Senin, Juni 24, 2024
BerandaDAERAHJumlah Anak Stunting Menurun, Pemkab Sarolangun Gelar Diseminasi Audit Kasus Stunting Tahun...

Jumlah Anak Stunting Menurun, Pemkab Sarolangun Gelar Diseminasi Audit Kasus Stunting Tahun 2023

Pj Bupati Sarolangun Bachril Bakri, Plh Sekda Sarolangun Dedi Hendri, Kepala DPPKB Sarolangun Linda Novita, Kadinkes Bambang Hermanto

KABAR SAROLANGUN – Pemerintah Kabupaten Sarolangun melaksanakan kegiatan diseminasi Audit Kasus Stunting di Kabupaten Sarolangun Tahun 2023, Kamis (19/10/2023) di ruang aula Bappeda Sarolangun.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Penjabat Bupati Sarolangun Dr Ir Bachril Bakri, M.App, Sc, yang berlangsung dengan lancar.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Plh Sekda Sarolangun Ir Dedy Hendry, M.Siz Kepala DPPKB Linda Novita Herawati, SH, MH, Kadis Kesehatan Bambang Hermanto, beberapa kepala OPD, Para Camat, Lurah dan para penyuluh DPPKB Kabupaten Sarolangun, serta pakar stunting.

Sebagai leading sektor, Kepala DPPKB Sarolangun Linda Novita Herawati mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting dilakukan dalam percepatan penurunan angka stunting di wilayah Kabupaten Sarolangun secara holistik, integratif, dan Berkualitas sebagaimana amanat dalam Perpres Nomor 72 Tahun 2021 dan Peraturan BKKBN No. 12 Tahun 2021 Tentang Rencana Vaksinasi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia Tahun 2021 hingga 2024,

” Kegiatan ini merupakan aksi vaksinasi nasional dalam penurunan Stunting, melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi di antara pemangku kepentingan,” katanya.

Linda Novita juga menambahkan bahwa dalam penyediaan data beresiko Stunting dari hasil data tahun 2021 dan sudah diverifikasi tahun 2022 jumlah stunting di Kabupaten Sarolangun berjumlah 77.263 KK sasaran 51.868 KK, dan jumlah beresiko stunting 19.822 KK.

Untuk pendampingan keluarga Stunting ada sebanyak 223 pendamping, kader KB 669 orang, pendampingan calon pengantin sebanyak 550 pengantin dan siap nikah atau pasangan subur atau siap hamil sebanyak 290 pasangan.

” Dari pemilihan langsung oleh dokter spesialis dan tim stunting ada sebanyak 740 Balita stunting, setelah dilakukan berkas kerja dan audit saat ini sangat berkurang jauh, saat ini tinggal 81 Balita. Dimana 20 Balita pindah, 60 Balita sudah lewat umur dan 1 Balita penyakit bawaan, Berarti ada penurunan Stunting di Sarolangun sekitar 91 persen,” katanya.

Penjabat Bupati Sarolangun Dr Ir Bachril Bakri, M. App, Sc

Pada kesempatan yang sama, Penjabat Bupati Sarolangun Bachril Bakri mengatakan bahwa Audit Kasus Stunting ini adalah salah satu rencana nasional dalam mengidentifikasi resiko dan penyebab resiko pada kelompok sasaran berbasis surveilance rutin atau sumber data lainnya yang terkait dengan identifikasi resiko, serta pendampingan calon pengantin, kontroling dan evaluasi keluarga beresiko stunting.

Pada audit kasus stunting guna menemukan atau mengetahui resiko-resiko potensial penyebab stunting dan masalah-masalah yang dihadapi dalam penanganan stunting sehingga bisa mengambil langkah kebijakan

” Padahal kita mau menghadapi tahun emas Indonesia 2045, namun stunting ini masih menjadi masalah yang dihadapi, sehingga stunting ini harus kita tangani dan cegah bersama,” katanya.

Bachril Bakri juga mengajak seluruh elemen masyarakat sarolangun untuk sama-sama menekan kasus stunting di wilayah Kabupaten Sarolangun, dimana anak tumbuh dengan tidak baik, seperti ukuran kepala kecil, berat badan kecil dan tinggi badan juga pendek.

” Dan itu perlu di antisipasi bila ada anak yang masuk dalam klasifikasi stunting ini, dan saya akan terus melakukan program penekanan stunting, selain inflasi, pengangguran dan kemiskinan ekstrem,” katanya.

Poto bersama

Selain itu, Bachril Bakri juga menegaskan bahwa untuk menekan angka stunting, Pemerintah Kabupaten Sarolangun terus memberikan bantuan kepada anak stunting berupa Beras, Telur, Susu dan Roti.

Keluarga stunting ini disebabkan karena memang faktor ekonomi, kemiskinan, kondisi rumah yang memang tidak layak dan juga faktor asupan gizi bagi anak dan gizi orang tua yang mempengaruhi kelahiran anak.

” Alhamdulillah kita menurun angka stunting, kemarin 689 dan sudah turun 659 anak stunting di Kabupaten Sarolangun, berkat upaya bersama dalam turun ke lapangan memberikan bantuan dan melakukan intervensi, dan tahun 2024 kita targetkan penurunan stunting menjadi 11 persen dan tahun 2023 ini 13 persen penurunan stunting,” katanya.

Penulis : A.R Wahid Harahap

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU