
KABAR SAROLANGUN – Bunda PAUD Kabupaten Sarolangun Ny Hj Risha Fitria Hurmin, SE menghadiri langsung kegiatan sosialisasi program inovasi dari Bunda PAUD Desa Sungai Baung yang berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Sungai Baung.
Program inovasi ini dengan sebutan GPS Jempol, Gerakan Pentingnya Sekolah Jemput Peluang, yang berlangsung pada Jum’at (22/05/2026) di Aula Gedung serbaguna Kantor Desa Sungai Baung.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Pokja Bunda PAUD Sarolangun Ny Lilis Sumiati Arief, Kabid PAUDNI Disdikbud Sarolangun Dr Farida, S.Ag, M.Pd, Bunda PAUD Kecamatan Sarolangun Ny Annisa Puspa Zulida Ilham, Bunda PAUD Desa Sungai Baung Yani Fitriyati, S.Pd I, Gr, Kepala Desa Sungai Baung Alhimni Rusdi, S.Pt.
Hadir juga Kepala Puskesmas Sungai Baung, Para kepala sekolah paud/TK, SD, SMP dan SMK di lingkungan Desa Sungai Baung, para Pendamping Desa, Jajaran lembaga terkait, para orang tua/wali Anak Usia dini serta anak-anak PAUD yang sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan istimewa tersebut.


Dari pantauan dilapangan, Bunda PAUD Sarolangun Ny Hj Risha Fitria Hurmin beserta rombongan disambut dengan tarian dari anak-anak PAUD dan TK yang menambah suasana semakin khidmat dengan pemberian bunga dan daun sirih yang diserahkan langsung Anak-anak PAUD dengan meriah riang gembira.
Dalam sosialisasi program GPS Jempol ini, Bunda PAUD Sarolangun Ny Hj Risha Fitria mengatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah, pondasi utama bagi tumbuh kembang anak. Masa usia dini adalah masa emas (Golden Age), yang hanya datang sekali seumur hidup.
” Di usia 0 hingga 6 Tahun inilah, otak anak berkembang sangat cepat, bahkan mencapai 80% kapasitasnya sebelum mereka masuk SD. Oleh karena itu, pendampingan dan perhatian dari orang tua sangatlah penting,” katanya.
Kata Ny Risha Fitria bahwa parenting bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan fisik anak, tapi juga tentang membangun kedekatan emosional, menanamkan nilai, dan membentuk karakter. Anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang mereka dengar, tapi terutama dari apa yang mereka lihat dan rasakan dari orang tua dan lingkungannya.
” Kepada Orang Tua, saya juga mengingatkan bahwa pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Mari kita jalin sinergi yang kuat, demi masa depan generasi penerus yang cerdas, sehat dan berakhlak mulia,” katanya.

Selain itu, kata Bunda PAUD Sarolangun ini bahwa kegiatan sosialisasi Gerakan Pentingnya Sekolah Jemput Peluang (GPS Jempol) ini memiliki manfaat yang sangat penting.
Diantaranya menghapus Miskonsepsi Calistung, Melalui gerakan transisi PAUD ke SD yang menyenanangkan, dapat melatih kemampuan fondasi, kemantangan emosi, dan kemandirian anak secara holistik.
” Kolaborasi dengan orang tua juga perlu ditingkatkan, bahwa peluang untuk mencetak generasi hebat tidak bisa dilakukan sekolah sendirian. Kita membangun ruang komunikasi yang erat dengan orang tua, agar stimulus di sekolah dan di rumah berjalan selaras. Dan Orang tua wajib peka terhadap gejala perundungan (bullying),” katanya.
Terkait pemanfaatan Era Digital, kata Risah Fitria bahwa Dunia digital membuka gerbang metode belajar yang kreatif. Ini adalah peluang bagi para guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan menghadirkan media ajar yang interaktif serta menarik bagi anak.
” Dan yang paling penting, berikan kasih Sayang Kepada anak-anak kita tanpa syarat. Anak-anak kita membutuhkan orang tua yang mau terus belajar, dan tanggap terhadap perubahan. Mari kita jadikan gerakan ini sebagai momentum untuk mengubah cara pandang kita. Jangan menunggu hari esok untuk memberikan perhatian terbaik, karena masa kecil anak tidak akan pernah terulang,” katanya.
Ia juga mengapresiasi Desa Sungai Baung ini sudah sangat besar, hal itu bisa dilihat dari lembaga pendidikan dari PAUD, TK, SD, SMP dan SMK yang sudah ada di Desa Sungai Baung, bahkan sudah ada lahan yang disiapkan untuk membangun Universitas kedepannya.
Bahkan melalui inovasi GPS Jempol inilah, Desa Sungai Baung bisa dikenal di kancah nasional, atas prestasi gemilang dalam mendapatkan penghargaan apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional Tahun 2025 lalu, dalam kategori Bunda PAUD Desa Inovatif Se-Indonesia dalam kontribusi mendukung kebijakan nasional Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah dan Wajib Belajar 13 Tahun.
” Mari kita dukung wajib belajar 13 tahun dengan menerapkan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat, yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makanan sehat, gemar belajar, bermasyarakat dan tidur cepat,” katanya.

Dalam sosialisasi tersebut, Bunda PAUD Sarolangun Ny Hj Risha Fitria Hurmin beserta jajaran, Kades Sungai Baung Alhimni Rusdi, Bunda PAUD Desa Sungai Baung Yani Fitriyati bersama masyarakat Poto bersama mensukseskan program GPS jempol menuju Sarolangun Maju.
Penulis : A.R Wahid Harahap






