spot_img

Bupati Sarolangun Hurmin Bersama Forkopimda Coffee Morning Pimpinan PT SAL dan SAD Kecamatan Air Hitam, Ini Pokok Bahasannya

Bupati Sarolangun Hurmin dan jajaran Forkopimda Kabupaten Sarolangun

KABAR SAROLANGUN – Bupati Sarolangun H Hurmin bersama jajaran forkopimda melakukan kegiatan diskusi yang diselingi dengan kegiatan coffee morning bersama sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat, pimpinan PT Sari Aditya Loka (SAL) dan masyarakat Suku Anak Dalam (SAD), Rabu (06/05/2026) di rumah dinas Bupati Sarolangun.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.IK, MH, Pabung Mayor CHK Dedy Afrizal, SH, MH, Kasubsi II Intelijen Kejari Sarolangun Meiza, SH, Ketua PN Sarolangun Novarina Manurung, SH, MH, Kepala Bakesbangpol Sarolangun Hudri, M.Pd.I, Pasi Intel Bataliyon Infantri TP-896/SP, Pimpinan PT SAL Bpk. Joko, Kabag OPS Kabupaten Sarolangun, Pos Binda Kabupaten Sarolangun.

Hadir juga Kadis Sosial Sarolangun Helmi, SH, MH, Para Kabag, Kabid KNPK Bakesbangpol Sarolangun H Khairul Amin, SE, Camat Air Hitam Kabupaten Sarolangun Fathur Rahman, Ketua LAM Jambi Kecamatan Air Hitam H Mukhtar, Para Kades Kecamatan Air Hitam dan Wakil Ketua LAM Kec. Air Hitam Husni Tamrin.

Dari kalangan SAD hadir langsung Jenang Jalaludin, Mangku Adat/Tarip H. Jailani, Mangku Adat Rahman, Mangku Adat Nugrah, Mangku Adat Sudi, Temenggung Melino, Temenggung Meladang,Temenggung Bebayang, Temenggung Kecinto/Afrizal, Temenggung Bepayung, Temenggung Nangkus, Temenggung Grip dan Temenggung Jalo.

Pimpinan PT SAL, OPD terkait, Camat, Para Kepala Desa, Tokoh Adat dan warga SAD
Kepala Bakesbangpol Sarolangun Hudri saat membuka kegiatan dialog

Bupati Sarolangun Hurmin mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Sarolangun mengucapkan terima kasih banyak atas kehadiran jajaran forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat serta pihak perusahaan PT SAL dan para jenang dan temenggung SAD dalam menyikapi tindak lanjut dari kejadian beberapa waktu yang lalu.

” Kita selaku pemerintah bersama Forkopimda, Forkopimcam dan perusahaan, kita ingin situasi dalam keadaan aman dan kondusif. Harapan dengan kehadiran kita bersama antara perusaan dan masyarakat SAD, silaturrahmi semakin baik,” katanya.

” Mari kita ciptakan suasana itu sebaik mungkin, kalau kita sama-sama untuk kebaikan insa Allah akan tercapai apa yang kita harapkan,” kata dia menambahkan.

Pada kesempatan itu, Mangku Adat/Tarip H. Jailani mengaku sudah bosan untuk mengurus masyarakat SAD yang selalu sampai saat ini belum berubah dan masih melakukan pencurian buah sawit.

” Mulut kami sudah berbusa menasehati, tetapi tidak di dengar,” katanya.

Iapun meminta kepala desa, mulai Desa Bukit suban, Desa Lubuk Jering, Desa Pematang Kabau, Desa Jernih, dan untuk memanggil anak buahnya untuk musyawarah dan menyepakati jalan yang terbaik.

” Selama ini, kepala desa belum ada memanggil dan menasehati masyarakatnya. Kalau kades sudah menasehati tapi tidak bisa berarti tidak bisa. Kami mohon kepada Rajo, jangan cuman kasih orang dalam di nasehati tetapi orang luar juga dinasehati. Kalau tidak ada yang membeli, baru aman dan tidak ada mengambil karena kemana mau di jual,” katanya.

Mangku Adat dari SAD H Jailani saat menyampaikan solusi

Senada dengan itu, Temenggung Kecinto atau dengan nama Islamnya Afrizal mengatakan bahwa pada prinsipnya SAD ini punya keinginan untuk maju, hanya saja perlu dibina oleh Pemerintah tanpa harus merubah adat warga SAD.

” Kami mohon maaf sekali lagi, maju atau tidak maju SAD itu ada di tangan Pemerintah. Maka kami minta bagaimana kehidupan SAD ini yang layak supaya tidak membuat gaduh lagi. Kalau dulu, jernang masih laku sekarang tidak lagi, berburu masih banyak dapat, jadi bagaimana SAD ini hidup,” katanya.

” Kami minta bantu kepada Pemerintah Kabupaten Sarolangun agar membuat akses jalan, dan membantu SAD untuk mandiri di bidang pertanian,” kata dia menambahkan.

Selain itu, Pimpinan PT SAL Bpk. Joko mengapresiasi atas kegiatan coffee morning ini yang merupakan bentuk upaya yang sungguh-sungguh dari forkopimda, semua pihak dalam menjaga Kamtibmas di wilayah Kabupaten Sarolangun terutama di wilayah Kecamatan Air Hitam.

” Bahwa setelah kejadian kemarin, pasca mediasi kondisi kami sudah jauh lebih baik. Namun demikian, ada sebagian wilayah kami yang masih belum berhenti terutama di wilayah inti 1 di akses pinggiran,” katanya.

” Kita sudah melakukan rangkaian mediasi, ada kesepakatan itu, maka mari kita lakukan itu. Misi perusahaan menjadi panutan dan berkontribusi untuk kesejahteraan dan pembangunan bangsa. Maka kami siap berdiskusi terkait apa yang disampaikan oleh bapak Kepala Desa,” katanya.

Bupati Sarolangun Hurmin saat menyampaikan closing statement dari kegiatan coffee morning tersebut 

Di akhir Penyampaiannya, Bupati Sarolangun Hurmin menegaskan bahwa dari kegiatan pertemuan ini telah disampaikan sejumlah masukan dan saran dalam mengatasi persoalan yang terjadi.

” Kita sama-sama mendengar dari penyampaian forkopimda, tokoh adat, kades, mangku adat SAD, temenggung, dan saran yang disampaikan untuk dicatat. Persoalan merekrut tenaga keamanan, itu tekhnis nanti dan itu saran yang bagus. Bagaimana desa yang ada di situ sama-sama melindungi,” katanya.

” Masalah penadah dari hasil curian buah sawit, yang namanya maling ini tetap salah, apapun bentuknya. Lakukanlah secara persuasif dengan keluarga kita,” kata dia menambahkan.

Penulis : A.R Wahid Harahap

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU