Selasa, Juni 25, 2024
BerandaDAERAHPj Bupati Sarolangun Bachril Bakri Dampingi Gubernur Jambi Serahkan Bantuan Dumisake Dan...

Pj Bupati Sarolangun Bachril Bakri Dampingi Gubernur Jambi Serahkan Bantuan Dumisake Dan Pengecekan Bedrum Dumisake 

Gubenur Jambi Alharis, PJ Bupati Bachril Bakri Poto bersama dengan penerima bantuan program dumisake

KABAR SAROLANGUN – Penjabat Bupati Sarolangun Dr Ir Bachril Bakri, M.App, Sc mendampingi Gubernur Jambi Dr H Alharis, S.Sos, MH dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Sarolangun, Jumat (22/12/2023).

Kunjungan kerja tersebut dalam rangka penyerahan bantuan Dumisake di Kabupaten Sarolangun yang berlangsung di aula kantor Camat Sarolangun, serta pengecekan dan pemasangan merek program bedah rumah Dumisake di Kelurahan Aur Gading, Kecamatan Sarolangun.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi, para kepala OPD di lingkungan Pemprov Jambi, Anggota DPRD Sarolangun, Asisten dan Staf Ahli Bupati Sarolangun,  Kepala OPD di lingkungan Pemkab Sarolangun, Camat Sarolangun Bustra Desman, masyarakat penerima bantuan.

Penjabat Bupati Sarolangun Bachril Bakri mengucapkan ribuan terima kasih banyak atas bantuan dalam program Dumisake dari gubernur Jambi, di kecamatan Sarolangun ada 34 unit program bedah rumah.

Jumlah Penerima program bedrum dumisake di Kecamatan Sarolangun ada sebanyak 34 penerima yakni 6 Unit di Kelurahan Aur Gading, 8 Unit di Kelurahan Gunung Kembang, 7 Unit di Desa Ladang Panjang, 7 unit di Desa Bernai, dan 6 unit di Desa Bernai Dalam.

Selain itu ada juga penerima di beberapa kecamatan lainnya, yakni 7 unit di desa Lubuk Sayak, Kecamatan Pelawan, 6 Unit di desa Lubuk Kepayang, Kecamatan Air Hitam, 5 Unit di Desa Teluk Kecimbung, Kecamatan Bathin VIII dan 13 unit di Desa sungai Baung, Kecamatan Batang Asai.

” Ini selaras juga dengan program kami, karena kemarin kita dapat dana insentif fiskal kemiskinan ekstrem untuk pembangunan rumah bagi warga kemiskinan ekstrem dengan jumlah 55 rumah warga di 11 kecamatan dengan total anggaran 4 miliar lebih,” katanya.

Penjabat Bupati Sarolangun Bachril Bakri

Bachril Bakri juga menjelaskan bahwa memang saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Sarolangun fokus dalam penuntasan kemiskinan ekstrem yang pendapatannya hanya Rp 13 ribu perhari, dimana ada sebanyak 4.904 warga miskin esktrem.

Tentu dengan bantuan Dumisake dari Gubernur Jambi dapat memberikan stimulan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan peningkatan ekonomi. Diantaranya, bantuan modal usaha, bedah rumah, beasiswa dan sebagainya.

Di Sarolangun sendiri, Bachril Bakri menginisiasi Gerakan penanaman cabe 1 hektar perdesa dan minimal dua hektar perkecamatan, dan itu akan dilakukan bersama bantuan CSR perusahaan dalam program tersebut.

” Hasil pemantauan kami, kondisi rumah penduduk miskin ekstrem itu rata-rata kayu dan lantai tanah. Kami juga memberikan bantuan sembako, beras, minyak, gula, telor, dan bekerja sama dengan cara perusahaan, ada sebanyak 77 CSR,” katanya.

” Dumisake ini program yang sangat tepat dalam rangka menuntaskan kemiskinan, pengangguran dan tentunya kami butuh bantuan lainnya seperti untuk sektor pertanian, tanaman pertanian terutama cabe, bawang merah, untuk penanganan inflasi. Kemarin satu satunya desa yang panen bawang merah di desa spintun, disana sangat antusias untuk menjadikan wilayahnya tanam bawang merah,” kata dia menambahkan.

Pj Bupati Sarolangun Bachril Bakri dampingi Gubernur Jambi Alharis memasang merek program bedah rumah dumisake

Sementara itu, Gubernur Jambi Alharis juga mengatakan bahwa bantuan program dumisake ini ada program bedah rumah, modal usaha bagi UMKM, beasiswa anak miskin dan anak berprestasi, bantuan beasiswa doktor, bantuan mesjid dan pondok pesantren.

” Semestinya banyak bisa diberikan, tentu kami Pemprov Jambi masih harus memikirkan pelayanan dasar Pakah itu infrastruktur jalan, pendidikan, kesehatan dan sebagainya. Ini langkah kita untuk mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran, di provinsi Jambi ada 42.000 warga yang miskin ekstrem, rumah tidak layak huni, kerja serabutan dan pendapatannya tidak jelas,” katanya.

” Memberikan bantuan kepada masyarakat yang memang kondisinya miskin ekstrem, stunting, ini penting saya kira, pertama bantuan UMKM, kalau dia miskin maka di menganggur, maka kalau di bantu modal usaha maka tidak akan menganggur, dan akan mendapatkan penghasilan, ada 31 UMKM yang kita bantu,” kata dia menambahkan.

Penulis : A.R Wahid Harahap

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU