Senin, Juli 15, 2024
BerandaDAERAHKemenag Sarolangun Data 224 CJH Sarolangun Berangkat Tahun 2023

Kemenag Sarolangun Data 224 CJH Sarolangun Berangkat Tahun 2023

 

Kepala Kemenag Sarolangun Drs H M Syatar

KABAR SAROLANGUN –Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sarolangun saat ini telah mendata Calon Jamaah Haji (CJH) untuk diberangkatkan pada tahun 2023 mendatang.

Kata Kepala Kemenag Sarolangun Drs H M Syatar, S.Ag, bahwa pihaknya telah mendata sebanyak 116 orang CJH yang batal berangkat tahun 2022 ini untuk diberangkatkan tahun depan, ditambah dengan 98 orang urutan daftar tunggu terdekat.

“Untuk pelaksanaan haji tahun 2023 sampai kini, kita sudah diminta mendata perkiraan yang masuk dalam kuota. Kita sudah mendata, untuk kuota yang kemarin yang tertunda karena terkendala umur, sebanyak 116 orang insa Allah tidak ada yang mengundurkan diri akan diberangkatkan. Dan ada tambahan yang belum melunasi sebanyak 98 orang,” katanya, Selasa (20/09/2022) kepada media ini.

Untuk jumlah 224 CJH tersebut untuk diberangkatkan tahun 2023 mendatang tersebut, kata Syatar telah disampaikan ke Kanwil Kemenag Provinsi Jambi.

Namun ia berharap agar tahun depan, tidak ada lagi pembatasan umum bagi CJH yang akan diberangkatkan seperti tahun 2022 ini.

“Kita minta kepada masyarakat juga untuk menunggu informasi yang pasti dan akan kita tindak lanjuti secepatnya kalau ada informasi atau panggilan keberangkatan,” katanya.

“Kalau sakit atau ada yang meninggal, itu ada dua kemungkinan yakni ada yang menggantikan atau pelimpahan kursi dari keluarga terdekat dan itu ada persyaratannya. Kedua dicabut balik, diambil balik biaya haji dan itu penuh diserahkan ke rekening yang bersangkutan,” kata dia menambahkan.

Daftar Haji Tahun Ini, Berangkat Diperkirakan Tahun 2050

Kepala Kemenag Sarolangun M Syatar juta menjelaskan bahwa bagi masyarakat Sarolangun yang mau berangkat naik haji dalam menunaikan rukun Islam ini, jika mendaftar tahun 2022 ini maka diperkirakan berangkat pada tahun 2050 mendatang atau menunggu 28 tahun lamanya

“Itu dikarenakan kondisi sekarang jarak keberangkatan cukup jauh, sehingga berdampak dengan kurangnya yang mendaftar dan malah lebih banyak sekarang untuk berangkat umroh,” katanya.

“Umroh itu bukan kewajiban atau rukun Islam, jika dia umroh sebatas dapat pahala, dan itu melalui jasa travel pihak swasta, dan peran kita tidak begitu dominan. Travel umroh kita memberikan rekomendasi bagi jamaah yang untuk berangkat, dan kita mengecek dulu legalitas dari pada travel ini apakah resmi atau tidak,” kata dia menambahkan.

Penulis : A.R Wahid Harahap

 

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU