
KABAR SAROLANGUN – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sarolangun menggelar kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan dan Penanganan Kebakaran Tahun 2026, Rabu (12/08/2026) di ruang Aula Cafe EG, Desa Sungai Abang, Kecamatan Sarolangun.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, SE yang dihadiri Asisten I Sarolangun Muliyadi, S.Sos, Para Staf Ahli Bupati Sarolangun, Kadis Damkar Sarolangun Trianto, S.IP, ME, Para Narasumber, Plt Kepala BPKAD Sarolangun Hj Maria Susanti, SE, Kalaksa BPBD Sarolangun Solahuddin Nopri, SH.
Hadir juga sejumlah OPD terkait, Direktur Bank Jambi Cabang Sarolangun Ardian Setiawan, SE atau mewakili, Pihak Perusahaan (PT KDA, PT BWP, PT Semeru, PT Kedaton, PT Sabang Sawit Nusantara, PT Sukses Gemilang Palem, PT SRMD, PT IGUN, PT KBB, PT SPBE, PT Jambi Anugerah Coalindo, PT Techwin, PT Ceritas Ebergy Indonesia, Pihak perbankan, jajaran Puskesmas, Para pelaku usaha dan UMKM dan tamu undangan lainnya.


Kepada media ini, Kadis Damkar Sarolangun Trianto mengatakan kegiatan sosialisasi ini diikuti sebanyak 50 orang peserta terdiri dari BUMN, BUMD, pelaku usaha dan UMKM, yang dilaksanakan selama satu hari pada hari Rabu tanggal 12 Agustus 2026 bertempat di Cafe EG.
” Sasaran dalam kegiatan ini ada tiga sektor, Sektor perusahaan, perbankan dan UMKM, sektor Industri dan Sektor Domistik atau rumah tangga,” katanya.
Trianto juga menjelaskan bahwa pihaknya dalam pencegahan dan penanganan kebakaran telah membentuk relawan damkar atau Redkar, jumlahnya 150 orang hingga tahun 2026 ini.
Tentunya relawan damkar ini paling tidak memberikan informasi ketika ada kebakaran, paling tidak per satu desa ada lima orang relawan damkar, dimana Redkar ini orang yang peduli akan keselamatan
” Untuk pelayanan, kita damkar berada di angka 95. Dan saya ingin aparatur damkar terlatih dalam rangka meningkatkan SDM aparatur,” katanya.
Selain itu, Trianto juga menyebutkan kedepan pihaknya akan membentuk tim dari dinas damkar dalam proses perizinan layak fungsi suatu pembangunan gedung, sebagaimana acuan Peraturan Mentri PUPR Nomor 28 tahun 2026, bahwa pembangunan gedung harus ada rute pengamanan, evakuasi, Alat Pemadaman Api Ringan (APAR).
” Dinas Damkar hari ini dari type C dan kita upayakan untuk naik menjadi Type B, kita menunggu evaluasi dari gubernur Jambi untuk dinaikkan menjadi type B. Kita telah menyusun kerangka dari dua Kabid menjadi tiga Kabid,” katanya.
” Sarana dan prasaranan dimana Gedung Damkar sudah terbangun, namun parkir kendaraan juga belum memadai. Dalam ketersedian aparatur, ada pemadam 1, Pemadam 2, mitigasi dan penyelamatan,” kata dia menambahkan.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Damkar Sarolangun juga melakukan simulasi Alat Pemadaman Api Ringan (APAR) yang diperagakan oleh Personil Damkar yang sudah profesional, serta diakhiri dengan pemaparan narasumber dalam mengedukasi peserta untuk pencegahan dan penanganan kebakaran.
Penulis : A.R Wahid Harahap


