Senin, April 15, 2024
BerandaDAERAHPJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri Tinjau Lokasi Banjir Di Kecamatan Mandiangin 

PJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri Tinjau Lokasi Banjir Di Kecamatan Mandiangin 

PJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri dan forkopimda saat meninjau banjir di kecamatan Mandiangin

KABAR SAROLANGUN – Penjabat Bupati Sarolangun Dr Ir Bachril Bakri, M.App, Sc melakukan peninjauan lokasi Terdampak banjir di wilayah Kecamatan Mandiangin, Selasa (16/01/2024), usai melakukan kunjungan kerja dari Kota Jambi.

Dari pantauan dilapangan, PJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri tiba di Kantor Camat Mandiangin sebelum melakukan peninjauan lokasi banjir.

Di Kantor Camat Mandiangin, PJ Bupati Sarolangun disambut oleh Wakil Ketua I DPRD Sarolangun Aang Purnama, SE,MM, Kadis Sosial Helmi, Kadis PMD Sarolangun Muliyadi, Camat Mandiangin Harris Faidillah, beserta forkopimda Mandiangin.

Lokasi banjir yang dikunjungi tersebut meliputi Desa Mandiangin Tuo, Desa Gurun Tuo Simpang dan Desa Gurun Mudo, yang merupakan beberapa desa di Kecamatan Mandiangin yang menjadi lokasi banjir akibat meluapnya air sungai dengan kedalaman banjir mencapai lutut orang dewasa.

Dalam sela kunjungan lokasi banjir itu, PJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri tampak berdialog langsung dengan masyarakat untuk memberikan kata-kata tabah dan sabar dalam menghadapi musibah banjir sekaligus menyalurkan bantuan berupa beras dan mie instan.

PJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri menyerahkan bantuan sembako

Kepada media ini, Penjabat Bupati Sarolangun Bachril Bakri mengatakan wilayah Kecamatan Mandiangin menjadi salah satu kecamatan yang menjadi lokasi banjir setelah sebelumnya terjadi di kecamatan Batang Asai, CNG, Limun, Bathin VIII, Sarolangun, dan Kecamatan Pauh.

Banjir tersebut terjadi karena curah hujan yang tinggi pada 10-11 Januari 2024 yang lalu, dan banjir juga terjadi di daerah tetangga seperti Kabupaten Merangin.

” Kecamatan Mandiangin, yang merupakan bagian terbawah dari aliran banjir di Sarolangun, dimana pertama kali terjadi di limun, CNG dan Bathin VIII, kemudian mengalir ke Pauh dan terkahir ke Mandiangin. Banjir yang terjadi ini adalah siklus 14 tahunan di Kabupaten Sarolangun, kejadian pertama 1986, kemudian 2010 lalu dan baru kembali 2024 ini,” katanya.

Untuk penanggulangan banjir di Kecamatan Mandiangin, Lanjut Bachril Bakri bahwa Di kecamatan Mandiangin ada dua pos bencana yang dibangun, pertama pos dapur dan pos pengaduan. Pos tersebut akan digunakan sebagai pos bantuan untuk disebarkan kepada seluruh masyarakat yang terdampak.

” Pak Camat dan kades saya minta agar mendata jumlah penduduk yang terkena dampak banjir untuk diberikan bantuan nantinya, jadi kami mohon kesabaran masyarakat yang terkena dampak banjir ini karena ini musibah yang tidak bisa kita hindari,” katanya.

PJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri saat berdialog dengan masyarakat yang terdampak banjir

Untuk mengantisipasi banjir bandang ini, Lanjut PJ Bupati Sarolangun ini harus dilakukan berbagai langkah-langkah, diantara perbaikan lingkungan dengan penanaman pohon atau reboisasi di hutan yang sudah gundul, perbaikan saluran drainase, perbaikan kedangkalan sungai serta tidak membuang sampah secara sembarangan.

” Kedepan ada perlu langkah-langkah untuk kita perbaiki kedepan, agar banjir ini bisa ditangani dan tidak terlalu besar dampaknya, seperti reboisasi, perbaikan lingkungan, saluran drainase dan tidak buang sampah sembarangan,” katanya.

Iapun menghimbau kepada masyarakat khususnya yang berada di lokasi Terdampak banjir untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengantisipasi banjir susulan dan lebih mengutamakan keselamatan diri dan anggota keluarga.

” Kadis sosial untuk membantu masyarakat, pertama evaluasi dulu, kemudian berikan bantuan makanan dan buka pos. Dan kita sudah bangun pos penanggulangan bencana hidrometeorologi di kantor BPBD, dan barusan ada bantuan dari orang Surabaya, ada min instan, beras jadi nanti bantuan itu akan disebarkan kepada seluruh masyarakat,” katanya.

Penulis : A.R Wahid Harahap

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments