spot_img

Debit Air Sungai Berkurang Drastis, Perumda TSB Sarolangun Lakukan Penggalian Hingga Penggantian Pompa Atasi Keluhan Pelanggan

Direktur Perumda TSB Sarolangun Mulyadi saat mengecek penggantian pompa di intake Gunung Kembang agar sampai ke dasar sungai untuk memenuhi kebutuhan sumber air baku 

KABAR SAROLANGUN – Dampak musim kemarau yang terjadi di wilayah Kabupaten Sarolangun mengakibat debit air sungai berkurang drastis, serta berdampak terhadap ketersediaan sumber air baku Perusahaan Umum Daerah Tirta Sako Batuah (Perumda TSB) Sarolangun yang juga sempat mengalami kekeringan.

Pasalnya dua hari belakangan ini banyak pelanggan khususnya di wilayah Kota Sarolangun dan Singkut mengeluhkan kondisi air Perumda TSB tidak mengalir alias mati.

Direktur Perumda TSB Sarolangun Mulyadi, SE mengatakan bahwa untuk wilayah kota Sarolangun khususnya wilayah Gunung Kembang, Pasar Atas Sarolangun, Sri Pelayang, Eks Kompi Lama dan Tanjung Rambai menggunakan intake Gunung Kembang yang ada di Sungai Batang Tembesi dekat Jembatan kembar Sarolangun.

Kondisi intake Gunung Kembang saat musim kemarau ini mengalami kesulitan sumber air baku karena debit air sungai berkurang drastis menyebabkan sumber air bakunya kering.

” Kita sudah melakukan upaya kemarin kurang lebih 2 hari penuh, kawan-kawan dari bagian teknik dan produksi dan distribusi melakukan penggalian sehingga air bisa tertampung. Karena memang debit airnya berkurang, kemudian kita juga melakukan penggantian pompa,” katanya, Kamis (20/08/2026) kepada media ini.

Selama dua hari belakangan ini juga petugas dari Perumda TSB tak kenal lelang siang dan malam, memantau dan mengecek distribusi air bersih agar berjalan optimal yang bahkan tengah malam agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

” Yang mana terpaksa kita masukkan pompa yang sesuai dengan bisa diturunkan sampai ke dasar. Nah ini sudah kita lakukan dan Alhamdulillah pada sore kemarin air sudah hidup tapi tentu karena debit airnya yang memang tidak memenuhi standar, tetap kita produksi sehingga sampai ke rumah masyarakat itu belum maksimal,” katanya.

Direktur Perumda TSB Sarolangun Mulyadi bersama personilnya bekerja hingga tengah malam agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan dalam memenuhi kebutuhan air bersih

” Tapi beberapa sebagian besar. Terutama wilayah kantor Gunung Kembang, kemudian wilayah Pasar, wilayah Kompi lama, itu airnya sudah ngalir. Alhamdulillah. Tinggal kita ke arah Tanjung Rambai, ke arah Tanjung Rambai yang masih belum sampai airnya sampai pagi ini. Kami cek tadi, tim selalu melakukan pengecekan ke rumah masyarakat,” kata dia menambahkan.

Selain itu, pihaknya juga Menindaklanjuti keluhan pelanggan dari Kecamatan Pelawan dan Singkut. Akibat kemarau, dua bulan terakhir ini karena ada pengalihan air sungai sehingga airnya betul-betul kering.

Mulyadi menjelaskan pihaknya sudah mencoba menggunakan sukur bor yang ada di patok 16. Namun itu juga tidak bisa memenuhi keinginan seluruh masyarakat.

” Bahkan kita melakukan bantuan air bersih, tapi tidak bayar, tapi tentu karena keterbatasan armada, armada itu cuma sekok juga umurnya sudah tua, terpaksalah kita gantian. Yang jelas sehari bisa sampai tiga mobil lah kita kirim untuk ke singkut,” katanya.

” Tapi tentu keterbatasan armada tadi lagi, sekali lagi, keterbatasan armada, oh udah mau giliran. Itu yang kita lakukan hari ini,” kata dia menambahkan.

Penulis : A.R Wahid Harahap

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU