
KABAR SAROLANGUN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sarolangun mengusulkan pembangunan enam jembatan gantung yang putus akibat dampak banjir yang melanda beberapa Kecamatan beberapa waktu lalu ke Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BP2JN) dan TNI melalui program Karya Bhakti TNI skala besar.
Kadis PUPR Sarolangun Arif Hamdani, ST mengatakan keenam jembatan gantung tersebut tersebar di beberapa kecamatan, salah satunya Di Desa Bukit Berantai, Kecamatan Batang Asai.
” Jadi akibat bencana banjir yang ada di Selangor beberapa waktu lalu ada 6 jembatan yang terdampak putus yang sudah kami data. Enam jembatan itu karena APBD kita tidak memungkinkan untuk penanganan segera,” katanya, Senin (18/05/2026), didampingi Sekretaris Dinas PUPR Bahder Johan, ST dan Kabid Bina Marga Fatra Hastian, ST.
” Kita usulkan ke balai dan juga ke TNI melalui kegiatan karya bakti skala besar, kami juga sudah koordinasi dan data-datanya pun sudah kami serahkan ke balai dengan ke TNI,” kata Arif Hamdani menambahkan.
Dikatakan Arif Hamdani bahwa jembatan gantung yang ada di Desa Bukit Berantai, sempat viral di media sosial karena anak-anak sekolah terpaksa menyeberangi sungai untuk menuju sekolah, sehingga akhirnya memang sangat butuh penanganan segera.

Sementara jembatan gantung lainnya juga sudah diusulkan ke pihak balai serta dorongan dari Komisi V DPR RI Edi Purwanto.
” Yang prioritas kemarin kita ada lihat di media sosial itu yang anak sekolah, akses ke sekolah itu yang di Bukit Berantai Mudah-mudahan sudah ada kabar baik. Dari balai mungkin segera menanganinya itu, khusus yang jembatan gantung desa bukit berantai, karena itu akses anak sekolah menuju Ke sekolahnya,” katanya.
” Yang lain tetap kita usulkan, ya mudah-mudahan lah, dari balai juga, dari TNI, orang itu juga kan sudah koordinasi juga. Termasuk juga yang pertimbangan Bapak Kati dengan Pak Edi, Ya, itu kita usulkan dan kalau Pak Edi itu melalui Pak Edi ke Balai Jalan Jembatan,” kata dia menambahkan.
Penulis : A.R Wahid Harahap






