
KABAR SAROLANGUN – Bupati Sarolangun H Hurmin memimpin langsung kegiatan upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-98 Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Sarolangun dengan tema “Patriotik, Gigih, Berempati : Pemuda Untuk Indonesia”, Rabu (281/02/2026) di Lapangan Gunung Kembang, Komplek Perkantoran Bupati Sarolangun.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, SE Wakapolres Sarolangun Kompol Sumarno Berutu, SH, MH, Kasdim 0420/Sarko Mayor Inf Abdul Aziz, Kajari Sarolangun Taufik, SH, MH, Ketua PN Sarolangun Novarina Manurung, SH, MH, Danyonif TP 896/SP Letkol Inf Mansyur Her Alam, S.Tr, Mil, Sekda Sarolangun Ir Muhammad Arief, RH MUM, dan Kepala Kemenag Sarolangun Drs H Mat Ali Martado, M.Pd.I.
Selain itu hadir juga jajaran organisasi wanita se-Kabupaten Sarolangun, Para Asisten dan Staf Ahli Bupati Sarolangun, Kadisparpora Sarolangun Suryadi, S.Pt, Para Kepala OPD, Ketua KONI Sarolangun Arsadt Abdullah, S.Kn, M.Kn, Para pejabat eselon III dan IV, Organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan dan Peserta upacara terdiri dari PNS, TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, Paskibraka, Drumband, Siswa dan paduan suara.
Dalam amanatnya, Bupati Sarolangun Hurmin menyampaikan pesan dari Mentri Pemuda dan Olahraga Erik Thohir, yang mengatakan Sembilan puluh delapan tahun yang lalu, para pemuda Indonesia mengikrarkan sebuah janji. Janji yang menyatukan perbedaan. Janji yang menguatkan perjuangan. Janji yang melahirkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa: Indonesia.
” Hari ini, semangat itu harus terus hidup. Bukan hanya dalam ingatan kita, tetapi dalam karakter setiap generasi penerus bangsa. Saudara-saudaraku, Kita ingin membangun Indonesia yang maju,” katanya.
Kemajuan bukan hanya tentang gedung yang menjulang tinggi, teknologi yang semakin canggih, atau kekayaan yang berlimpah. Namun kemajuan sejati dimulai dari manusia. Dari karakter. Dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama.
” Karena itu, kita harus membentuk generasi masa depan yang patriotik, gigih, dan berempati,” katanya.


Dijelaskannya, Patriotik dalam artian yang mencintai Indonesia bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan pengabdian dan tindakan nyata. Gigih berarti yang tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan, tidak runtuh ketika mengalami kegagalan, dan tidak berhenti berjuang sebelum memberikan yang terbaik bagi bangsa.
Dan berempati berarti yang tidak hanya memikirkan keberhasilan dirinya sendiri, tetapi juga merasakan kesulitan saudaranya. Yang tidak berpaling ketika melihat rakyatnya membutuhkan pertolongan. Sebab patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya.
” Anak-anakku, para pemuda Indonesia, Bermimpilah setinggi langit. Bekerjalah sekeras mungkin. Jadilah manusia yang kuat, tetapi jangan kehilangan kelembutan hati. Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani,” katanya.
Hurmin juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Sarolangun untuk sama-sama membangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan. Sebab masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan di temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama.
” Generasi yang mampu berdiri tegak untuk bangsanya, sekaligus mengulurkan tangan kepada sesamanya. Jadikanlah setiap ilmu, setiap karya, dan setiap pengorbanan sebagai bukti cinta kita kepada Indonesia,” katanya.

” Salam pemuda. Dengan turunnya hujan pada malam Minggu dan malam tadi, kita patut bersyukur kepada Allah SWT dengan sama-sama kita mengucapkan Alhamdulillahirobbil alamin,” kata dia menambahkan.
Penulis : A.R Wahid Harahap


