melainkan ada lebih kurang 5 titik.

” Cukup prihatin kita melihat kondisi jalan ini, dimana masyarakat lewati jalan ini bahkan anak-anak sekolah. Kedepan akan kita cari solusinya, kita lihat sekarang dalam kondisi kering terdapat lobang sedalam 1,5 Meter, bayangkan kalau hujan ataupun musim hujan yang panjang otomatis masyarakat tidak bisa melewati ini dan tidak mengeluarkan hasil perkebunan,” katanya.

Henrizal menyebutkan untuk sementara ini, akses jalan menuju desa Jernang baru yang dilalui oleh 600 KK masyarakat setempat ini akan diperbaiki melalui Dana Pemeliharaan yang ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sarolangun.

” Saya minta untuk dilakukan perbaikan di beberapa titik dari anggaran pemeliharaan yang ada di tahun 2023, karena kalau untuk dianggarkan sudah tidak bisa lagi karena baru saja pengesahan anggaran. Kondisi jalan ini saya minta untuk segera ditindak lanjuti, paling tidak ketika lewat dari jalan tersebut tidak nyangkut lagi dan meskipun saat hujan tetap bisa lewat,” katanya.

Selain itu, Menurut Henrizal, kedepan tidak menutup kemungkinan akan menjadikan akses jalan ini menjadi jalan strategis Provinsi Jambi, karena ini jalan perbatasan yang menghubungkan antara Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Batanghari. Karena kerja sama antara daerah sudah dilakukan masa kepemimpinan Bupati Sarolangun Cek Endra.

” Ada lima titik itu luar biasa, memang ketika hujan sama sekali tidak bisa lewat, dan sekarang ini kita pakai double cabin kalau mobil biasa saya pikir juga akan Sulit dilewati. Kalah jalan ini rusak dan tidak bisa lewat ini masyarakat melewati Kabupaten Batanghari,” katanya.

Penulis : A.R Wahid Harahap

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU