Senin, Juli 15, 2024
BerandaDAERAHPuncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Di Kabupaten Sarolangun Tahun 2024 Berlangsung...

Puncak Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Di Kabupaten Sarolangun Tahun 2024 Berlangsung Sukses 

Pemkab Sarolangun Buat Program Pemanfaatan Lahan Eks PETI

PJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri, Kapolres AKBP Budi Prasetya, Dandim 0420/Sarko Letkol Inf Suyono, anggota DPRD Fahrul Rozi beserta jajaran forkopimda

KABAR SAROLANGUN – Pemerintah Kabupaten Sarolangun melaksanakan kegiatan puncak peringatan hari lingkungan hidup sedunia tingkat Kabupaten Sarolangun tahun 2024 yang berlangsung sukses, Rabu (12/06/2024) di Desa Monti, Kecamatan Limun.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Penjabat Bupati Sarolangun Dr Ir Bachril Bakri, M.App, Sc, anggota DPRD Sarolangun Drs H Fahrul Rozi, M.Si, Kapolres Sarolangun AKBP Budi Prasetya, S.Ik, M.Si, Dandim 0420/Sarko Letkol Inf Suyono, S.Sos, Ketua PN Sarolangun Deka Diana, SH.

Selain itu hadir juga Plh Sekda Sarolangun Ir Dedy Hendry, M.Si, Kepala Kemenag Sarolangun Drs H M Syatar, Para asisten dan staf ahli Bupati, Kadis LHD Sarolangun Kurniawan, ST, Para kepala OPD di lingkungan Pemkab Sarolangun, Pabung Kodim 0420/Sarko Mayor CHK Dedy Afrizal, SH, Para camat, Para kepala desa se-Kecamatan Limun serta tokoh masyarakat kecamatan Limun.

Poto bersama dalam deklarasi Desa Anti PETI dan Desa Tangguh PETI

Berbagai rangkaian kegiatan turut dilakukan dalam peringatan hari lingkungan hidup sedunia dengan mengangkat tema penyelesaian Krisis iklim dengan inovasi dan prinsip keadilan.

Dimana Kecamatan Limun, dijadikan sebagai percontohan dalam pemanfaatan lahan eks Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) untuk dijadikan sebagai lahan pengembangan usaha ekonomi bagi masyarakat.

Disamping itu, pada kepala desa se-Kecamatan Limun juga melakukan deklarasi dan penandatangan kesepakatan Desa Anti PETI dan Desa Tangguh PETI, kegiatan penanaman pohon pelindung dan penaburan benih ikan di sungai dan kutur.

Kadis LHD Sarolangun Kurniawan

Kadis LHD Sarolangun Kurniawan dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam  puncak peringatan hari lingkungan hidup sedunia tingkat Kabupaten Sarolangun tahun 2024 merupakan sinergitas bersama TNI, polri dan seluruh jajaran forkopimda, pimpinan OPD, tiga kecamatan yakni Kecamatan Limun, Kecamatan CNG dan Kecamatan Batang Asai.

” Dihadiri 16 desa, penggiat lingkungan hidup, eks pelaku PETI, perwakilan investor yang mendukung jalannya kegiatan ini. Kegiatan ini diselenggarakan dengan rangkaian kegiatan berupa pelepasan benih ikan, penanaman pohon, dan deklarasi desa Anti PETI dan Desa tangguh PETI,” katanya.

Dikatakan Kurniawan, kedepan memang harus ada upaya yang dilakukan secara bersama dalam pemanfaatan lahan kritis eks PETI di wilayah kecamatan Limun, CNG maupun Batang Asai menjadi lahan yang bisa menghasilkan nilai ekonomis

” Ini tentu akan pentingnya memelihara lingkungan hidup, maka kami harapkan semangat membangun dari kegiatan ini dapat dicontoh oleh desa-desa lain yang banyak lahan eks PETI,” katanya.

Pj Bupati Sarolangun Bachril Bakri

Sementara itu, dalam arahannya PJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan suatu inovasi yang besar dalam upaya Pemerintah bersama aparat kepolisian dan TNI serta forkopimda Sarolangun untuk memanfaatkan lahan bekas tambang PETI sebagai lahan pengembangan usaha ekonomi bagi masyarakat.

” Kita ingin memperbaiki lingkungan, dimana kita ada kegiatan deklarasi komitmen para kepala desa untuk menjadikan desanya sebagai desa anti PETI dan Desa tangguh PETI. Kita ingin mengembangkan areal eks tambang peti menjadi areal lokasi usaha masyarakat,” katanya.

PJ Bupati Sarolangun Bachril Bakri saat melakukan penanaman pohon pelindung di pinggiran sungai dam kutur

Kedepan, Pemerintah Kabupaten Sarolangun bersama forkopimda akan membina untuk perbaikan lahan eks PETI itu sendiri, khususnya dalam tempat budidaya pengembangan ikan untuk memperbaiki lingkungan, sesuai dengan Tema kegiatan ini yakni land restoration, desertification, dan droughr resilicience, dengan makna Restorasi lahan dan ketahanan terhadap kekeringan.

” Dan inovasi kita ingin lahan eks Peti sebagai pengembangan ikan, areal pertanian seperti menjadi areal sawah. Ada bekas tambang, kita juga akan coba tanam jagung.  Kita akan pelajari lebih lanjut di areal lahan eks Peti, apa saja yang bisa dikembangkan untuk usaha bagi masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

” Harapan kami, dengan hari lingkungan hidup kerusakan lingkungan, kegiatan peti, pencemaran lingkungan itu bisa berkurang, serta dengan upaya perbaikan lahan eks peti bisa mensejahterakan masyarakat,” kata dia menambahkan.

Penulis : A.R Wahid Harahap

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

BERITA TERBARU