
KABAR SAROLANGUN – Bunda PAUD Kabupaten Sarolangun Ny Hj Risha Fitria Hurmin membuka secara langsung kegiatan Bimbingan Tekhnis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) PAUD Holistik integratif (HI) Untuk Kepala Satuan PAUD, Pengawas dan Penilik Dalam Kabupaten Sarolangun, Rabu (07/10/2026) di Ruang Aula Disdikbud Sarolangun.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Sarolangun Ny Lilis Sumiati, Plt Kepala Kemenag Sarolangun Drs H Mat Ali Martado, Kadis Dikbud Sarolangun Drs H Arsyad, SH, M.Pd.I, diwakili Plt Sekretaris Muallimin, M.Pd.I, Nara Sumber dari Jambi Ibu Jamilah, Kadis Sosial Sarolangun Drs Muhammad Idrus, Kepala DPPKB Sarolangun Jupri, SE, Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenromora, S.STP, MH, Kadisdukcapil Sarolangun Emalia Sari, SE, ME, Plt Kepala BPKAD Sarolangun Hj Maria Susanti, SE.
Hadir juga Kabid PAUDNI Dra. Parida, S.Ag, M.Pd, Kabid Pemenuhan Hak Anak Rahmi Aini, M.Ps.I, Ketua HIMPAUDI Kabupaten Sarolangun Rubiati, S.Pd, Gr, Jajaran OPD terkait, Perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perwakilan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Para Kepala Satuan PAUD, Para Pengawas dan Penilik serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam arahannya, Bunda PAUD Kabupaten Sarolangun Ny Risha Fitria mengatakan bahwa Pendidikan anak usia dini merupakan masa emas atau usia emas yang sangat menentukan kualitas sumber daya manusia bangsa kita di masa depan.
Berdasarkan Peraturan Presiden nomor 60 tahun 2013 tentang pengembangan anak usia dini atau holistik integratif dipahamkan bahwa pemenuhan kebutuhan data anak usia dini ini tidak hanya terbatas pada pelayanan pendidikan.


” Pengembangan anak usia dini holistik integratif hari ini ada beberapa yang terpadu untuk memenuhi kebutuhan esensial kehidupan secara simultan sistematis dan terintegrasi meliputi kesehatan, perawatan, pengasuhan perlindungan serta kesejahteraan anak,” katanya.
Dikatakan Risha Fitria bahwa penyelenggaraan PAUD HI ini menuntut kolaborasi dan keterlibatan aktif Dari semua pihak baik instansi pemerintah, organisasi masyarakat, organisasi profesi, tokoh masyarakat juga orang tua itu sendiri.
Keberhasilan penerapan PUAD HI di lapangan sangat tergantung pada pilar utamanya yaitu kualifikasi dan kapasitas pemberdayaan manusianya itu sendiri, pengelolaannya kepala satuan PAUD serta pengawasan dan penilik adalah ujung tombak dan bergerak utama dalam memastikan setiap satuan PAUD mampu menghadirkan layanan yang holistik dan berkualitas.
” Melalui kegiatan rapat koordinasi ini peningkatan kapasitas bapak-bapak ibu-ibu sekalian dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan pemahaman pengetahuan, memahami sejarah dalam konsep indikator dan pemenuhan layanan PAUD hi di satuan pendidikan,” katanya.
Selain itu, Risha Fitria juga meminta agar memanfaatkan sinergi lintas sektor, meningkatkan kualitas pendamping bagi para pengawas dan penilik kiranya dapat melakukan pembinaan dan pendampingan yang intensif agar seluruh satuan PAUD HI secara bertahap bertransformasi menjadi satuan PAUD HI
Sebagai Bunda PAUD Kabupaten Sarolangun, iapun menaruh harapan besar dan komitmen penuh untuk terus mendukung terwujudnya layanan per hari yang merata dan berkualitas di seluruh wilayah tempat. Maka ia mengajak seluruh stakeholder untuk menyatukan langkah bersinergi dan bergandengan tangan serta memperkuat komitmen bersama demi menghadirkan anak-anak sekolah yang sehat, cerdas, ceria dan berakhlak mulia menuju Indonesia emas.
” Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim kegiatan Bimtek Peningkatan Kapasitas SDM PAUD HI Untuk Kepala Satuan PAUD, Pengawas dan Penilik Dalam Kabupaten Sarolangun tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Bunda PAUD Kabupaten Sarolangun Ny Hj Risha Fitria bersama seluruh jajaran stakeholder melakukan penandatanganan komitmen bersama pengembangan PAUD HI serta diakhiri dengan Poto bersama.
Penulis : A.R Wahid Harahap


