spot_img

Berlangsung Sukses, Bupati Sarolangun Hurmin Bersama Forkopimda Monitoring Pilkades Serentak Tahun 2026

50 TPS dan 48.358 pemilih dan 100 Cakades

Bupati Sarolangun H Hurmin saat monitor Pilkades serentak tahun 2026 bersama jajaran forkopimda

KABAR SAROLANGUN – Bupati Sarolangun H Hurmin bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Sarolangun melakukan monitoring pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 di Kabupaten Sarolangun yang diikuti 39 Desa dari 11 Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Sarolangun, Kamis (29/10/2026).

Monitoring Pilkades Serentak ini, Bupati Sarolangun H Hurmin bersama Forkopimda meninjau langsung pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 di TPS 01, Kantor Desa Payo Lebar, Kecamatan Singkut, yang sekaligus Zoom Meeting bersama Mentri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Gerry Trisatwika, SE, Sekda Sarolangun Ir Muhammad Arief, RH, MUM, Anggota DPRD Sarolangun Nurdin, Kasdim 0420/Sarko Mayor Inf Abdul Aziz, Mewakili Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, Kasi Datun Kejari Sarolangun Oktarini Prihanti, SH, dan jajaran pemerintah daerah.

Bupati Sarolangun Hurmin mengatakan bahwa peninjauan ini dilakukan untuk memastikan proses pemungutan suara berlangsung aman, tertib, dan sesuai ketentuan. Kata Hurmin, Pilkades Serentak 2026 dilaksanakan di 39 desa dengan 50 TPS dan 48.358 pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Pilkades kali ini diikuti 100 calon kepala desa, terdiri dari 94 laki-laki dan enam perempuan, termasuk 15 calon petahana.

Bupati Sarolangun Hurmin bersama jajaran Forkopimda saat zoom meeting dengan Mendagri dalam monitoring Pilkades serentak
Jajaran Forkopimda Kabupaten Sarolangun

” Khusus Desa Payo Lebar, tercatat 4.185 pemilih yang tersebar di dua TPS. Sementara itu, Desa Kalimau Ulu di Kecamatan Batang Asai dan Desa Rangkiling di Kecamatan Mandiangin melaksanakan pemilihan dengan calon tunggal,” katanya.

Hurmin menjelaskan penyelenggaraan Pilkades menggunakan metode pencoblosan secara manual dengan dukungan pembiayaan dari APBD Kabupaten Sarolangun sebesar Rp 800 juta, serta APBDes sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Dalam pertemuan bersama Direktur Fasilitasi Penataan dan Administrasi Pemerintahan Desa, Lusje Anneke Tabalujan, turut dibahas berbagai usulan inovasi, mulai dari digitalisasi rekapitulasi suara, peningkatan aksesibilitas TPS, pencegahan politik uang dan hoaks, hingga penguatan pengamanan serta efisiensi anggaran.

Pemantauan juga dilakukan di sejumlah lokasi lain, di antaranya Desa Lubuk Resam, Kecamatan Cermin Nan Gedang, dan Desa Bangun Jayo, Kecamatan Bathin VIII.

” Melalui koordinasi antara pemerintah daerah, unsur Forkopimda, penyelenggara, dan masyarakat, pelaksanaan Pilkades diharapkan berjalan lancar serta mampu menjaga keamanan, persatuan, dan kondusivitas di seluruh wilayah Kabupaten Sarolangun,” katanya.

Masyarakat antuasias datang ke TPS
Poto bersama
Poto bersama

” Pilkades Serentak Tahun 2026, kami berkomitmen memastikan Pilkades berjalan aman, tertib, dan lancar. Kami juga mengusulkan inovasi digitalisasi rekapitulasi suara, pencegahan politik uang dan hoaks, serta penguatan pengamanan dan partisipasi masyarakat guna mewujudkan Pilka-des yang transparan, demokratis, dan berkualitas,” katanya.

Penulis : A.R Wahid Harahap

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU