Dari Sungai Batang Tembesi Menuju Kota Jambi

Gubernur Jambi Alharis didampingi Penjabat Bupati Henrizal, Ketua DPRD Sarolangun Tontawi Jauhari melepas milir berakit 1

KABAR SAROLANGUN – Gubernur Jambi Dr Alharis, S.Sos, MH melakukan pelepasan ekspedisi Milir Berakit 1 dari sungai Batang Tembesi Sarolangun menuju sungai Batanghari Di Kota Jambi, Jumat (30/12/2022) di Depan Rumah Dinas Bupati Sarolangun.

Pelepasan tersebut turut didampingi Penjabat Bupati Sarolangun Henrizal, S.Pt, MM beserta ibu, Ketua DPRD Sarolangun Tontawi Jauhari, SE beserta ibu, Kapolres Sarolangun AKBP Anggun Cahyono, S.Ik, Danramil 420-04 Sarolangun Mayor Inf Abdul Aziz.

Hadir juga Ketua Pembina Yayasan Sahabat Sungai Batanghari (YSSB) Drs H Antoni Zeidra Abidin, Ketua YSSB Pinto Jayanegara, Jajaran Pejabat di lingkungan Pemprov Jambi, Para kepala OPD Di lingkungan Pemkab Sarolangun dan para peserta tim mikir berakit.

Ketua YSSB Pinto Jayanegara mengucapkan terima kasih atas kehadiran orang nomor satu di Provinsi Jambi ini dalam melakukan pelepasan milir berakit yang berlangsung dari 31 Desember 2022 hingga 06 Januari 2023, dari sungai Batang Tembesi sarolangun menuju sungai Batanghari kota Jambi.

” Jumlah milir berakit ada sebanyak 15 unit dan 2 unit swadaya dan nanti akan kita lakukan penelitian dan hasilnya akan disampaikan ke pemerintah pusat. Yayasan Sahabat sungai Batanghari ini di dirikan oleh Bapak Hasan Basri Agus dan bapak Antoni selaku pembina YSSB,” katanya.

Gubernur Jambi Alharis, PJ Bupati Henrizal, Ketua DPRD Tontawi, PJ Ketua PKK Sarolangun Ny Harvedrida, Ketua Pembina YSSB Antoni, Ketua YSSB Pinto Jayanegara 

Kata Pinto, tujuan ekspedisi milir berakit untuk membangkitkan sungai Batanghari yang sekarang kondisi airnya keruh akibat akitivitas PETI. Iapun mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama mendoakan agar kegiatan ekspedisi Milir berakit 1 ini berjalan dengan lancar dan baik, serta dapat mencapai tujuan yang hendak dicapai.

Ia menceritakan bahwa dulu kerajaan Singosari melaksanakan ekspedisi dengan nama pamalayu melalui sungai Batanghari menuju sumatera barat.

” Kalau tidak melewati Batanghari mungkin tidak ada Majapahit dan Nusantara, setelah mengarungi sungai Batanghari terjadi pernikahan, sehingga memang sungai Batanghari ini sangat penting untuk sejarah kita. Dulu sungai Batanghari ini adalah urat nadi ekonomi dan menjadi sumber daya yang melahirkan sosial, budaya dan ekonomi, maka mari kita hidupkan lagi sungai Batanghari ini,” katanya.

Selain itu, Penjabat Bupati Sarolangun Henrizal juga mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan ekspedisi milir berakit ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jambi yang ke-66 tahun 2023.

” Alhamdulillah pada sore hari ini kita dapat hadir dalam rangka pelepasan milir berakir tahun 2022. Kami ucapkan selamat datang kepada seluruh peserta, official dan para peneliti dan tim dari Provinsi Jambi,” katanya.

Kegiatan milir berakit ini juga bentuk untuk mengingat kembali kejayaan peristiwa di masa-masa yang lalu dan memberikan motivasi kepada semua elemen masyarakat khususnya para generasi muda untuk dapat mempergunakan sungai ini dengan baik.

” Kami selaku penjabat Bupati Sarolangun tentunya siap mendukung kegiatan ini dan kami berterima kasih atas partisipasi seluruh komunitas dalam rangka melaksanakan kegiatan ini. Ini merupakan salah satu rangkaian dalam memperingati HUT Provinsi Jambi yang hari ini kita,” katanya.

Poto bersama

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jambi Alharis mengatakan bahwa kegiatan ekspedisi ini bertujuan untuk gerakan moral dalam artian agar bagaimana sungai Batang Tembesi bisa bersih kembali di masa mendatang.

Pasalnya, kata Gubernur saat ini tingkat pencemaran air sungai Batanghari telah melampaui ambang batas, dengan angka 49,00. Maka dari itu, iapun mengajak generasi muda provinsi Jambi untuk mulai berubah karena sungai ini adalah aset yang harus di pertahankan.

” Hari ini bagaimana ini bersih, ada lebih kurang 2 juta orang yang minum air sungai Batanghari yang di olah melalui PDAM. Namun, air Batanghari ini kondisi pencemarannya mencapai 49,00 sekian tapi kalau sudah 50 keatas tingkat pencemarannya maka tidak bisa lagi di olah oleh PDAM,” katanya.

Iapun berharap ekspedisi milir berakit bukan hanya sebagai ekspedisi saja tapi gerakan moral bagaimana untuk menjaga dan melestarikan ekosistem sungai.

” Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim pada hari ini saya melepaskan tim ekspedisi Milir berakit sungai Batang Tembesi dan sungai Batanghari,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Jambi Alharis, Penjabat Bupati Sarolangun Henrizal beserta jajaran forkompinda Poto bersama dengan para peserta tim milir berakit, hingga diakhiri dengan pelepasan ekspedisi di sungai Batang Tembesi Sarolangun yang berjalan dengan tertib.

Penulis : A.R Wahid Harahap