
KABAR SAROLANGUN – Pemerintah Kabupaten Sarolangun mengikuti kegiatan sosialisasi Panduan Perencanaan dan Penganggaran Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) melalui zoom meeting, yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia, Jumat (28/11/2025).
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang ruang pola Kantor Bupati Sarolangun, yang dihadiri PJ Sekda Sarolangun Ir Dedy Hendry, M.Si, Bunda PAUD Kabupaten Sarolangun Ny Hj Risha Fitria Hurmin, Kadis Dikbud Sarolangun Drs H Arsyad, SH, M.Pd.I, diwakili Kabid PAUDNI Zulpairi, M.Pd, Kepala Bappeda Sarolangun Ali Umar, S.Pd.M.Si, Kepala Dinas Dukcapil Sarolangun Riduan, S.STP, ME.
Selain itu hadir juga Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenromora, S.STP, ME, Kadis PMD Sarolangun Muliyadi, S.Sos, diwakili Kabid Ketahanan Masyarakat Muhammad Adhim, S.IP, ME, serta jajaran OPD terkait di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun.
Kegiatan zoom meeting ini bertujuan memberikan penyamaan persepsi bagi seluruh Pemerintah Daerah terkait penyusunan program dan anggaran PAUD HI yang lebih terarah, komprehensif, dan terintegrasi lintas sektor.
Dalam zoom meeting tersebut menghadirkan pemaparan teknis dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Ir. Restuardy Daud, M.Sc., yang menyampaikan beberapa agenda strategis, khususnya terkait penajaman perencanaan daerah, penguatan implementasi program prioritas nasional, serta mekanisme evaluasi kinerja pemerintah daerah.

Dalam paparan teknisnya, Ditjen Bina Pembangunan Daerah menjelaskan:
1. Sinkronisasi Target Pembangunan Nasional dan Daerah
Pemerintah daerah diminta memastikan keselarasan indikator pembangunan dalam RKPD, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, ketahanan pangan, layanan kependudukan, serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
2. Penguatan Sistem Perencanaan Berbasis Data
Kemendagri menekankan pentingnya integrasi data antara pusat dan daerah melalui berbagai platform digital seperti SIPD-RI, termasuk validasi data perencanaan, penetapan target, serta konsistensi antara perencanaan dan penganggaran.
3. Mekanisme Evaluasi Kinerja Daerah
Disampaikan bahwa evaluasi tahun berjalan akan difokuskan pada capaian output dan outcome program, realisasi anggaran, serta efektivitas koordinasi lintas perangkat daerah dalam mendukung prioritas pembangunan nasional.
4. Penajaman Program Prioritas
Kemendagri meminta agar Pemerintah daerah memperkuat program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, seperti layanan dasar pendidikan dan kesehatan, penanganan stunting, pemberdayaan UMKM, serta percepatan infrastruktur yang mendukung mobilitas dan pelayanan publik.
Dalam sesi diskusi, pihak Kemendagri juga memberikan penjelasan mengenai penyesuaian kebijakan tahun anggaran 2026, termasuk penguatan tata kelola anggaran, penyelarasan indikator minimum mandatory spending, serta penegasan peran daerah dalam mendukung capaian nasional seperti penurunan kemiskinan dan peningkatan kualitas SDM.
Seluruh OPD yang hadir mencatat detail arahan tersebut dan menyatakan siap melakukan penyesuaian program di masing-masing perangkat daerah.

Usai zoom meeting tersebut, PJ Sekda Sarolangun Dedy Hendry mengatakan Pemerintah Kabupaten berkomitmen untuk mengikuti seluruh regulasi, mekanisme pelaporan, serta standar perencanaan yang telah ditetapkan Pemerintah Pusat.
” Saya minta seluruh OPD terkait untuk mendukung perencanaan dan penganggaran pengembangan PAUD holistik integratif di Kabupaten Sarolangun, proses perencanaan dan pelaksanaan program daerah tetap terukur serta selaras dengan kebijakan nasional,” katanya.
Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif yang selanjutnya disingkat PAUD HI adalah upaya pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis, dan terintegrasi.
Program Penyelenggaraan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif dimaksudkan untuk mendorong pemerintah kabupaten/kota yang memiliki komitmen tinggi terhadap layanan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif agar semakin meningkatkan layanan menuju PAUD berkualitas melalui berbagai strategi.
Dalam hal ini tentunya termasuk meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan layanan dengan seluruh pemangku kepentingan yang tergabung dalam gugus tugas Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif yang di bentuk oleh Pemerintah Daerah.
Penulis : A.R Wahid Harahap


