Sabtu, Juni 15, 2024
BerandaDAERAHPlh Sekda Sarolangun Pimpinan Upacara Harkitnas Ke-116 Tahun 2024, Bacakan Pidato Menkominfo...

Plh Sekda Sarolangun Pimpinan Upacara Harkitnas Ke-116 Tahun 2024, Bacakan Pidato Menkominfo RI

Plh Sekda Sarolangun Ir Dedy Hendry, M.Si saat memimpin upacara peringatan Harkitnas ke-116 Tahun 2024

KABAR SAROLANGUN – Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Sarolangun Ir Dedy Hendry, M.Si, memimpin langsung upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang ke-116 Tahun 2024, Senin (20/05/2024) di lapangan Gunung kembang, Komplek Perkantoran Bupati Sarolangun.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, jajaran forkopimda Sarolangun, para asisten dan staf ahli Bupati, TP PKK Sarolangun, Para Kepala OPD dilingkungan Pemkab Sarolangun, serta ratusan peserta upacara terdiri dari pegawai, polri, TNI, dan siswa sekolah.

Dalam upacara tersebut, Plh Sekda Sarolangun Dedy Hendry membacakan pidato Mentri Kominfo Republik Indonesia.

Dedy Hendry mengatakan bahwa hari ini bangsa Indonesia dihadapkan pada suatu realitas yang terpampang terang yakni, kemajuan teknologi yang melesat cepat. Hari-hari ini hingga dua dekade ke depan merupakan momen krusial yang akan sangat menentukan langkah dalam mewujudkan itu semua.

” Refleksi atas pilihan tersebut bisa kita rujuk dengan “berkunjung kembali” kepada gagasan awal menjadikan dan membentuk Indonesia. Bagaimana sejarah telah membentuk kebangsaan kita. Sejarah diperlukan bukan karena sensasi politiknya. Bukan hanya sebagai sumber keteladanan nilai semata-mata,” katanya.

Lebih dari seabad lalu, tepatnya pada 20 Mei 1908, lahir organisasi Budi Utomo, yang di masa itu telah menumbuhkan bibit bagi cita-cita mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Hari berdirinya Budi Utomo inilah yang kelak menjadi simbol dari Hari Kebangkitan Nasional yang kita rayakan hari ini.

Organisasi Budi Utomo bermula dari sejumlah dokter dan calon dokter di Batavia yang berkumpul mendirikan suatu organisasi modern. Banyak orang menaruh harapan pada organisasi ini dan menganggapnya sebagai motor penggerak gerakan kemerdekaan di tanah Hindia Belanda.

” Bahkan Van Deventer, seorang tokoh Politik Etis Belanda, menyatakan: “Sesuatu yang ajaib sedang terjadi, Insulinde molek yang sedang tidur, sudah terbangun”. Budi Utomo menjadi awal mula tempat orang belajar dan berdebat tentang banyak hal” katanya.

Upacara peringatan Harkitnas berlangsung

Kebangkitan nasional adalah penanda lahirnya zaman baru. Pencetus cara berpikir baru. Semangat kebangkitan nasional merumuskan kemerdekaan sebagai wahana memperjuangkan kedaulatan dan kemuliaan manusia. Apa yang digagas Budi Utomo, Kartini dan para embrio bangsa, kemudian dirumuskan Bung Karno sebagai “jembatan emas”.

” Kemerdekaan dibayangkan Bung Karno Sebagai sebuah jembatan emas yang akan membawa bangsa Indonesia menikmati kehidupan sejahtera lahir dan batin di atas tanah sendiri,” katanya.

Sebagaimana telah berkali-kali dinyatakan oleh Presiden Joko Widodo, peluang kita menjadi negara maju ada dalam 10 hingga 15 tahun ke depan dengan memaksimalkan bonus demografi.

Presiden juga menekankan bagaimana di dalam sejarah peradaban negara-negara dan bangsa-bangsa, kesempatan itu hanya datang satu kali, oleh karenanya kita sama sekali tidak boleh keliru dalam memilih langkah.

” Kebangkitan kedua merupakan momen terpenting bagi kita hari ini. Kita harus menatap masa depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri, dan keyakinan,” katanya.

” Kemajuan telah terpampang di depan mata. Momen ini mesti kita tangkap agar kita langgeng menuju mimpi sebagai bangsa Tidak mungkin lagi bagi kita untuk berjalan lamban, karena kita berkejaran dengan waktu,” kata dia menambahkan.

Di titik inilah, seluruh potensi sumber daya alam, bonus demografi, potensi transformasi digital, menjadi modal dasar menuju “Indonesia Emas 2045”. Mari kita rayakan kebangkitan nasional kedua menuju Indonesia Emas!

Penulis : A.R Wahid Harahap

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU