
KABAR SAROLANGUN – Usai mengunjungi Desa Suka Jadi, Tim verifikasi lapangan Kabupaten Sarolangun melakukan penilaian peserta lomba perempuan inspiratif Ibu Nina Ardina yang menginspirasi di bidang usaha laundry, Rabu (04/11/2026).
Verifikasi lapangan ini dilakukan oleh Tim 1 Kabupaten Sarolangun yang dipimpin oleh Ketua TP PKK Sarolangun Ny Hj Risha Fitria Hurmin, SE, dengan dihadiri Ketua DWP Sarolangun Ny Lilis Sumiati Arief, Kadis DP3A Sarolangun Yudis Kenromora, S.STP, MH, Jajaran tim verifikasi Kabupaten Sarolangun, Kabid Kesetaraan Gender Hadipis, SH, MH, Camat Sarolangun Ilham Akbar Syaihu, Ketua TP PKK Kecamatan Sarolangun Ny Annisa beserta anggota, Kades Sungai Baung Alhimni Rusdi, S.Pt, beserta Ketua TP PKK Desa Sungai Baung Yani Fitriyati, S.Pd.I, Gr.
Kedatangan tim verifikasi Kabupaten Sarolangun ini disambut oleh Ibu Nina Ardina beserta jajaran Masyarakat setempat di kediamannya yang juga digunakan menjadi tempat usaha laundry.
Kepala DP3A Sarolangun Yudis Kenromora mengatakan bahwa lomba perempuan inspiratif ini dari 11 Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Sarolangun hanya 9 Kecamatan yang mengirimkan peserta, setelah dilakukan penilaian administrasi dinyatakan hanya 6 Kecamatan yang lolos dan memenuhi persyaratan yang ditentukan.
” Ya tentunya kita akan mencari perempuan inspiratif di Kabupaten Sarolangun dari tiap kecamatan. Kita sudah verifikasi, sudah penilaian administrasinya, ternyata yang lolos dan memenuhi persyaratan itu adalah 6 Kecamatan,” katanya.
Yudis Kenromora menjelaskan bahwa untuk tahap pertama ini pihaknya bersama TP PKK Sarolangun melakukan penilaian verifikasi ke lapangan langsung di empat kecamatan yakni Kecamatan Sarolangun, Kecamatan Bathin VIII, Kecamatan Singkut dan Kecamatan Cermin Nan Gedang.
” Hari ini kita turun dengan tim verifikasi langsung ke lapangan, yakni Kecamatan Sarolangun, Bathin 8, CNG dan Singkut, kita dibagi 2 tim, tim 1 Ibu Bupati, tim 2 Ibu Wakil Bupati. Besok kita ke Kecamatan batang asai kemudian yang satu Kecamatan air hitam,” katanya.
Ia juga menyebut setiap peserta yang mewakili Kecamatan masing-masing ini merupakan perempuan inspiratif dari berbagai bidang, seperti di bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang UMKM, bidang ekonomi dan kader posyandu. Seperti dari perwakilan Desa Sungai Baung, ibu Nina Ardina yang fokus pada UMKM bidang usaha laundry.


Setelah dilakukan verifikasi lapangan ini, nantinya akan dilakukan pengolahan data dan pengkajian untuk menentukan pemenang lomba perempuan inspiratif tingkat Kabupaten Sarolangun, baik juara 1,2, dan 3 maupun harapan 1,2 dan 3, yang akan diumumkan pada puncak peringatan Hari Ibu tahun 2026 pada bulan Desember mendatang.
” Pada intinya perempuan ini menginspirasi perempuan yang lainnya, mengajak, mengimbau, ayo perempuan kita berpartisipasi atau emansipasi wanita, kartini-kartini Sarolangun,” katanya.
” Tentunya kita tahu sekarang di era globalisasi ini perempuan tentunya banyak berpartisipasi bukanlah laki-laki, tentunya perempuan yang mandiri yang mungkin menjadi penopang juga bagi kemandirian ekonomi, rumah tangga, mendukung suaminya. Perempuan juga berinisiatif bukan berarti tidak melalaikan kewajiban seorang perempuan dan seorang istri. Nah itu kan tugas tambahan supaya perempuan juga aktif,” kata dia menambahkan.
Sementara itu, Ketua TP PKK Sarolangun Ny Hj Risha Fitria Hurmin mengatakan bahwa kegiatan lomba perempuan inspiratif ini tentunya dalam rangka menyambut hari Kartini dan hari ibu tahun 2026, yang saat ini sudah masuk enam besar dalam seleksi perempuan inspiratif yakni Orang-orang yang bisa menginspiratif.
” Kami kebetulan kebagian dua tempat, dua Kecamataan ya kan. Yang jelas sih harapan kita terpilih benar-benar orang yang menginspirasi masyarakat banyak dan bermanfaat untuk orang banyak terutama di sekililing,” katanya.
Risha Fitria berharap nantinya akan didapatkan pemenang lomba perempuan inspiratif yang akan menjadi kartininya Sarolangun untuk mengikuti lomba di tingkat Provinsi Jambi tahun 2026.
” Mudah-mudahan juga kita menemukan satu dari pemenangnya nanti dan akan kita ikut lombakan ke Provinsi Jambi tahun ini. Dalam rangka ini hari Kartini ya, jadi kita mencari Kartini-nya Kabupaten Sarolangun,” katanya.
Kriteria dalam penilaian verifikasi lapangan ini, lanjut Risha Fitria sesuai dengan video yang dikirim peserta ke DP3A Sarolangun, dan tidak tergantung profesi tetapi yang penting dia membawa manfaat untuk orang sekelilingnya.

” Contoh tadi di sana kita kan bagiannya pendidikan, kalau ini kan laundry, ada juga UMKM, ada juga Kader Posyandu. Nah tentunya ini melibatkan bermanfaat bagi orang banyak sekeliling-kelilingnya. Nah kriteria yang kita lakukan penilaian itu dampaknya bagi masyarakat apa, kemimpinannya model mana, Prestasi dan inovasinya seperti apa,” katanya.
Penulis : A.R Wahid Harahap


