
KABAR SAROLANGUN – Pemerintah Kabupaten Sarolangun bersama Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Jambi melaksanakan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) tahun 2026, Kamis (15/10/2026) di Tepian Cik Minat, Sri Pelayang, Kel. Sarkam, Kec. Sarolangun.
Kegiatan tersebut dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah Kabupaten Sarolangun, yang saat ini sejumlah harga komoditas pangan mengalami kenaikan.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Jambi Johansyah, SE, ME, Asisten II Sarolangun Ir Dedy Hendry, M.Si, Kadis DKP Sarolangun Efrianto, S.Pd, M.Pd, diwakili Sekdin DKP Charles Seringgo-ringgo, Perwakilan Bulog Sarko, Perwakilan Toko Daging Indonesia, Kabid Distribusi Pangan DKP Sarolangun Dian Sri Hayati, M.Si, Staf Bagian Ekonomi dan SDA Ibu Teti, Sekretaris Camat Sarolangun Anzalia Novianti, SE.
Dari pantauan dilapangan kegiatan Gerakan Pangan Murah ini disambut masyarakat Sarolangun secara antusias yang mendatangi lokasi acara untuk membeli sejumlah komoditas pangan, seperti beras, minyak goreng, bawang merah dan bawang putih serta sejumlah olahan daging.
Untuk beras SPHP 5 Kg dijual dengan harga Rp 58 ribu perkarung, Minyak goreng merek Minyakita dijual Rp 15.500,- perliter, Cabe Merah dengan harga Rp 58 ribu per kg, Bawang Merah Rp 30 ribu perkg, dan bawang putih Rp 27 ribu perkg.


Kepada awak media, Kepala DKP Provinsi Jambi Johansyah mengatakan bahwa kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Sarolangun dalam rangka menjaga pasokan dan harga pangan dengan menyediakan stok beras sebanyak 1 ton dan MinyakKita sebanyak 200 kardus. Pasalnya, saat ini akibat musim kemarau harga pangan terjadi kenaikan dikarenakan banyak para petani yang mengalami gagal panen.
” Kemudian juga dari sisi pengairan ini menjadi masalah, sehingga secara keseluruhan di Provinsi Jambi ini yang harga-harga yang sangat tinggi itu cabai merah keriting itu sudah di atas hub, kita batas hub itu ada Rp 57.000 Harga cabai merah keriting. Nah sekarang kita di semua kabupaten/kota harga sudah melonjak itu hampir Rp 75.000 sampai Rp 80.000,” katanya.
Maka dari itu, lanjut Johansyah kegiatan Gerakan Pangan Murah sangat penting dilakukan untuk menjaga harga pangan supaya stabil. Seperti cabai merah keriting yang hari ini di jual satu kilonya Rp 57.000 kemudian bawang juga sesuai kalau bawang putih bawang merah itu harganya tidak melonjak.
” Kemudian untuk kebutuhan rumah tangga minyakkita yaitu kita jual Rp15.500 kemudian beras kaki kita jual dengan Rp 58.000. Ini kerjasama yang baik antara disektor pangan, baik bulog, ada juga dari pokok daging Indonesia,” katanya.
” Kemudian dari pedagang-pedagang yang ada di Sarolangun yang kita kumpulkan untuk membantu masyarakat untuk melakukan gerakan pangan murah,” kata dia menambahkan.

Ia juga menyebutkan gerakan pangan murah ini juga didukung oleh Wakil Ketua II DPRD Provinsi Jambi, Dapil Sarolangun-Merangin Samsul Riduan.
” Kami menghimbau kepada masyarakat karena stoknya juga terbatas, sehingga mereka membeli kebutuhan sesuai dengan. Kebutuhan saja tidak boleh panic buying ya, seperti itu. Artinya satu orang itu hanya boleh membeli itu dua liter,” katanya.
Penulis : A.R Wahid Harahap


