Tahun Ini Targetkan 500 UMKM Miliki NIB, Label Halal dan PIRT

KABAR SAROLANGUN – Dinas Koperasi, UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Kopurindag) meluncurkan inovasi baru berupa program Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Maju dalam mewujudkan visi dan misi Sarolangun Maju 2025-2030.
Inovasi tersebut secara resmi telah dilaunching langsung Bupati Sarolangun H Hurmin, Rabu (24/06/2026) di Aula Diskopurindag Sarolangun, sekaligus membuka pelatihan kewirausahaan dan pelatihan UMKM Emak-emak sebagai Sinkronisasi pelaksanaan Pemberdayaan Industri dalam rangka mewujudkan Sarolangun Maju 2025-2030.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Dekranasda Kabupaten Sarolangun Ny Hj Risha Fitria Hurmin, Sekda Sarolangun Ir Muhammad Arief, RH, MUM, Asisten II Sarolangun Ir Dedy Hendry, M.Si, Plt Kadis Kopurindag Sarolangun Bustra Desman, SE, MM, Kepala Kemenag Sarolangun Drs H M Syatar, S.Ag, Ketua DWP Sarolangun Ny Lilis Sumiati Arief dan Nara Sumber Dari Dinas Kopurindag Provinsi Jambi.
Hadir sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Pimpinan Bank Jambi Cabang Sarolangun Ardian Setiawan, SE, Para Camat se-Kabupaten Sarolangun, Pimpinan Bank BRI Cabang Sarolangun Diwakili Bpk. Hendri, Jajaran TP PKK Sarolangun, Puluhan Pelaku UMKM serta instruktur Pelatihan UMKM.

Plt Kadis Kopurindag Sarolangun Bustra Desman, bahwa data UMKM pada tahun 2026 di Kabupaten Sarolangun memiliki 3.946 unit UMKM. Namun dari jumlah itu, baru 2.687 UMKM yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), 1.330 yang memiliki label halal, dan 186 yang sudah diterbitkan sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
” Atas kondisi ini, kami selaku Dinas Kopurindag merasa perlu hadir dengan program yang konkret, terukur, dan berkelanjutan. Maka hari ini kita luncurkan Program UMKM Maju Sarolangun 2026 yang telah resmi di launching bapak Bupati Sarolangun H Hurmin,” katanya.
Kata Bustra Desman, bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Daerah dalam memberikan dukungan kepada pelaku usaha mikro melalui pembinaan, fasilitasi perizinan, peningkatan kapasitas usaha, akses pemasaran, dan penguatan kelembagaan usaha sehingga mampu meningkatkan skala usahanya secara berkelanjutan.
” Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi. Saya mengajak seluruh OPD, camat, Lurah dan kepala desa untuk membantu mendata dan mendorong pelaku usaha di wilayahnya masing² agar ikut serta,” katanya.
Kegiatan pelatihan kewirausahaan dan UMKM Emak-emak ini, dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 24 s.d 25 Juni 2026 dengan peserta sebanyak 50 Pelaku usaha yang tersebar dalam 11 kecamatan dengan Nara Sumber dari Provinsi maupun dari Kabupaten Sarolangun.
Peserta Pelatihan Kewirausahaan sebanyak 30 orang dari 6 usaha yang sama dengan kriteria peserta harus Memiliki usaha minimal 1 tahun berjalan, Memiliki NIB, Memiliki tempat usaha, dan Memiliki informasi tentang omset pertahun.
Begitu juga Pelatihan UMKM Emak-Emak dengan peserta 20 orang dari 4 usaha yang sama dengan kriteria Single parent, Memiliki usaha minimal 1 tahun berjalan, Memiliki NIB, Memiliki tempat usaha dan Memiliki informasi tentang omset pertahun.
” Tahun 2026 ini kita targetka 500 UMKM memiliki NIB, PIRT, dan sertifikat halal gratis, hal itu sebagai bentuk legalitas dan kapasitas UMKM kita,” katanya.

Selain itu, kata Bustra Desman, pihaknya juga berupaya untuk menaikkan kelas produk unggulan UMKM di Sarolangun dengan pendampingan kemasan, branding, dan standardisasi mutu agar produk Sarolangun bisa masuk minimarket dan pasar modern.
” Kita juga berupaya untuk akses Pasar Digital melalui kerjasama dengan Shopee, Tokopedia, dan Siger Mart untuk kurasi dan pelatihan jualan online,” katanya.
Untuk mendukung itu, pihaknya telah menyiapkan tim pendamping di 11 kecamatan, bekerjasama dengan Bulog untuk stabilisasi bahan baku, dan dengan perbankan untuk fasilitasi KUR dengan bunga 6%.
” Keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi. Kami di Koperindag siap menjadi garda terdepan dalam pendampingan teknis. Kepada bapak ibu pelaku UMKM, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Jangan ragu bertanya, jangan malu belajar. Produk Sarolangun seperti kopi, kerajinan bambu, kue tradisional, dan hasil pertanian punya kualitas,” katanya.

” Tugas kita adalah mengemasnya dengan baik dan memasarkannya lebih luas. Semoga program UMKM Maju Sarolangun 2026 dapat berjalan lancar dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan pendapatan pelaku usaha dan perekonomian daerah,” kata dia menambahkan.
Penulis : A.R Wahid Harahap






