Selasa, Juli 23, 2024
BerandaDAERAHGerakan Pangan Murah, PJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri Sebut IPH Sarolangun Sangat...

Gerakan Pangan Murah, PJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri Sebut IPH Sarolangun Sangat Baik Minus 1,36

PJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri bersama satgas TPID sarolangun dalam Gerakan Pangan Murah

KABAR SAROLANGUN – Pemerintah Kabupaten Sarolangun bersama tim satgas TPID Sarolangun kembali melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka menjaga dan menstabilkan harga pangan di wilayah Kabupaten Sarolangun, Rabu (24/01/2024).

Gerakan pangan murah yang dimotori Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sarolangun ini dilakukan di dua tempat yakni Di Kawasan pasar atas Sarolangun tepatnya di pelataran eks ceria toserba, Kelurahan Pasar Sarolangun, dan di Kawasan Pasar Singkut, Kelurahan sungai Benteng.

Ada empat bahan pokok yang disediakan dalam GPM ini yakni beras ukuran 5 kg dengan harga Rp 55 ribu, Minyak Goreng dengan harga Rp 13 ribu perliter, telor dengan harga Rp 40 ribu perkarpet dan bawang merah dengan harga Rp 20 ribu perkilo gramnya.

Dalam kegiatan tersebut, PJ Bupati Sarolangun tampak didampingi PJ Sekda Sarolangun Ir Dedy Hendry, M.Si, Pabung Kodim 0420/Sarko Mayor CHK Dedy Afrizal, SH, Plt Kadis Ketahanan Pangan H Muhammad, S.Ag, Kabag Ekonomi dan SDA Davidman beserta jajaran TPID Sarolangun yang disambut antusias masyarakat dengan rela antrian untuk mendapatkan sembako murah tersebut.

Kepada awak media, PJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri mengatakan bahwa dengan kegiatan gerakan pangan murah ini, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kabupaten Sarolangun memiliki bobot nilai yang sangat baik dengan nilai minus 1,36.

PJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri saat sidak ke pasar atas sarolangun dalam upaya mengecek harga pangan

Meski begitu, berdasarkan data harga pangan terakhir di pasar Sarolangun, hanya gula pasir yang yang harganya melebihi dari harga eceran tertinggi yang ditetapkan oleh Pemerintah.

” Kami memang tetap menjaga bagaimana harga pasaran tidak lebih tinggi dari harga eceran tertinggi, data kemarin tinggi harga gula yakni 15 ribu dan itu lebih tinggi dari harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah dan memang sekarang stock gula tidak tersedia di Bulog tapi kita minta agar Bulog menyiapkan stock,” katanya.

” Kita bersama dengan kodim melakukan gerakan pangan murah untuk menjaga dan menstabilkan harga khususnya komoditas diatas harga eceran tertinggi, dan Alhamdulillah nilai indeks perkembangan harga di Sarolangun sangat baik minus 1,36 dan itu termasuk nilai yang sangat baik,” kata dia menambahkan.

Dalam gerakan pangan murah kali ini lanjut Bachril Bakri, pihaknya menyediakan beras 4 ton, yakni 2 ton di Singkut dan 2 ton di Sarolangun, bawang merah sebanyak dua kwintal, telor 200 karpet dan minyak goreng. Kedepan iapun berharap memang Indeks Perkembangan Harga di Kabupaten Sarolangun tetap terjaga dengan baik.

” Kedua kita melakukan sidak pasar untuk melihat beberapa komoditas yang banyak, tadi kita tanyakan harga cabe turun, bawang dan telor stabil, dan juga kita melihat ada salah satu toko yang terkena dampak banjir sehingga kami lihat itu karena drainase yang kurang lancar di daerah pasar, kita minta kepada PU bersama lh untuk melakukan pembersihan dan perbaikan saluran drainase yang ada di pasar ini,” katanya.

Penulis : A.R Wahid Harahap

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU