
KABAR SAROLANGUN – Satu tahun kepemimpinan Bupati Sarolangun H Hurmin dan Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika bukanlah waktu yang singkat, namun juga belum cukup panjang untuk menuntaskan seluruh janji politik secara menyeluruh. Dalam dinamika pemerintahan, berbagai tantangan fiskal, regulasi, dan kondisi infrastruktur menjadi bagian dari proses yang harus dihadapi secara bertahap dan terukur.
Memang harus diakui, masih terdapat sejumlah program visi dan misi yang belum sepenuhnya terakomodir secara optimal. Namun demikian, masyarakat juga patut melihat bahwa beberapa program unggulan telah direalisasikan dan mulai dirasakan manfaatnya secara nyata.
Salah satu program prioritas adalah Dokter Maju, yang kini telah menjangkau 11 kecamatan. Pelayanan kesehatan tidak lagi hanya terpusat di fasilitas tertentu, tetapi telah bergerak langsung ke rumah-rumah warga secara bergilir.



Didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, mobil layanan kesehatan, tenaga medis, dokter, dan perawat. Program ini menjadikan akses kesehatan lebih mudah dan merata, terutama bagi masyarakat di wilayah yang sebelumnya sulit terjangkau.
Di sektor penataan kota, perubahan mulai terlihat di Kota Sarolangun. Penataan pohon, pembenahan transportasi persampahan, serta perbaikan dan penambahan LPJU (Lampu Penerangan Jalan Umum) telah memberikan dampak positif terhadap kenyamanan dan keamanan masyarakat.


Meskipun belum menjangkau seluruh desa, perluasan layanan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
Pada bidang pendidikan, Pemerintah Kabupaten Sarolangun mulai melakukan pemenuhan sarana dan prasarana untuk SD dan SMP yang menjadi kewenangan daerah. Pengadaan meja, kursi, papan tulis, lemari arsip, serta perhatian terhadap akses jalan menuju sekolah menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Sektor infrastruktur jalan juga menjadi perhatian serius. Beberapa titik seperti Sepintun dan Limun masih menjadi pekerjaan besar ke depan, mengingat kondisi medan yang berat serta panjang ruas jalan yang memerlukan anggaran besar.
Pemerintah Daerah terus membangun sinergi dengan DPR RI, DPRD Provinsi, serta memaksimalkan dukungan dari perusahaan melalui program CSR guna mempercepat penanganan infrastruktur strategis.

Sebagai bagian dari penguatan identitas daerah, ikon Kota Sarolangun yaitu Tugu Biduk yang telah lama direncanakan akhirnya direalisasikan. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi simbol semangat kebersamaan dan arah pembangunan daerah.
Di bidang sosial dan keagamaan, kepemimpinan Hurmin–Gerry terus menjalin komunikasi dan sinergi dengan tokoh masyarakat (tomad), pondok pesantren, pemuka agama, lembaga adat, serta pegawai syarak.
Implementasi dukungan honorarium dan perhatian terhadap kelembagaan keagamaan menjadi bentuk komitmen dalam memperkuat nilai-nilai sosial dan budaya daerah.
Sementara itu, program Penyuluh Maju juga menjadi perhatian khusus tahun ini, terutama dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Penyediaan sarana dan prasarana bagi penyuluh diharapkan mampu mendorong produktivitas sektor pertanian dan perkebunan, yang merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat Sarolangun.

Akhirnya, refleksi satu tahun ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen. Masih ada pekerjaan rumah yang besar, namun fondasi pembangunan telah mulai diletakkan.
Dengan sinergi pemerintah, legislatif, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat, langkah-langkah ke depan diharapkan semakin terarah, berkelanjutan, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sarolangun.
Editor : A.R Wahid Harahap






