Kadis Damkar Trianto : Edukasi Masyarakat Efektif, Pemahaman Soal Pencegahan Kebakaran Makin Tinggi

KABAR SAROLANGUN – Jumlah kebakaran rumah sepanjang tahun 2025 di wilayah Kabupaten Sarolangun mengalami penurunan cukup baik, dari jumlah total 71 Penanganan kebakaran rumah sepanjang tahun 2024 lalu, turun sebanyak 41 penanganan kebakaran rumah selama tahun 2025.
Sementara Aksi Penyelamatan, jumlahnya berbanding terbalik dengan penanganan kebakaran. Kalau tahun 2024 lalu, aksi penyelamatan yang dilakukan petugas damkar sebanyak 119 penyelamatan, sedangkan tahun 2025 meningkat cukup tajam menjadi 146 penyelamatan.
” Selama tahun 2025, akibat kebakaran rumah nilai kerugian dengan asumsi rumah non permanen 250 juta dan permanen 300 juta, diperkirakan nilai kerugian 4 miliar lebih. Sedangkan tahun 2024, dari 71 kasus kebakaran rumah kerugian materi ditaksir mencapai 7,77 Miliar,” katanya.
Sedangkan untuk penanganan Non kebakaran seperti kayu tumbang, evaluasi orang, hewan, ular dan sebagainya, pihaknya mencatat ada sebanyak 146 kejadian.
Hal itu berupa aksi penyelamatan yang ditangani dengan respon petugas damkar di seluruh sektor Kecamatan yang ada dalam kabupaten Sarolangun.
” Non kebakaran itu naik dikarenakan orang semakin peduli dan yakin dengan damkar, makanya ketika ada minta evakuasi orang atau hewan, ini kita tangani cepat dan sesegera mungkin, masyarakat semakin yakin dengan kehadiran damkar,” katanya.

Menurun jumlah kebakaran rumah ini, lanjut Trianto, adalah sebagai bukti kerja kerasa yang dilakukan oleh personil damkar baik di sektor kecamatan maupun dinas damkar secara menyeluruh dalam melakukan upaya pencegahan melalui kegiatan edukasi ke tengah masyarakat seperti sekolah-sekolah, kampus, perkampungan, relawan damkar.
Pihaknya juga kerap melakukan inspeksi ke perusahaan atau dunia usaha berkaitan dengan ketersediaan alat alat pemadaman kebakaran, seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR) beserta perlengkapannya.
” Kalau perusahaan besar harus ada tangki pemadaman kebakaran dan alat nozer, untuk kesiapsiagaan dalam menghadapi kebakaran dan penyelamatan. Kita juga intens melakukan semo pengenalan alat-alat pemadam kebakaran dan demo standar operasional pemadaman kebakaran,” katanya.
Dengan program rutin melakukan edukasi, simulasi dan demo ke tengah masyarakat, tentu berdampak terhadap peningkatan pemahaman masyarakat dalam upaya atau langkah-langkah penanganan kebakaran sejak dini, sehingga kejadian kebakaran mengalami penurunan setiap tahun.
” Semakin tinggi pemahaman orang terhadap langkah-langkah penanganan, maka semakin berkurang terhadap kejadian kebakaran,” katanya.
Pihaknya juga menyediakan ruang bagi masyarakat untuk melaporkan langsung ketika ada kejadian kebakaran melalui program Lapor Damkar.
Dengan menyampaikan laporan, maka petugas pemadam kebakaran akan menangani secepat mungkin.
” Lapor damkar Alhamdulillah terlaksana dengan baik, aplikasi wa grup juga kita sampaikan, camat dan SKPD, sebarkan di media massa ini kita laporkan kalau ada kejadian silahkan lapor dengan damkar,” katanya.
Penulis : A.R Wahid Harahap






