
KABAR SAROLANGUN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sarolangun menggelar kegiatan Bimbingan Tekhnis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) PAUD Holistik integratif (HI) Untuk Kepala Satuan PAUD, Pengawas dan Penilik Dalam Kabupaten Sarolangun, Rabu (07/10/2026) di Ruang Aula Disdikbud Sarolangun.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Bunda PAUD Kabupaten Sarolangun Ny Hj Risha Fitria Hurmin, SE yang berjalan dengan lancar.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Sarolangun Ny Lilis Sumiati, Plt Kepala Kemenag Sarolangun Drs H Mat Ali Martado, Kadis Dikbud Sarolangun Drs H Arsyad, SH, M.Pd.I, diwakili Plt Sekretaris Muallimin, M.Pd.I, Nara Sumber dari Jambi Ibu Jamilah, Kadis Sosial Sarolangun Drs Muhammad Idrus, Kepala DPPKB Sarolangun Jupri, SE, Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenromora, S.STP, MH, Kadisdukcapil Sarolangun Emalia Sari, SE, ME, Plt Kepala BPKAD Sarolangun Hj Maria Susanti, SE.
Hadir juga Kabid PAUDNI Dra. Parida, S.Ag, M.Pd, Kabid Pemenuhan Hak Anak Rahmi Aini, M.Ps.I, Ketua HIMPAUDI Kabupaten Sarolangun Rubiati, S.Pd, Gr, Jajaran OPD terkait, Perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perwakilan Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Para Kepala Satuan PAUD, Para Pengawas dan Penilik serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kadis Dikbud Sarolangun diwakili Plt Sekretaris Disdikbud Sarolangun Muallimin mengatakan pendidikan Anak usia dini merupakan pondasi paling krusial dalam pembentukan karakter, kecerdasan dan tumbuh kembang anak. Masa usia dini adalah golden age atau masa emas yang tidak akan terulang kembali. Pada fase inilah, intervensi pendidikan dan pengasuhan harus dilakukan secara tepat, efisien dan komprehensif.
” Maka dari itu, dapat sama kita ketahui bahwasanya usia anak kita yang usia emas ini tidak boleh disia-siakan,” katanya.
Muallimin juga mengatakan Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Dinas Pendidikan terus berkomitmen untuk mendorong terselenggaranya pelayanan PAUD Holistik integratif. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pendidikan mental dan karakter semata melainkan merangkul 5 kebutuhan essensial anak secara utuh yaitu
1). Pendidikan, ransangan atau stimulasi mental dan proses pembelajaran untuk mendukung perkembangan kognitif, motorik, bahasa serta nilai agama dan moral.
2). Kesehatan, gizi dan perawatan : dimana pemenuhan nutrisi, pemantauan tumbuh kembang mulai berat/tinggi badan dan lingkar kepala, serta penerapan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
3). Pengasuhan : perawatan penuh kasih sayang dari orang tua dan keluarga agar anak siap secara sosial dan emosional.
4). Perlindungan : menjaga anak dari kekerasan, penelantaran, perlakukan salah, eksploitasi serta pemenuhan hak identitas diri seperti kepemilikan NIK dan akta kelahiran.
5). Kesejahteraan: pemenuhan hak dasar anak untuk hidup layak, tumbuh optimal, dan merasa aman di lingkungan sekitarnya
Menurutnya, salah satu bentuk komitmen nyata dalam mewujudkan PAUD HI adalah dengan melakukan pencatatan dan pemutakhiran data pokok pendidikan (dapodik) secara berkala, jujur dan valid.

Setiap satuan PAUD dituntut untuk memastikan 8 indikator layanan esensial PAUD HI terinput dengan benar pada aplikasi dapodik yaitu:
1. Penyelenggaraan kelas orang tua: dicatatkan pada ketersediaan wahana edukasi/komunikasi orang tua pada menu data rinci PAUD. Dua.
2. Pemantauan pertumbuhan anak: penginputan data rutin tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala peserta didik
3. Pemantauan perkembangan anak: penginputan status deteksi dini tumbuh kembang (DDTK/KTS/KMS/KIA/KKA).
4. Koordinasi lintas sektor untuk kesehatan dan gizi : pendataan kerjasama satuan PAUD dengan Puskesmas, Posyandu, maupun dinas kesehatan.
5. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) : pembiasaan cuci tangan, menggosok gigi, serta budaya sehat yang terdaftar pada profil layanan sekolah.
6. Pemberian makanan tambahan (PMT)/makanan bergizi : pencatatan pemberian PMT berbasis bahan lokal secara berkala )minimal 3 bulan sekali).
7. Pemantauan kepemilikan identitas (NIK) : dan mutahiran nomor induk kependudukan (NIK) peserta didik yang valid pada menu peserta didik berkolaborasi dengan disdukcapil.
8. Ketersediaan fasilitas sanitasi dan air bersih : pendataan ketersediaan toilet/sanitasi yang layak dan air mengalir pada menu sarana dan prasarana.
” Satu data di dapodik yang tidak valid atau terlewat di input akan berdampak langsung pada ketepatan perencanaan berbasis data, pemetaan intervensi stunting/kesehatan, hingga penganggaran dan penuangan bantuan bagi satuan PAUD di Kabupaten Sarolangun,” katanya.
Selain itu, ia juga menegaskan kepada seluruh kepala satuan PAUD dan operator sekolah untuk menjadikan pemutakhiran data 8 indikator PAUD HI di dapodik sebagai prioritas utama. Melalui bimbingan teknis ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas SDM serta wujudkan kedaulatan data paud yang akurat demi lahirnya generasi emas Kabupaten Sarolangun yang Sehat, cerdas, dan berkarakter.
” Terima kasih dan apresiasi yang tinggi saya sampaikan kepada seluruh panitia, narasumber dan peserta yang berpartisipasi,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama pengembangan PAUD HI dan pemaparan para narasumber.
Penulis : A.R Wahid Harahap


