Selasa, Juli 23, 2024
BerandaDAERAHPJ Bupati Bachril Bakri Hadiri Launching Program BAAS Bersama PT Minemex Indonesia

PJ Bupati Bachril Bakri Hadiri Launching Program BAAS Bersama PT Minemex Indonesia

PJ Bupati Bachril Bakri, Pimpinan PT Minemex Indonesia, Asisten I Arif Ampera, Camat Mandiangin Harris beserta jajaran tripika kecamatan dan penerima bantuan makanan tambahan bagi anak stunting

KABAR SAROLANGUN – Penjabat Bupati Sarolangun Dr Ir Bachril Bakri, M.App, Sc menghadiri kegiatan launching program PT Minemex Indonesia Sebagai Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS), Selasa (06/06/2023)  Di Desa Taman Dewa, Kecamatan Mandiangin.

Kegiatan tersebut juga hadir direksi PT Minemex Indonesia, Asisten I Setda Sarolangun Drs Arif Ampera, Kadis Kesehatan Kabupaten Sarolangun Bambang Hermanto, S.KM, MM, Para Kepala OPD dilingkungan Pemkab Sarolangun, Camat Mandiangin Harris Faidillah, Danramil 03-420 Pauh Kapten INF M Suhadi, Kepala Puskesmas Mandiangin dr Yoga, unsur Tripika Kecamatan Mandiangin, Para Kepala Desa, Tokoh masyarakat, dan masyarakat penerima bantuan anak stunting.

Dalam sambutannya, Penjabat Bupati Sarolangun Bachril Bakri mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Sarolangun memberikan rasa terima kasih sekaligus apresiasi kepada Pimpinan PT. Minemex beserta jajaran, atas kebijakan program dengan pola Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) sehingga dapat memberikan kontribusi dalam Penanganan Penurunan Stunting di Kabupaten Sarolangun.

Pemerintah Kabupaten Sarolangun telah membuat kebijakan terkait Program BAAS dengan menerbitkan Surat Edaran Nomor 189/SE/BAPPEDA/2023 Tentang Dukungan Dunia Usaha Dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Sarolangun dan Proposal Bapak Asuh Anak Stunting dalam Percepatan Penurunan Stunting sebagai pedoman pelaksanaan terkait Program BAAS.

” Stunting adalah kondisi dimana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya dan memiliki penyebab utama kekurangan nutrisi,” katanya.

Penjabat Bupati Sarolangun Dr Ir Bachril Bakri, M.App, Sc saat launching program BAAS

Berdasarkan Data E-PPGBM dari Dinas Kesehatan bulan Februari 2023 anak Balita Stunting di Kabupaten Sarolangun berjumlah 740 orang yang tersebar di seluruh 11 kecamatan.

Untuk Kecamatan Mandiangin sendiri ada 49 balita dengan kasus stunting dimana pada hari ini sudah mendapatkan penanganan secara spesifik oleh PT. Minemex dengan intervensi pemberian makanan tambahan sesuai dengan jumlah kebutuhan kalori selama 6 bulan dan secara berkala akan diberikan setiap minggu serta dimonitoring dan evaluasi perkembangan kesehatannya.

” Saya berharap agar Kegiatan Program BAAS ini tidak hanya dapat dilakukan oleh PT. Minemex saja tetapi perusahaan lain yang ada di Kecamatan Mandiangin dapat berperan serta juga terhadap kegiatan ini. Mudah-mudahan dengan Program ini dapat mengurangi angka kasus Stunting di Kabupaten Sarolangun,” katanya.

Selain melibatkan pemerintah, kata Bachril Bakri, bahwa pencegahan Stunting juga harus melibatkan masyarakat baik itu tingkat atas maupun menengah ke bawah, karena peran aktif masyarakat dalam bekerja untuk mencegah kasus Stunting tidak bisa pemerintah saja, harus ada keterlibatan semua unsur agar tercapainya program ini.

” Dalam upaya percepatan penurunan stunting memerlukan intervensi spesifik, intervensi sensitif, dan dukungan teknis yang dilaksanakan secara holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi di antara Pemerintah Daerah Kabupaten, Pemerintah Kecamatan Desa/Kelurahan, dan stake holder lainnya,” katanya.

Untuk mempercepat pencapaian target yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020- 2024 dan berdasarkan Keputusan Kepala Bappenas Nomor: KEP.10/M.PPN/HK/02/2021 tentang Penetapan Perluasan Kabupaten/Kota bahwa lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun 2022 bagi 514 Kabupaten/Kota se-Indonesia, salah satunya termasuk Kabupaten Sarolangun.

PJ Bupati Bachril Bakri bersama jajaran direksi PT Minemex Indonesia Kabupaten Sarolangun

Secara nasional Pemerintah menargetkan 14% pada Tahun 2024, sedangkan Angka Prevalensi stunting Kabupaten Sarolangun berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 sebesar 21,4 persen turun menjadi 16,8 Persen pada tahun 2022 dimana telah terjadi penurunan sangat signifikan tetapi belum mencapai target.

” Kabupaten Sarolangun yang telah ditetapkan TPPS Provinsi Jambi sebesar 15%. Tentu saja hal ini perlu kerja keras pemangku kepentingan agar percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sarolangun tercapai,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut Penjabat Bupati Sarolangun Bachril Bakri serta pimpinan PT Minemex Indonesia melakukan penyergapan bantuan asupan gizi terhadap anak stunting secara simbolis yang berlangsung dengan tertib dan lancar.

Penulis : A.R Wahid Harahap

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU