Minggu, Juni 23, 2024
BerandaDAERAHDekranasda Sarolangun Fokus Kembangkan Tenun Kain Songket Khas Daerah

Dekranasda Sarolangun Fokus Kembangkan Tenun Kain Songket Khas Daerah

Darna Batik Masuk Museum Batik Nasional

Ketua Dekranasda Sarolangun Ny Rr Indah Dewi Pangesti saat dilantik oleh Ketua Dekranasda Provinsi Jambi Ny Hj Hesnidar

KABAR SAROLANGUN – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sarolangun Ny Rr Indah Dewi Pangesti bakal memfokuskan program pengembangan tenun kain songket khas daerah Sarolangun.

Hal itu dikatakannya usai secara resmi dilantik sebagai ketua dekranasda Kabupaten Sarolangun oleh Ketua Dekranasda Provinsi Jambi Ny Hj Hesnidar Haris, Rabu (31/05/2023) di ruang pola Kantor Bupati Sarolangun.

Kata Indah Dewi Pangesti, bahwa pelatihan kerajinan tenun telah pernah dilakukan di wilayah Kabupaten Sarolangun atas program dari Direktorat Kursus dan Pelatihan-Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek, serta Dekranas Pusat.

” Dekranasda Sarolangun, nantinya akan kita fokuskan pembinaan tenun songket, karena kemarin sudah ada pelatihan bagi anak-anak muda kita, yang sudah terlatih,” katanya, saat diwawancarai media ini.

Katanya, Dekranasda Provinsi Jambi juga memberikan perhatian dan evaluasi terhadap sejauh mana hasil dari pelaksanaan pelatihan tenun tersebut. Maka dari itu, iapun berharap kedepannya akan lahir UMKM di Kabupaten Sarolangun pada sektor tekun tenun kain songket.

” Kita akan mempromosikan kerajinan-kerajinan yang ada di Sarolangun untuk lebih dikenal masyarakat luas,” katanya.

Selain itu, Ia juga mengatakan untuk kerajinan batik juga akan menjadi perhatian oleh pihaknya, sebab di Kabupaten Sarolangun memiliki para pengrajin batik yang kualitasnya sudah setaraf nasional. Salah satunya, Darna Batik Sarolangun.

Maka iapun mengharapkan para pengrajin batik terus mengembangkan UMKM dengan produk batik khas Sarolangun.

” Kerajinan batik, kita akan galakkan besar-besaran untuk mempromosikan batik batik sarolangun. Kita ada batik dari darna, kemudian ada juga batik di Mandiangin, dan Singkut. Kita minta dikembangkan lagi nanti di promosikan pada bazar dan pameran baik di Jambi maupun di luar daerah seperti di jakarta,” katanya.

Ketua Dekranasda Kabupaten Sarolangun Ny Indah Dewi Pangesti

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Jambi Ny Hj Hesnidar mengatakan untuk kerajinan tenun telah di ajukan ke UNESCO untuk menjadi kerajinan dunia, dan saat ini tenun sudah diakui dunia sebagai salah satu warisan budaya tak benda.

” Program tenun, pelatihan tenun, bersama 6 provinsi yang mendapatkan pelatihan tenun dengan anggaran dari ibu Kabid Dikbud ristek. Tenun di Indonesia ini yang lebih besar itu, NTT, Bali, Medan, namun kita masuk dalam 6 provinsi pada kegiatan program pelatihan tenun. Dimana program ini untuk membangun wirausaha baru di Kabupaten Sarolangun,” katanya.

Hesnidar pun meminta Dinas Koperindag Kabupaten Sarolangun bersama Dekranasda Kabupaten Sarolangun untuk menindaklanjuti program pelatihan tenun kain songket yang dilaksanakan di Sarolangun. ” Seluruh kerajinan-kerajinan di Kabupaten Sarolangun untuk dapat terus dibina,” katanya.

Menariknya, Kata ibu Gubernur Jambi ini, Batik Darna Sarolangun belum banyak orang mengetahui bahwa saat ini batik khas Sarolangun ini sudah layak dan diakui kualitasnya secara nasional sehingga masuk dalam museum batik nasional.

” Batik Sarolangun dari dharna batik sudah diterima sebagai batik daerah yang layak untuk menjadi dan diakui kualitasnya secara nasional, yang sudah masuk dalam museum batik nasional,” katanya.

Penulis : A.R Wahid Harahap

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU