Minggu, Juni 23, 2024
BerandaDAERAHForkompinda Sarolangun Bahas Konflik Lahan, PETI Hingga Vaksinasi

Forkompinda Sarolangun Bahas Konflik Lahan, PETI Hingga Vaksinasi

 

Bupati Cek Endra saat memimpin rapat forkompinda

SAROLANGUN – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Sarolangun menggelar rapat yang langsung dipimpin oleh Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra, Selasa (18/02/2022) di ruang Pola Utama Kantor Bupati Sarolangun.

Kegiatan itu tampak dihadiri Wakil Bupati Sarolangun H Hillalatil Badri, Kapolres Sarolangun AKBP Anggun Cahyono, Sik, Dandim 0420/Sarko Letkol Inf Tomy Radya Lubis, S.Ap, M.Han, Sekda Sarolangun Ir Endang Abdul Naser, Kejari Sarolangun, Pengadilan Negeri Sarolangun serta para kepala opd dalam lingkungan Pemkab Sarolangun.

Dalam rapat forkompinda dilaksanakan dalam rangka membahas beragam persoalan masalah-masalah terjadi di Kabupaten Sarolangun. Mulai dari konflik lahan, Penambang Emas Tanpa Izin (PETI), percepatan vaksinasi masih jadi soal untuk diselesaikan.

Bupati Sarolangun Cek Endra mengatakan, untuk konflik lahan, dirinya telah meminta kepada tim terpadu menginventarisir dan menyampaikan progres penyelesaian tiap minggunya.

“Kemarin suku anak dalam sudah selesai, nanti untuk PT SAM dengan masyarakat Mandiangin, insyaallah bisa terpenuhi masalah-masalah ini tidak ditumpuk dan tidak ada penyelesaian,” katanya.

Menurut Cek Endra, selain permasalahan konflik itu, kedepan pihaknya juga akan menyelesaikan konflik lahan antar masyarakat dengan PT Agrindo lalu.

Lebih lanjut, mengenai permasalahan tambang emas ilegal dikatakan Cek Endra jikalau tidak bisa menyelesaikan secara keseluruhan, paling tidak bisa menjaga agar tidak semakin meluas.

“Paling tidak sepanjang aliran sungai Tembesi sampai ke Mandiangin itu tidak ada lagi rakit-rakit PETI dan itu yang harus kita lakukan bersama,”katanya.

Selain itu, mengenai vaksinasi di Sarolangun kini baru mencapai 74 persen dosis pertama dan untuk dosis kedua kini baru berkisar 39 persen.

Cek Endra mengungkapkan, Pemerintah kini telah mewajibkan masyarakat untuk minimal 60 persen tervaksin Covid-19 dosis kedua dan baru boleh melakukan vaksinasi ketiga atau booster tersebut.

“Kita ini agak kurang mulai melemah sekarang, dukungan terhadap vaksin ini makin kurang kita lihat kepala desa kita kurang peduli dengan vaksin, sekarang saya minta agar kita serentak,”katanya

Sementara itu, Cek Endra mengharap dukungan dari masyarakat dan memastikan kedepan untuk segala urusan baik ditingkat Desa, Kecamatan dan Kabupaten. Masyarakat itu harus disertai pembuktian sertifikat vaksin.

Cek Endra menambahkan, kedepan mudah-mudahan ini didukung dan akan terus mengevaluasi persoalan di Sarolangun.

“Untuk mendorong agar masyarakat mengejar minat untuk meningkatkan vaksin, karena di Jakarta sudah meningkat. Omicron juga sudah mulai naik dan kita berjaga agar vaksin,” katanya.(Ks1)

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU