Menjelang Lebaran, Bupati Cek Endra Tegaskan Mesjid Punti Kayu II Kawasan SAD Difungsikan

0
Bupati Sarolangun Cek Endra memberikan keterangan Pers

 

Bupati Sarolangun Cek Endra memberikan keterangan Pers

KABAR SAROLANGUN –Pembangunan Mesjid At-Taqwa Punti Kayu II, Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam yang berada di kawasan Suku Anak Dalam (SAD) akan segera terwujud.

Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra menegaskan pembangunan mesjid inipun awalnya dilakukan secara swadaya bersama masyarakat sudah dalam waktu tiga tahun, namun mesjid inipun belum dapat diselesaikan dengan baik.

Setelah adanya bantuan dari dana CSR Bank Jambi sebesar Rp 70 Juta, Bupati Cek Endra pun menegaskan bahwa mesjid ini harus segera diselesaikan sehingga menjelang lebaran idul Fitri 1443 H sudah bisa difungsikan oleh masyarakat SAD yang tinggal di daerah tersebut.

“Jadi mesjid di punto kayu II itu sudah lama kita rencanakan tiga tahun yang lalu, pertama dilaksanakan secara swadaya bersama masyarakat tetapi sudah tiga tahun belum selesai,” kata Cek Endra, Jumat (08/04/2022) kepada kabarsarolangun.com.

Lanjut Bupati yang dikenal bapak pelopor shubling berjamaah ini, bahwa memang saat ini masyarakat SAD di Kawasan Bukit Suban ini sudah lebih dari 20 orang yang masuk memeluk agama Islam atau Muallaf, sehingga memang dibutuhkan adanya mesjid sebagai tempat ibadah maupun tempat mengaji dan kegiatan keagamaan lainnya.

“Mereka menagih terus bukan hanya untuk sholat tapi juga untuk ngaji. Pertama sudah janji kami dan kedua memang sudah sangat dibutuhkan masyarakat karena jauh dari perkampungan masyarakat,” katanya.

Cek Endra juga mengatakan pembangunan mesjid ini hanya menambah beberapa bagian penting dari sisi bangunan seperti pemasangan atap dan lantai, sehingga pekerjaannya pun tidak membutuhkan waktu yang begitu lama.

“Menjelang lebaran ini mesjid itu sudah berfungsi, karena tinggal pasang atap dan lantai. Saya pikir itu akan bisa terkejar makanya saya sarankan kepada yang kerja untuk segera menyelesaikan pembangunan mesjid ini, insa Allah besok dana dari Bank Jambi ini cari dan pembangunan akan dilaksanakan,” katanya.

“Sementara untuk Sarolangun baru Bank Jambi yang secara aktif dan teratur baru Bank Jambi kalau perusahaan lain belum ada rutin memberi CSR baik dalam memberikan bantuan ke masyarakat belum ada kelihatan, mereka melakukan sendiri-sendiri, sehingga tidak bisa di monitor oleh kita,” kata dia menambahkan.(ks1)