
KABAR SAROLANGUN – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) atau yang kerap disebut Dinas Damkar, melaksanakan tugas pemadaman kebakaran dan penyelematan sepanjang tahun 2025 lalu dengan menangani kasus 41 kebakaran rumah dan 146 Kejadian non kebakaran.
Kepala Dinas Damkar Sarolangun Trianto, S.IP, ME, mengatakan bahwa Dinas damkar pada dasarnya dalam pelaksanaan kegiatan terbagi tiga poin, yakni pertama edukasi, sosialisasi dan pencegahan. Kedua, penanganan kebakaran dan ketiga penanganan non kebakaran.
” Untuk edukasi, kita berikan informasi kepada masyarakat langkah-langkah pengamanan antisipasi terjadinya kebakaran itu kita sampaikan dalam kegiatan kita, forum forum kegiatan sosialisasi diikuti dunia pendidikan, dunia usaha,” katanya, Rabu (11/03/2026) saat diwawancarai media online kabarsarolangun.com.
Trianto menjelaskan bahwa untuk pelaksanaan penanganan kebakaran sepanjang tahun 2025 lalu ada 41 kejadian kebakaran, yang semua itu berhasil ditangani oleh petugas damkar dengan baik dan respon time 15 menit sesuai dengan Peraturan Mentri Dalam Negeri (Permendagri) terkait Standar Operasional Prosedur (SOP) Penanganan kebakaran.
” Alhamdulillah bisa ditangani dengan cara respon time, tanggap darurat terlaksana dengan baik. Nilai kerugian dengan asumsi rumah non permanen 250 juta dan permanen 300 juta, diperkirakan nilai kerugian 4 miliar lebih,” katanya.

Sedangkan untuk penanganan Non kebakaran seperti kayu tumbang, evaluasi orang, hewan, ular dan sebagainya, pihaknya mencatat ada sebanyak 146 kejadian.
Hal itu berupa aksi penyelamatan yang ditangani dengan respon petugas damkar di seluruh sektor Kecamatan yang ada dalam kabupaten Sarolangun.
” Dalam rangka pemadaman, kita berkoordinasi dengan dinas sosial untuk bantuan sembako dan BPBD untuk bantuan fisik. Setelah dilaporkan oleh damkar biasanya dinas terkait turun untuk verifikasi dan validasi data di lapangan,” katanya.
Penulis : A.R Wahid Harahap






