Rabu, Januari 28, 2026
spot_img
spot_img

Tokoh Masyarakat Desa Taman Bandung Keluhkan Pembangunan Jalan Rigit Beton Dana Desa Tahun 2025

Darmawi : Dibangun Cuman 20 Meter Dari 300 Meter

Kondisi Pembangunan Jalan Rigit Beton Dana Desa Di Desa Taman Bandung belum selesai dikerjakan

KABAR SAROLANGUN – Tokoh Masyarakat Desa Taman Bandung, Kecamatan Pauh, Darmawi mengeluhkan terkait pelaksanaan proyek pembangunan jalan rigit beton melalui Dana Desa Tahun 2025 yang lalu.

Kata Darmawi, pembangunan jalan rigit beton ini seharusnya dibangun sepanjang 300 meter dengan tebal 20 centi meter dan lebar 3 meter.

” Rigit beton sepanjang 300 meter dana DD tahun 2025, sekarang belum ada penyelesaian, ada yang dibangun sekitar 20 meter. fakta dilapangan cuman 20 meter yang dibangun, 280 belum dibangun alasannya hari hujan,” kata Darmawi kepada media online kabarsarolangun.com, Senin (26/01/2026).

Tokoh masyarakat Desa Taman Bandung Darmawi bersama Mela Maleva

Kata Darmawi, pembangunan akses jalan ini sangat dinantikan oleh masyarakat, karena jalan yang selama ini sulit dilewati. Apalagi saat musim penghujan, masyarakat juga kesulitan dalam mengangkut hasil perkebunan.

” Kalau bisa harapan kami selaku masyarakat desa taman bandung, baik pemerintah desa maupun kabupaten tolong perhatikan kami desa taman bandung Maslaah akses transportasi jalan, kami tidak usah dibantu beras akses jalan kami saja diperbaiki,” katanya.

Selain pembangunan jalan rigit beton, Darmawi juga mengeluhkan pengelolaan tanah khas Desa (TKD) seluas 5,5 hektar yang ditanami sawit pada tahun 2021 yang lalu. Namun, sudah lima tahun kebun sawit tersebut tidak dilakukan perawatan oleh Pemerintah Desa dan hanya semak belukar, sementara menurutnya dana perawatan ada dianggarkan melalui Dana Desa.

” Dan belum ada penjelasan dari desa masalah perawatan tanah khas desa itu, sudah ditanam sawit tahun 2021 sampai sekarang sudah semak belukar, sawit sudah tumbuh umur 5 tahun, masalah perawatannya dimana padahal dana perawatan ada, sawitnya sekitar 5,5 hektar,” katanya.

” Balai desa tidak ada perehaban, tidak di urus. Kalau ngantor saya belum paham, perangkat desa di desa taman bandung, kalau dulu pernah ngantor dari Senin sampai Kamis, cuman sekarang tidak aktif lagi,” kata dia menambahkan.

Warga Desa Taman Bandung Mela Maleva
Jalan Rigit Beton yang sudah dibangun dan yang belum dibangun 

Hal senada dengan salah seorang warga Desa Taman Bandung, Mela Maleva yang mengatakan bahwa ia merasa prihatin dengan kondisi pembangunan jalan rigit beton di desanya itu tidak selesai dikerjakan.

” Kalau rigit beton 300 meter ini benar-benar dibangun, dampaknya anak anak sekolah tidak lagi pakai sendal dan jalan kaki, tapi bisa memakai sepatu dan diantar pakai motor. Kalau 300 meter ini selesai anak-anak sekolah tidak main becek lagi dan tidak kesiangan lagi, cuman faktanya yang dibangun baru 20 meter, dan jalan tetap berlumpur,” katanya.

Mela Maleva juga mengatakan atas kritikan yang dilontarkannya itu terkait proyek Pemerintah Desa Taman Bandung tersebut, ia mendapatkan kata-kata ancaman dari pihak keluarga Kepala Desa, padahal kritikan yang disampaikan dirinya hanya untuk kemajuan desa.

” Sampai sekarangpun saya terus diteror dan saya mau melapor ke Polsek Pauh. Mudah-mudahan kedepan tidak ada lagi pengancaman kepada saya, keluarga maupun masyarakat di sekitar,” katanya.

” Terkait kondisi jalan saya tidak ada niat merendahkan atau menghakimi kinerja pak kades tetapi saya ingin supaya desa ini bisa maju seperti masyarakat kota pada umumnya tidak terus dijajah dengan lumpur karena sudah sekitar 30 tahun lamanya masyarakat desa taman bandung di Jajah dengan lumpur,” kata dia menambahkan.

Penulis : Tim

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU