Senin, Mei 20, 2024
BerandaDAERAHSandyka : Sidak Polres Muratara Ke Penyulingan Minyak Terkesan Formalitas Saja

Sandyka : Sidak Polres Muratara Ke Penyulingan Minyak Terkesan Formalitas Saja

Mantan Ketua GMNI Kab. Muratara Sandyka Buana dan tim gabungan dalam operasi penertiban illegal drilling

MURATARA– Mantan Ketua Gerakan Millenial Indonesia (GMI) Kabupaten Musirawas Utara, Periode 2019-2022 Sandyka Buana,S.H angkat bicara tentang penertiban minyak ilegal yang dilakukan Kapolres Muratara AKBP.Koko Arianto Wardani,S.I.K.,M.H bersama PJU Polres Muratara, TNI, Pol PP, serta unsur Kecamatan Rupit dan Kecamatan Karang Dapo pada hari, Jumat (01/09/2023) kemarin.

Ia mengatakan Penyulingan Minyak Ilegal di Desa Kertasari dan Desa Rantau Kadam pada saat sidak, tim Gabungan Polres Muratara yang di pimpin langsung oleh Kapolres Muratara hanya mengamankan Barang Bukti berupa Genset dan Blower saja tanpa mendapatkan seorangpun Pelaku dari Ilegal Driling ini di Lokasi Sidak.

” Tim gabungan yang dipimpin Kapolres Muratara hanya mengamankan genset dan blower saja,” kata Sandyka Buana S.H saat dikonfirmasi, Minggu (03/09/2023).

Selain itu, menurutnya sidak yang dilakukan itu terkesan Kamuflase dan Formalitas saja, sangat di sayangkan sekali sekelas Institusi Polres Muratara tidak mempunyai strategi yang handal dalam melakukan sidak. Kalau seumpama nya mau sidak seharusnya terlebih dahulu ada Intelijen yang memantau pergerakan kegiatan ilegal driling itu sendiri, sehingga ketika sidak menemukan Pelaku yang sedang melaksanakan Ilegal Driling tersebut.

Sebenarnya kegiatan Ilegal Driling ini sudah menjadi Atensi Khusus Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol.A.Rachmad Wibowo,S.I.K.

“Semua minyak rakyat yang ditarik di luar dari Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2008, itu adalah ilegal. Tidak boleh ada Refinery (masak minyak) ilegal di sini (Sumsel),” kata Kapolda.

Sandyka Buana,S.H. yang juga merupakan Mahasiswa Pascasarjana Magister Hukum UGM cukup terkejut dengan Kegiatan Sidak yang dipimpin langsung oleh Kapolres Muratara itu seakan langsung gerak cepat demi di Nilai Progresif oleh Masyarakat akan tetapi tidak membuahkan hasil. Tentunya alat-alat yang ditemukan itu merupakan bukti bahwasanya ilegal driling yang dilakukan oleh Oknum ini nyata dan benar adanya.

Aktivitas illegal drilling yang ada di Muratara tidak akan bisa berhenti, apabila tidak diberantas sampai ke akarnya. Masalah ini bukan masalah mudah, namun tidak juga dibilang sulit. Ia menganggap pemberantasan pengeboran minyak ilegal semestinya mudah dilakukan.

” Karena pelaku, sumber modal, dan kemana minyak-minyak ilegal itu dijual bisa ditelusuri. Namun begitu, hal itu butuh keseriusan aparat penegak hukum dan dukungan dari pemerintah juga masyarakat,”katanya.

Tokoh Pemuda itu juga berharap Kapolres Muratara kalau ingin di bilang kerja nyata harus dilaksanakan secara tuntas jangan hanya sidak menemukan alat bukti setelah itu berhenti ini terkesan formalitas saja, perlu adanya strategi dan pengawasan khusus terkait ilegal driling ini karena yakin dan percaya pihak Kepolisian lebih paham tentang cara jitu untuk mematai orang yang sedang melakukan ilegal driling.

Selanjutnya ia melihat setelah inspeksi mendadak itu dilakukan tidak ada perubahan apapun terhadap pengusaha minyak sebab masih banyak sekali mobil-mobil pengangkut minyak lalu lalang di wilayah kabupaten Musi Rawas Utara ini, dan juga isu yang beredar dimasyarakat ada indikasi setiap mobil-mobil pengakut itu memberikan fee ataupun semacam setoran setiap melintasi Polsek yang di lewatinya, hal ini menjadi kekhawatiran apabila memang betul terjadi.

” Jangan sampai Aktivitas Ilegal Driling oleh Masyarakat di sejumlah daerah dalam wilayah hukum Polres Muratara ini terkesan dibiarkan dan di rawat, karena tidak hanya berhubungan dengan kerugian negara akan tetapi dapat terbakar sehingga membahayakan keselamatan jiwa masyarakat sekitar serta merusak lingkungan,” katanya.

Penulis : RA

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU