spot_img

Latsar CPNS Sarolangun Tahun 2026 Gunakan Pembelajaran Blended Learning, Sejumlah Tenaga Pengajar Disiapkan

Para peserta Latsar CPNS tahun 2026 saat mengikuti pembelajaran melalui metode blended learning

KABAR SAROLANGUN – Usai dibuka oleh Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, berbagai kegiatan Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Golongan III Formasi Umum angkatan III, IV dan V disiapkan oleh penyelenggara dalam hal ini Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sarolangun kerjasama dengan Badan Pengembang Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jambi.

Sebanyak 112 orang mengikuti latsar CPNS tersebut yang dibagi dalam 3 Angkatan. Yakni Angkatan III sebanyak 38 Orang peserta CPNS golongan III, Angkatan IV sebanyak 37 Orang peserta CPNS Golongan III, dan Angkatan V sebanyak 37 Orang peserta CPNS Golongan III.

” Latsar CPNS ini dilaksanakan dengan metode dan mekanisme Blended Learning yaitu model pembelajaran yang menggabungkan metode tatap muka (offline) dengan pembelajaran daring (online) secara terencana dan terstruktur,” kata Kepala BKPSDM Sarolangun Linda Novita Herawati, SH, MH.

Linda Novita Herawati menjelaskan Metode Pembelajaran/Pelaksanaan ini merupakan metode pembelajaran yang memadukan antara proses pembelajaran tatap muka didalam kelas (Klasikal) dengan proses pembelajaran secara daring/virtual.

Pelatihan dasar dengan metode Blended Learning ini dilaksanakan selama 647 JP atau setara dengan 64 hari kerja yang terdiri dari jenis pembelajaran yaitu : Pelatihan Mandiri (Self Learning) dilaksanakan selama 9 hari belajar (setara 48 JP).

Kemudian Distance Learning dilaksanakan selama 19 hari kerja terdiri dari 33 JP pembelajaran daring/virtual secara langsung (syrochronous), dan 144 JP yang dilaksanakan secara Asynchronous.

” Aktualisasi Ditempat Kerja dilaksanakan selama 30 hari kerja setara 360 Jam pelajaran, dan Pembelajaran Klasikal dilaksanakan selama 6 hari setara 62 Jam pelajaran,” katanya.

Selain itu, para peserta juga mengikuti pembelajaran Mandiri (MOOC) telah dilaksanakan sejak tanggal 18 Agustus s.d 27 Agustus 2025, Pembelajaran Distance Learning telah dilaksanakan sejak tanggal Tanggal 12 Januari s.d 19 Februari 2026.

Sekda Sarolangun Muhammad Arief saat menyampaikan pembelajaran kepada peserta latsar CPNS
Kegiatan pembelajaran yang diikuti para peserta Latsar CPNS

Untuk proses Aktualisasi ditempat tugas masing-masing peserta/OPD telah dimulai sejak Tgl 20 Februari s.d 2 April 2026. Sedangkan Pembelajaran Klasikal /tatap muka di Gedung Diklat dimulai hari ini tanggal 6 April sampai dengan tanggal 25 April 2026.

” Tujuan kegiatan ini untuk membentuk karakter dan integritas CPNS agar mampu menjalankan tugas sebagai pelayan publik yang profesional, beretika, dan memiliki komitmen pada nilai-nilai moral serta tanggung jawab sebagai aparatur negara,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa latsar ini juga bertujuan untuk menanamkan nilai dasar ASN BerAKHLAK sebagai pedoman sikap dan perilaku dalam bekerja, berinteraksi, dan memberikan pelayanan publik, meningkatkan kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural sehingga CPNS mampu melaksanakan tugas jabatannya secara optimal sesuai kebutuhan organisasi pemerintah.

Kemudian membekali CPNS dengan pengetahuan tentang sistem pemerintahan, regulasi, dan etika birokrasi sebagai fondasi dalam menjalankan peran sebagai aparatur pemerintah, mendorong terwujudnya ASN yang profesional, loyal, dan memiliki orientasi pelayanan publik, sehingga mampu memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

” Serta membangun kesadaran bela negara, menjaga keutuhan NKRI, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air dalam menjalankan tugas pemerintahan,” katanya.

Sementara untuk tenaga pengajar, instruktur dan Widyaiswara, para peserta Latsar CPNS akan mengikuti pembelajaran dari para narasumber diantaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Sarolangun Ir Muhammad Arief, RH, MUM, Kepala BPSDM Provinsi Jambi, Kepala BKPSDM Sarolangun Linda Novita Herawati, SH, MH, Kabid Pengembangan Kompetensi Manajerial BPSDM Provinsi Jambi Nurbaiti, S.Sos, M.Si, serta pelatih pembinaan sikap dan prilaku Peltu Maju Situmorang dan Koptu Yudi Kurniawan.

” Tenaga Pengajar merupakan Widyaiswara dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jambi yang berkompeten dan memiliki sertifikat Training Of Fasilitator (TOF) dan Training Of Trainer (TOT) dari LAN RI,” katanya.

” Selama proses pembelajaran peserta juga didampingi oleh tim Pembina sikap prilaku yang merupakan personil TNI yang berasal dari Komando Distrik Militer 0420 Sarko sebanyak dua orang,” kata dia menambahkan.

Penulis : A.R Wahid Harahap

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU