Minggu, Juni 23, 2024
BerandaDAERAHSudah Enam Hari Jalan Tertimbun Longsor, Akses Jalan Belum Bisa Dilewati Masyarakat...

Sudah Enam Hari Jalan Tertimbun Longsor, Akses Jalan Belum Bisa Dilewati Masyarakat 7 Desa Di Batang Asai

Kondisi Jalan penghubung 7 Desa di Batang Asai tertimbun tanah longsor belum ada perbaikan

KABAR SAROLANGUN – Pasca kejadian Tanah longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Batang Asai pada Kamis (03/08/2023), masyarakat batang Asai khususnya di tujuh desa saat ini masih belum bisa melewati jalan karena tertimbun tanah longsor.

Ketua Persatuan Mahasiswa dan Pelajaran Batang Asai (PMPB) M. Solihin mengatakan bahwa akses jalan yang tertimbun longsor tersebut berada di jalan penghubung Desa Rantau Panjang Kec Desa Tambak Ratu hingga ke ujung batang asai, Desa Sungai Keradak.

Ketujuh desa yang terkena dampak akibat tanah longsor tersebut, Desa Tambak Ratu, Desa Batin Pengambang, Desa Bukit Berantai, Desa Muara Air Dua, Desa Simpang Narso, Desa Batu Empang dan Desa Sungai Keradak.

” Kejadian longsor ini kemarin tanggal 03 Agustus 2023, jalan penghubung masyarakat di tujuh desa belum bisa dilewati,” katanya, Senin (07/08/2023) saat dikonfirmasi media ini.

Dikatakan M. Solihin, sejak kejadian tersebut hingga saat ini yang sudah enam hari lamanya belum ada tindakan dari Pemerintah untuk membuka akses jalan akibat tertimbun tanah longsor.

Masyarakat batang Asai saat berjuang keras untuk melintasi jalan timbunan longsor

Saat ini masyarakat hanya bisa melintasi seadanya itupun hanya kendaraan roda dua itupun harus berjuang dengan mengangkat kendaraan roda dua tersebut oleh beberapa orang, sedangkan kendaraan roda empat sama sekali tidak bisa melintasi jalan tersebut.

” Sudah enam hari belum ada perhatian dari pemerintah, kita harapkan agar segera turun bantuan untuk membuka akses jalan, dan kita harapkan pak camat Batang Asai juga bisa koordinasi ke Kabupaten atau provinsi,” katanya.

Selain itu, kata pemuda batang Asai ini mengharapkan agar akses jalan yang tertutupi tanah longsor ini segera dilakukan perbaikan sehingga masyarakat bisa melintasi kembali dengan normal, karena dikhawatirkan jika ada warga batang Asai di tujuh desa yang sakit ataupun hendak melahirkan akan tidak bisa di bawa ke puskesmas kecamatan ataupun RSUD Sarolangun.

” Kasihan sama masyarakat apalagi kalau ada yang sakit atau mau melahirkan, nah ini yang membuat prihatin terhadap masyarakat, maka kita minta agar segera ditanggapi, dan kita minta camat untuk segera turun ke lokasi,” katanya.

Penulis : A.R Wahid Harahap

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU