
KABAR SAROLANGUN –Anggota DPRD Sarolangun Yusuf Helmi AB menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Sarolangun Tahun 2026 dalam rangka Menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 digelar, Rabu (11/02/2026) di Ruang Aula Kantor Camat Sarolangun.
Kegiatan dengan tema Penguatan Pelayanan Publik dan Pembangunan Berkelanjutan Menuju Sarolangun Maju dibuka oleh Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, SE yang berjalan dengan lancar.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Sarolangun Bustra Desman, SE, MM, Kapolsek Sarolangun Iptu Rozalia Saputra, Danramil 420-04 Sarolangun Mayor Inf Abdul Aziz, Kepala Bappeda Sarolangun Ali Umar, S.Pd, M.Si, Kadisnakan Kabupaten Sarolangun Setiadi, S.Pt, Kadis Perkim Sarolangun Drs H Tarmizi, Para Kepala OPD atau mewakili, Sekretaris Bappeda Sarolangun Hj Maria Susanti, SE, Kepala KUA Kecamatan Sarolangun Musanef, S.HI, MH.
Hadir juga Para Kepala Puskesmas se-Kecamatan Sarolangun, Koordinator MBG Kecamatan Sarolangun, Koordinator KDMP Kecamatan Sarolangun, Para Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Sarolangun, Para Ketua BPD dan anggota se-Kecamatan Sarolangun, Para Pendamping Desa, Delegasi Desa/Kelurahan, Koordinator PL KB, Koordinator PKH, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Anggota DPRD Sarolangun Yusuf Helmi mengatakan bahwa pihaknya selaku wakil rakyat khususnya di Dapil I (Sarolangun -Bathin VII) akan terus berjuang untuk kepentingan masyarakat dalam mengakomodir usulan pembangunan yang disampaikan oleh masyarakat.
” Program koperasi dan MBG sudah jelas putarannya ekonominya dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Usulkanlah program yang logika dan APBD kita mampu melaksanakannya,” katanya.

Yusuf Helmi juga mengatakan bahwa dengan kondisi keuangan daerah saat ini, tentunya tidak bisa lagi mengandalkan APBD. Maka iapun menyampaikan dalam kegiatan reses agar kades dan lurah, mengajukan lampu jalan 2 unit atau tiga unit setiap desa dan kelurahan.
Selain itu, ia juga menyoroti keberadaan gerai Alfamart dan Indomaret yang kian menjamur di wilayah Kabupaten Sarolangun, yang saat ini banyak dikeluhkan oleh para pedagang kecil.
” Persoalan Alfamart dan Indomaret, kalau bisa stoplah izinnya, karena berdampak terhadap pelaku pedagang kecil. Mudah-mudahan kedepan kita doakan bersama APBD kita kembali normal seperti biasa,” katanya.
Penulis : A.R Wahid Harahap






