Kondisi jalan penghubung antar desa di wilayah Bathin Pengambang, Kecamatan Batang Asai tertimbun longsor dan tidak bisa dilalui kendaraan

KABAR SAROLANGUN – Anggota DPRD Sarolangun Dapil IV (Limun, CNG, Batang Asai) Hermi, S.Sos, yang juga sebagai Ketua Komisi II DPRD Sarolangun meminta akses jalan yang tertimbun akibat longsor di Kecamatan Batang Asai untuk dapat segera diselesaikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sarolangun.

Pasalnya, sejak kejadian longsor beberapa hari yang lalu, masyarakat di tujuh desa khususnya marga eks Bathin Pengambang, kesulitan untuk melewati jalan penghubung antar desa ke Kecamatan hingga ke Kabupaten Sarolangun.

Hal itu dikatakan Hermi, S.Sos (F-PAN) dalam sela waktu rapat paripurna DPRD Sarolangun tingkat I Tahap I, Selasa (08/08/2023) di gedung DPRD Sarolangun, yang dihadiri PJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri dan jajaran forkompinda Sarolangun.

Dikatakan Hermi, dirinya bersama jajaran anggota DPRD Sarolangun khususnya di Dapil IV (Limun, CNG, Batang Asai) yakni Drs H Fahrul Rozi, M.Si (F-Golkar), Azakil Azmi (F-Golkar), Ir Suherman (F-PPP), Asmarul (F-PDI Perjuangan) dan Rapalan (F-PKS), mendapatkan laporan langsung dari masyarakat atas kesulitan yang dihadapi saat ini akibat dampak longsor yang terjadi di Jalan penghubung antar desa.

” Sudah berhari-hari pak Bupati, masyarakat kesulitan untuk melewati jalan penghubung antar desa, ada tujuh desa di eks marga Bathin Pengambang, yang terdampak longsor tersebut,” katanya.

Senada dengan apa yang disampaikan Ketua DPRD Sarolangun Tontawi Jauhari, pada kesempatan tersebut juga menjelaskan saat ini akses jalan akibat longsor di Kecamatan Batang Asai tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Ketua Komisi II DPRD Sarolangun Hermi, S.Sos (Baju Putih) beserta jajaran anggota DPRD Dapil IV saat menyuarakan keluhan masyarakat kecamatan Batang Asai

Hal itu tentu mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari, dan sangat dikhawatirkan bila ada masyarakat yang sakit atau mau melahirkan hendak berobat ke Puskesmas Kecamatan ataupun ke RSUD Sarolangun.

” Memang dikawatirkan kalau ada warga yang sakit atau yang mau melahirkan, akan repot karena tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat,” kata Tontawi.

Ia pun berharap agar Pemerintah Kabupaten Sarolangun untuk dapat menyelesaikan persoalan tersebut dengan menurunkan alat berat ke lokasi kejadian longsor. Sebab saat ini hanya ada bantuan alat dari masyarakat yang membantu memperbaiki akses jalan, namun masih belum bisa dilewati oleh kendaraan.

” Dinas PUPR tadi malam, alat sudah sampai ke sikamis dan juga ada beberapa alat dari masyarakat yang bantu juga, sehingga masyarakat bisa lewat pakai motor dan mobil memang belum,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, PJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri yang mendengarkan langsung aspirasi para anggota dewan tersebut, mengatakan bahwa sejak kejadian longsor tersebut dirinya sudah meminta pemerintah kecamatan hingga Dinas PUPR Sarolangun untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jambi untuk melakukan perbaikan jalan akibat longsor tersebut karena status jalan di Kecamatan Batang Asai tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Jambi.

” Saya sudah perintahkan langsung mulai dari camat, hingga kepala dinas PUPR untuk berkoordinasi dengan provinsi. Kemarin sudah datang alat berat dan sudah sampai di batang Asai. Dan juga peralatan lain, dan saya akan berangkat besok pagi ke sana pak. Saya juga ajak anggota DPRD dan forkompinda untuk meninjau kesana, dan kita akan melakukan pemberian bantuan stunting dan bantuan kemiskinan ekstrem,” katanya.

Penulis : A.R Wahid Harahap