Melalui Zoom Meeting, PJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri Berikan Sejumlah Poin Penting Penyusunan RPJPD 2025-2045

0
Pj Bupati Sarolangun Bachril Bakri saat memberikan arahan dalam FGD Ranwal RPJPD 2025-2045
Pj Bupati Sarolangun Bachril Bakri saat memberikan arahan dalam FGD Ranwal RPJPD 2025-2045

KABAR SAROLANGUN – Penjabat Bupati Sarolangun Dr Ir Bachril Bakri, M.App, Sc menghadiri langsung melalui zoom meeting dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Rancangan Awal RPJPD Kabupaten Sarolangun tahun 2025-2045, Selasa (31/10/2023) yang diselenggarakan Bappeda Sarolangun di Aula Bappeda Sarolangun.

Pada kegiatan tersebut, dalam penyusunan RPJPD Kabupaten Sarolangun mengangkat topik isu strategis infrastruktur dan lingkungan hidup, setelah sebelumnya dua topik lain telah selesai dilaksanakan.

Yakni isu strategis pembangunan manusia, Sosial dan Budaya, serta isu strategis Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik.

Dalam kegiatan hadir, Plt Kepala Bappeda Sarolangun Hj Maria Susanti, SE, Ketua Tim Tenaga Ahli UNJA Dr Syafarudin, beserta anggota, Kabid Sarpras Bappeda Sarolangun Bahder Johan, SE, Kabid PPE Muhammad Ihsan, SE, Kabid Litbang Alkhawarizmi, dan Kabid PPM Ali Umar.

Dari jajaran OPD, tampak hadir langsung Kadis Lingkungan Hidup Daerah Kurniawan, ST, Kepala BPKAD Sarolangun H Kasiyadi, S.IP, ME, Kadis Damkar Sarolangun Trianto, S.IP, Sekretaris Dinas PUPR Sarolangun Zainul Arifin, ST, Kabag ULP Sarolangun Ujang Junaidi, SE, Sekretaris Dinas LHD Sarolangun Herikus, Sekretaris Dinas Kominfo Sarolangun Sugeng, Sekretaris Dishub Sarolangun Jannatul Firdaus, dan sejumlah pejabat lainnya.

Penjabat Bupati Sarolangun Bachril Bakri  mengatakan bahwa ada beberapa sejumlah penting dalam penyusunan RPJPD Kabupaten Sarolangun untuk 20 tahun mendatang itu harus diselaraskan dengan visi Indonesia emas 2045 dalam satu abad kemerdekaan Republik Indonesia, yang termaktub dalam RPJP Nasional.

Di bidang Infrasturktur dan Lingkungan Hidup, katanya tentu harus jadi perhatian bersama dalam penyusunan RPJPD Kabupaten Sarolangun.

” Jadi ada perhatian lingkungan hidup yang perhatian juga, dan juga visi Indonesia emas nanti Sarolangun seperti apa. RPJP Nasional juga harus diselaraskan dengan RPJPD Kabupaten Sarolangun,” katanya.

Kata Bachril Bakri, ada 17 arah kebijakan pembangunan nasional, sehingga harus dapat di jabarkan ke RPJPD Kabupaten Sarolangun, namun tentunya tetap  tergantung kewenangan daerah terhadap indikator yang perlu diperhatikan dalam RPJPD Kabupaten Sarolangun.

” Sasaran visi Indonesia emas, kita jabarkan. Pendapatan perkapita setara dengan negara maju, pjb dalam nilai tukar rupiah, tentu harus ada sumbangan kita untuk pembangunan nasional, indeks pembangunan manusia, indeks moral manusia dan peta lingkungan hidup,” katanya.

Pj Bupati Sarolangun Bachril Bakri paparkan sejumlah item dalam RPJP Nasional untuk diselaraskan pada RPJPD Kabupaten Sarolangun 20 tahun kedepan

Selain itu, Bachril Bakri juga menjelaskan agar sasaran visi dalam RPJPD Kabupaten Sarolangun juga memperhatikan gini rasio pengangguran, indeks pembangunan manusia., transformasi sosial, ekonomi dan tata kelola pemerintahan, kesehatan, pendidikan, kesejahteraan ekonomi, IMTEK, industrialisasi, hilirasisasi, dan Infrasturktur.

” Saya harapkan tim tenaga ahli bisa membantu kita dalam penyusunan RPJPD Kabupaten Sarolangun tahun 2025-2045. Semua dukungan RPJP dan rpjmd di daerah selaras dengan kebijakan pembangunan nasional, betul-betul ada sinkronisasi perencanaan pembangunan dari segi waktu,” katanya.

Ia juga meminta agar penyusunan RPJPD Sarolangun ini tidak serta merta berupa copy paste, namun harus di susun secara formatif dalam mendukung capaian target nasional, sebab capaian target nasional itu adalah pencapaian target yang ada di daerah sebagai upaya dari arah transformatif.

Pemanfaatan dana desa semaksimal mungkin dan di kelola serta dikembangkan dengan baik, dan saat ini juga sudah ada Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Pauh, Kawasan Suku Anak Dalam di Kecamatan Air Hitam, Pariwisata yang ada di berbagai kecamatan ini penting untuk diperhatikan sebagai arah kebijakan pembangunan daerah ke depan.

” Lima penyelarasan yang diminta antara RPJP Nasional dengan RPJMD dan RPJPD Kabupaten Sarolangun, dan kedepan harus dipelajari kondisi Kabupaten Sarolangun untuk menghindari copy paste,” katanya

” Saya akan menjelaskan secara umum untuk menyamakan persepsi, dan harus ada konsep yang ditawarkan oleh para peserta, untuk dijadikan bahan pembahasan bersama pada bidang infrastruktur dan lingkungan hidup,” kata dia menambahkan.

Di sisi lain, Kata Bachril Bakri, Pemerintah Kabupaten Sarolangun juga harus memperhatikan kondisi air sungai di Sarolangun yang saat ini sudah tercemar akibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), dan perlu dilakukan upaya untuk melakukan perbaikan di daerah aliran sungai, meminimalisasi serta menghambat supaya tidak terjadi kerusakan lingkungan hidup.

” Datanya, fasilitasi datanya, bagaimana cara terbaiknya nanti, dan upaya apa yang harus kita perbaiki. Ada perbaikan drainase di wilayah perkotaan, itu juga jadi perhatian dan irigasi juga harus perhatian bersama, seperti di Kecamatan Batang Asai, dimana kondisinya air tidak tertampung dengan baik, jadi harus diperbaiki dan kelola dengan baik, dan seperti perbaikannya nanti, untuk mengaliri sawah,” katanya.

Penulis : A.R Wahid Harahap