Kamis, Juli 25, 2024
BerandaDAERAHPemkab Sarolangun Fokus Tangani Stunting, 217 Anak Dapat Bantuan Asupan Gizi

Pemkab Sarolangun Fokus Tangani Stunting, 217 Anak Dapat Bantuan Asupan Gizi

PJ Bupati Henrizal beserta ibu Ny Harvedrida dan jajaran OPD bersama Kades Bernai Iskandar dan masyarakat kompak ayo cegah stunting

KABAR SAROLANGUN – Pemerintah Kabupaten Sarolangun saat ini terus fokus dalam upaya percepatan penurunan dan penanganan kasus stunting atau masalah gizi anak di wilayah Kabupaten Sarolangun. Salah satunya dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa bantuan asupan gizi terhadap anak yang beresiko terhadap kasus stunting.

Bertempat di Aula Kantor Desa Bernai Luar, Senin (08/05/2023), Penjabat Bupati Sarolangun Henrizal, S.Pt, MM, beserta jajaran stake holder terkait melakukan pemberian secara simbolis bantuan asupan gizi terhadap anak yang beresiko stunting.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Sarolangun Ny Harvedrida Henrizal, Peltu Kepala Bappeda Sarolangun Hazrian, SE, Kadinkes Bambang Hermanto, S.KM, MM, Kepala DPPKB Linda Novita, SH, Para Kepala OPD dilingkungan Pemkab Sarolangun, Kades Bernai Luar H Iskandar, Jajaran perangkat desa dan Masyarakat penerima bantuan penanganan stunting.

PJ Bupati Sarolangun Henrizal saat memberikan arahan kepada masyarakat tentang pencegahan stunting

Dalam laporannya, Kadis Kesehatan Kabupaten Sarolangun Bambang Hermanto mengatakan bahwa di Kabupaten Sarolangun jumlah data anak stunting ada sebanyak 740 orang yang tersebar di berbagai Kecamatan.

Dalam upaya percepatan penurunan kasus stunting di Sarolangun, Pemkab Sarolangun telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sarolangun.

TPPS memanfaatkan data keluarga beresiko stunting, data anak stunting, dan data Balita Stunting, dan memfokuskan dalam upaya pencegahan dan perbaikan terhadap jumlah anak stunting, hingga memasuki tahun 2024 menargetkan penurunan kasus stunting setidaknya di angka 14 persen.

” Data angka stunting Kabupaten Sarolangun 740 orang, dimana angka stunting Pada 2021 sebesar 21.4 persen (data SSGBI) dan Pada 2022 menurun menjadi sebesar 16,8 persen,” katanya.

Untuk penurunan angka stunting ini, TPPS Kabupaten Sarolangun telah membuat inovasi berupa pemberian bantuan asupan gizi terhadap anak resiko stunting dengan menjadi Bapak Asuh.

Dari pemerintah Provinsi Jambi telah membantu 152 anak stunting menjadi anak asuh, Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Sarolangun sebanyak 16 anak, dharma wanita dinas kesehatan sebanyak 10 orang, Dinas Kesehatan Sebanyak 7 anak asuh, Bappeda 7 anak asuh, DPPKB 7 anak dan Kemenag Sarolangun sebanyak 3 anak.

” Totalnya 217 orang anak sudah ada menjadi anak asuh, dan segera kita laksanakan dan kita intervensi selama 6 bulan,” katanya.

PJ Bupati Henrizal beserta ibu Ny Harvedrida Henrizal menyerahkan bantuan makanan tambahan atau asupan gizi terhadap anak stunting secara simbolis 

Sementara itu, Penjabat Bupati Sarolangun Henrizal mengatakan Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas Kesehatan, DPPKB Sarolangun dan TPPS terus berupaya untuk dapat menurunkan kasus stunting dan sudah menjadi Program skala Nasional sesuai dengan PerPres Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penanganan Stunting damka upaya pencegahan stunting menuju generasi emas 2045.

“Masalah stunting ini adalah masalah kurangnya asupan gizi anak mulai dari masa kandungan, usia 0-5 tahun. Kita tahu masyarakat kita seluruhnya tidak lah mampu untuk memenuhinya kebutuhan asupan gizi,” katanya

Henrizal pun berharap kepada seluruh kepala OPD dilingkungan Pemkab Sarolangun untuk dapat membantu dan menjadi bapak asuh terhadap anak yang beresiko stunting di Kabupaten Sarolangun, pasalnya dari 740 anak yang resiko stunting baru ada 217 anak yang telah menjadi sasaran penanganan stunting ini dengan pola menjadi bapak asuh.

” Saya berharap betul kepada para kepala OPD untuk menjadi bapak asuh, dalam penanganan stunting. 217 orang anak sudah ada bapak asuh dari kepala OPD dan stake holder lainnya. BAZNAS Sarolangun mereka sudah memberikan asupan gizi terhadap 15 orang anak dan saya pribadi akan membantu menjadi bapak asuh anak sebanyak 10 orang anak,” katanya.

Tentunya dengan pola bapak asuh terhadap anak resiko stunting ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya penerima bantuan untuk memberikan asupan gizi terhadap anak sehingga kasus stunting di Kabupaten Sarolangun dapat diturunkan sesuai target yang telah ditetapkan.

” Mudah-mudahan ini ladang amal kita, dan bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dalam menekan angka stunting,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Penjabat Bupati Sarolangun Henrizal beserta ibu Ny Harvedrida, Kadis Kesehatan Bambang Hermanto, Kepala DPPKB Sarolangun Linda Novita, Peltu Kepala Bappeda Sarolangun Hazrian beserta jajaran memberikan bantuan asupan gizi secara simbolis terhadap anak asuh yang berlangsung dengan lancar.

Penulis : A.R Wahid Harahap

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU