
KABAR SAROLANGUN – Dalam satu tahun Pengabdian dibawah kepemimpinan Direktur Perumda Tirta Sako Batuah (TSB) Kabupaten Sarolangun Muliyadi, SE telah melakukan sejumlah program dan terobosan baru untuk meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat.
Hal itu terlihat dalam kegiatan Ekpose Kinerja Direksi Perumda TSB Sarolangun, Senin (22/06/2026) dengan tema satu tahun Pengabdian, satu tujuan untuk pelayanan terbaik bersama membangun kepercayaan dan meningkatkan kualitas pelayanan air bersih.
Kegiatan tersebut tampak dihadiri sejumlah jajaran direksi Perumda TSB, Manager Wilayah Perumda TSB Sarolangun, dan puluhan awak media.
Pada kesempatan itu, Direktur Perumda TSB Muliyadi menyampaikan dalam satu tahun kepemimpinannya telah melakukan berbagai program dan terobosan baru.
Diantaranya, (1) Konsolidasi internal. (2). Strategi pengembangan yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi sumber air baku baru selain air permukaan, serta mengoptimalkan kinerja peralatan yang telah memasuki usia teknis melalui kemitraan dengan tenaga ahli dan pihak ketiga.
(3). Kita sedang menguji coba smart panel yang bertujuan untuk efesiensi energi. (4). Membentuk pelayanan reaksi cepat Lapor Dirpam; menjadi ikon Perumda TSB dimana terkoneksi dengan seluruh jaringan Perumda TSB. (5). Pemutusan pelanggan yang menunggak diatas 3 bulan;
Kemudian, (6). Upaya penertiban sambungan ilegal dilakukan melalui penerapan sistem pengawasan berbasis aplikasi online. (7). Target ke depan adalah menyediakan layanan air yang tidak hanya memenuhi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK), tetapi juga memenuhi standar kualitas air minum.
” Dalam menjalankan roda Kepemimpinan di Perumda TSB ini, saya masuk disini tanggal 06 Mei 2025, saya dilantik. Setelah dilantik saya berkomitmen dengan bekerja keras, tiga Tahun kepemimpinan saya di Perumda TSB tidak ada perubahan kemajuan Perumda ini tanpa diminta saya akan mengundurkan diri,” katanya.

Dalam melaksanakan program dan terobosan tersebut juga tentu ada sejumlah kendala, yang paling utama sekali itu, pemanfaatan sumber air baku harus ada izinnya. Kemudian persoalan, izin jalan untuk penambahan pemasangan jaringan.
Kendala ketiga, jaringan lokal. Contoh jaringan di belakang kantor lurah Aur Gading menuju LP itu tidak ada, padahal masyarakat banyak ingin melakukan sambungan baru.
Kendala keempat, sebagian besar peralatan kita sudah memasuki usia tekhnis baik pipa, pompa, yang dari pembangunan tahun 2006 itu tidak ada peremajaan. ” Kalau ganti baru, dananya tidak ada. Kami menginventarisir yang bagian paling penting,” katanya.
” Kemudian kendala SDM karyawan dari 90 orang. Ini memerlukan perhatian serius dari saya, bagaimana SDM karyawan ini bisa meningkat. Salah satunya melakukan bimbingan tekhnis dan studi tiru,” katanya.
” Kemudian, kita akan melakukan promosi untuk menghadapi di bulan agustus, untuk sambungan baru diskon 50 persen. Makin banyak pelanggan yang bisa masuk, makin besar pendapatan,” kata dia menambahkan.
Penulis : A.R Wahid Harahap






