
KABAR SAROLANGUN – Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, SE meninjau langsung kondisi Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Sarolangun yang ada di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sarolangun, Kamis (24/09/2026).
Dari peninjau tersebut, tampak gedung BLK yang saat ini sangat memprihatikan, pasalnya bangunan gedung yang sudah tua yang dibangun masa Sarolangun-Bangko (Sarko) sebelum Pemekaran Kabupaten Sarolangun.
Peninjauan tersebut turut didampingi Kadisnakertrans Sarolangun H Juddin, S.Ag, M.Pd, Staf Ahli Bupati Sarolangun H Kasiyadi, S.IP, ME, Sekretaris Disnakertrans Sarolangun Hanibar, SE, Sekretaris Dinas TPHP Sarolangun Ujang Junaidi, SE, serta jajaran Disnakertrans Sarolangun dan para lurah.
Tampak kondisi gedung BLK banyak yang mengalami kerusakan yang sangat butuh perbaikan, sehingga untuk dijadikan tempat pelatihan kerja bagi masyarakat sangat kurang memadai.
Kepada awak media, Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika mengatakan bahwa dari peninjauan yang dilakukan terlihat jelas bangunan BLK saat ini butuh banyak perbaikan. Hal itu dimulai dari banyak atap yang sudah bocor, plafon yang robek, cat tembok yang sudah pudar dan kondisi ruangan yang kotor.
” Kita meninjau gedung BLK yang sudah berdiri dari zaman Sarolangun Bangko yang tentu karena kondisinya sudah cukup tua bangunannya, tentu butuh banyak perbaikan di gedung-gedung yang kita lihat sama-sama, dan ini yang harus kita perhatikan bersama,” katanya.
Kata Gerry, meski kondisi bangunan seperti pelatihan masih terus dilakukan dengan peralatan yang juga masih bisa digunakan. Maka ia pun akan mendorong Disnakertrans Sarolangun untuk bagaimana mengusulkan perbaikan ke Pemerintah Pusat melalui Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.


” Jadi, ya mudah-mudahan nanti kita dengan dukungan dari APBD ataupun nanti dari usulan-usulan kita ke Kementerian itu kita bisa sama-sama mengusulkan untuk perbaikan gedung BLK ini,” katanya.
Untuk perbaikan gedung BLK Sarolangun ini diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 7 Miliar lebih. Maka, Wabup meminta Disnakertrans Sarolangun untuk menyiapkan proposal untuk diajukan ke kementrian nantinya.
” Alat-alat Alhamdulillah semuanya masih sebagian besar masih berfungsi dengan baik. Jadi sayang kalau kita melihat dengan alat-alat ini sebagian juga ada yang masih baru dan juga sebagian masih berfungsi dengan baik,” katanya.
” Dan juga tentu peserta pelatihan pun masih rutin dilaksanakan tiap tahun. Nah jadi sayang kalau pesertanya ada, alatnya ada, cuma tempatnya kurang memadai,” kata dia menambahkan.
Penulis : A.R Wahid Harahap


