Senin, Juli 15, 2024
BerandaDAERAHPj Bupati Sarolangun Bachril Bakri Cari Solusi Penanganan Karhutla Melalui Dana Hibah...

Pj Bupati Sarolangun Bachril Bakri Cari Solusi Penanganan Karhutla Melalui Dana Hibah dari UNDP Dan Kedutaan Besar Jepang 

Pj Bupati Sarolangun Bachril Bakri, Prof Yosh Azuma dari Jepang (baju batik kecoklatan), Danramil 420-04 Sarolangun Mayor Inf Abdul Aziz dan Kalaksa BPBD Sarolangun Solahuddin Nopri Poto bersama dalam rakor tim satgas karhutla 

KABAR SAROLANGUN –Penjabat Bupati Sarolangun Dr Ir Bachril Bakri, M.App, Sc saat ini tengah berupaya mencari celah untuk solusi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Sarolangun melalui bantuan dana hibah dari United Nation Development Programme yang merupakan organisasi internasional dibawah naungan langsung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta dari kedutaan besar Jepang yang ada di Indonesia.

Hal itu dikatakan Penjabat Bupati Sarolangun Bachril Bakri, usai mengikuti rapat tim Satgas Karhutla Kabupaten Sarolangun bersama Prof  Yosh Azuma, Ph.D yang merupakan dosen Universitas Ritsumeikan, Kyoto, Jepang, pada Rabu (08/11/2023) di Ruang Pola Utama Kantor Bupati Sarolangun.

Kata Bachril Bakri, Prof Yosh Azuma yang merupakan teman baiknya, akan siap membantu Pemerintah Daerah untuk bisa mendapatkan bantuan dana hibah dari UNDP-PBB dan Kedutaan Besar Jepang, yang ada di Jakarta.

” Hari ini barusan kita melakukan rakor bersama tim karhutla, Pemda Sarolangun berupaya mencari solusi bagaimana cara penanganan karhutla, dan kebetulan saya punya teman baik salah satu  prof Yosh Azuma, beliau akan membantu kita bagaimana bisa mendapatkan bantuan hibah und dari PBB dan bantuan dari kedutaan besar jepang di jakarta,” katanya.

Kata Bachril Bakri, saat ini pihaknya bersama tim satgas karhutla Kabupaten Sarolangun masih dalam melakukan proses penyusunan profosal dana hibah untuk UNDP dan Keduataan Besar Jepang tersebut.

Menurutnya, ada dua program yang akan difokuskan dalam bantuan dana hibah tersebut, yakni pertama pencegahan Karhutla melalui Local Kapasitas Building atau peningkatan kapasitas masyarakat lokal, dan kedua bantuan hibah untuk pengadaan alat radar deteksi dini pencegahan karhutla di Kabupaten Sarolangun.

” Kita berharap nanti akan berproses lebih lanjut melalui Kemendagri dan Bappenas dan kedutaan besar jepang dan UNDP di jakarta, nanti ada kerja sama bantuan hibah tersebut dan kita sedang menyusun profosal bantuan tersebut untuk segera kita ajukan,” katanya.

” Kalau kondisi karhutla sekarang, karena sudah musim hujan sehingga sudah mulai agak menurun namun kita tetap mengantisipasi agar tidak terjadi kebakaran hutan lahan di Sarolangun,” kata dia menambahkan.

Penjabat Bupati Sarolangun Dr Ir Bachril Bakri, M.App, Sc

Sementara itu Prof Yosh Azuma, Ph.D, saat diwawancarai mengatakan bahwa dirinya akan senantiasa siap membantu Pemerintah Daerah Kabupaten Sarolangun untuk bisa mendapatkan bantuan dana hibah tersebut dari UNDP maupun kedutaan besar jepang.

Karena menurutnya, Di wilayah sumatera ini sudah dilakukan program  yang sama, yang dimulai dari Provinsi Riau, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Lampung dan Jambi.

” Di Jambi, pertama kali ya baru sarolangun, dan Bengkalis Riau untuk tahap pertama sudah selesai dan berhasil,” katanya.

Dijelaskan, bantuan dana hibah tentu akan sangat bermanfaat untuk penanganan karhutla di Kabupaten Sarolangun, salah satunya dengan adanya alat radar pendeteksi dini kebakaran hutan dan laha.

” Dari Menlu jepang kira-kira ,10 miliar, satu radar 1 miliar dan 5 miliar dan alat alat lainnya. Dan anggaran dari UNDP cukup besar capai triliunan. Ini program sudah ada di Bengkalis, kita menjadi pengembangan lebih lanjut berupa diseminasi tahap pertama, kita harap bantuan bisa kita manfaatkan dengan baik,” katanya.

” Mudah-mudahan profosalnya bisa berhasil dan sukses dan saya berusaha semaksimal mungkin dengan pihak Pemda dan terima kasih banyak,”kata dia menambahkan.

Penulis : A.R Wahid Harahap

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU