PJ Bupati Bachril Bakri saat menjadi imam sholat Dzuhur berjamaah di Musholla Ponpes Rahmatul Ummah

KABAR SAROLANGUN – Penjabat Bupati Sarolangun Dr Ir Bachril Bakri, M.App, Sc melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Rahmatul Ummah, Kelurahan Gunung Kembang, Kecamatan Sarolangun, Selasa (01/08/2023) siang.

Dalam kunjungan tersebut, PJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri disambut hangat oleh Ketua Yayasan Ponpes Rahmatul Ummah Zulhitmi, M.Pd.I, Pimpinan Ponpes Rahmatul Ummah Ustadz Samsul Huda, Sekretaris Yayasan Ponpes Rahmatul Ummah Dedi Kurniawan, SE beserta para santri.

Di sela kunjungan tersebut bertepatan pada waktu sholat Dzuhur, PJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri pun mengajak Pimpinan Ponpes Rahmatul Ummah beserta para santri untuk melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah di Musholla kebanggaan ponpes tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Pejabat eselon II di Kemendagri tersebut pun tak ragu untuk menjadi imam sholat Dzuhur tersebut, yang menambah semangat para santri untuk melaksanakan sholat secara berjamaah karena dipimpin langsung Kepala Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun.

Para santri ponpes Rahmatul ummah saat menyambut kedatangan PJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri dan rombongan

Kepada media ini, PJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri pun mengaku sangat bangga dengan semangat para santri di Ponpes Rahmatul Ummah untuk belajar pendidikan agama Islam, serta menjadi imam sholat Dzuhur berjamaah yang merupakan pertama kali berkunjung ke pondok pesantren yang kian berkembang pesat tersebut.

” Kita melihat sarana dan prasarana ponpes Rahmatul ummah, Alhamdulillah juga saya menjadi imam sholat dzuhur bersama anak-anak santri di sini, saya bangga anak-anak semua dengan semangat belajar mempelajari agama Islam dengan baik, mudah-mudahan mereka bisa menjadi pemimpin kedepan, dan ilmu yang didapat menjadi landasan agama yang kuat,” katanya.

Bachril Bakri juga mengapresiasi pembangunan Pondok pesantren Rahmatul ummah ini yang saat ini telah memiliki gedung yang bagus, dan mendapatkan bantuan Pemerintah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dinamakan dengan program pendidikan Tuntas, dengan membangun kelas baru, Pembangunan UKS serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

” Ya, ini pertama kali saya kesini, sudah lama melihat gedungnya ternyata didalamnya luar biasa besar. Disini ada bantuan pemerintah melalui DAK tuntas namanya, ada kurang lebih Rp 980 juta untuk pembangunan kelas baru, UKS, laboratorium TIK sehingga nanti anak-anak ini nanti paham tentang komputer dan tekhnologi informasi sehingga mereka nanti di tahun Indonesia emas nanti pada 2045,” katanya.

Penulis : A.R Wahid Harahap